
Sampai malam harinya Rehan masih di rumah dan belum pergi kemana – mana, bahkan dirinya pun tak memegang hpnya sama sekali dari pagi hingga sekarang. Rehan masih memikirkan tentang kejadian tadi dengan Kalina.
“Maaf kan aku sayang, aku telah menghianatimu,” ucap Pelan Rehan, dirinya benar – benar telah menghianati Nesya dengan berhubungan intim dengan Kalina.
Rehan benar – benar frustasi memikirkannya, mungkin sebaiknya dirinya harus menjaga jarak lagi dengan Kalina, dan apa yang tadi di bicarakan mamanya tak akan benar – benar terjadi. Rehan pun bergantian pakaian dan dirinya mengambil hp, dompet serta kunci mobilnya lalu dirinya berjalan keluar kamar.
Saat dirinya baru menginjakkan kakinya di ruang tamu sudah mendapatkan tatapan yang menyeramkan dari papanya, Rehan lalu berjalan dengan cepat mengacuhkan tatapan papanya yang menakutkan.
“Mau kemana kamu Rehan,” teriak Maria namun Rehan tak mengubrisnya sama sekali, Rehan hanya ingin menenangkan dirinya.
Rehan melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumahnya, Rehan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, kebetulan cuaca malam ini cerah dan kendaraan juga tak terlalu ramai. Rehan berniat untuk ke apartemen menemui Nesya, karena tadi baru sempat melihat sekilas layar hpnya tanpa membuka mendapat notifikasi dari Nesya.
Rehan membeli makanan di restoran langganannya, Rehan melajukan mobilnya kembali menuju apartemen.
**
Di lain tempat Kalina dan Arsena sedang bertemu di café langganan mereka untuk membicarakan kerjaan mereka.
__ADS_1
“Dari mana saja kamu Lin, kok malam – malam ngajak bertemu bahas kerjaan,” ucap Arsena.
“Lagi sibuk tadi siang ke rumah mantan suami nemuin anak, jadi malam ini baru bisa bertemu denganmu, lagian ini sangat penting besok juga harus di persentasikan, nanti kalau nggak kelar bisa kena marah bos,” ucap Kalina.
“Wow … yang baru bertemu dengan matan jadi terlihat bahagia,” ledek Arsena.
“Iya, aku benar – benar bahagia, karena selain bertemu aku juga bisa memuaskan Rehan,” ucap Kalina tersenyum licik.
“Wait … apa aku nggak salah dengar Lin apa yang kamu bicarakan tadi? M=maksud kamu memuaskan di ranjamg?” tanya Arsena dengan gugup dan penasaran.
“Wah kamu benar – benar gila Lin, apa yang kamu lakukan ini sangat menakjubkan,” ucap Arsena kembali.
“Menurutku ini masih dalam tahap Na, kamu lihat saja nanti pasti Rehan akan kembali kepadaku,” ucap Kalina.
**
Rehan sudah sampai di apartemennya dan langsung masuk kedalam mencari keberadaan Nesya, Rehan meletakkan makanan yang di beli tadi di meja makan, lalu setelah itu Rehan masuk kedalam kamar mencari Nesya namun tak ada, dan Rehan pun membuka kamar mandi yang kebetulan tak di kunci oleh Nesya.
__ADS_1
Nesya sedang mandi, Nesya telanjang tanpa sehelai benar dirinya mandi dibawah guyuran shower, Rehan yang melihat itu langsung membuka semua pakaiannya dan ikut mandi bersama dengan Nesya, Nesya kaget dengan kedatangan Rehan yang tiba – tiba memeluknya dari belakang dan membelainya.
Mungkin benar Rehan sangatlah brengsek, gimana tidak hari ini dirinya habis bermain puas dengan mantan istrinya dan sekarang masih memintah jatah dengan Nesya. Ya, mereka berdua berhubungan intim di bawah guyuran air, mereka salin mendesah menikmati percintaan mereka, Nesya yang sudah beberapa hari tak di sentuh oleh Rehan membuatnya jadi bergairah.
Mereka banyak melalukan berbagai gaya, mereka bercinta di kamar mandi hingga mereka mengeluarkan kepuasan mereka, Rehan dan Nesya membasuh badannya kembali dan keluar kamar mandi dengan menggunakan kimono.
Rehan mengajak Nesya untuk ke dapur di meja makan sudah ada makanan yang Rehan tadi di belinya, Nesya menyiapkan semuanya dan setelah puas Nesya dan Rehan memakannya bersama. Setelah permainan mereka tadi membuat keduanya sangat lapar, apa lagi Rehan yang sedari pagi dirinya belum memakan apa pun.
“Sayang maafin aku ya, tadi aku nggak bales whatsapp atau telepon dari kamu, karena akau sangat sibuk,” ucap Rehan meminta maaf kepada Nesya.
“Iya, aku mengerti jika dirimu sangat sibuk,” ucap Nesya membereskan piring dan yang lainnya bekas makannya tadi untuk di cuci.
“Kamu nggak marah kan sayang,” ucap Rehan kembali.
“Iya aku tidak marah, hanya saja aku kesal,” ucap Nesya dengan masih membelakangi Rehan karena sedang mencuci bekas peralatan makan tadi.
Setelah selesai semuanya Nesya dan Rehan duduk di sofa sambil melihat Tv yang sedang menayangkan gosib selebriti, Nesya fokus melihat dengan sambil memakan camilan yang dirinya suka beli, sedangkan Rehan hanya mengikuti Nesya, sebenarnaya Rehan masih ingin mengajak Nesya berolahraga lagi namun Nesya malah asik dengan siaran Tv.
__ADS_1