
Rehan kembali ke kos Nesya untuk menenangkan pikirannya dan membalikkan moodnya yang rusak gara-gara mantan istrinya Kalina mengajaknya kembali seperti dulu. Jujur hati Rehan bagaimana terhadap mantan istrinya masih ada cintakah atau sudah hilangkah? Yang saat ini Rehan rasakan adalah rasa sakit hatinya terhadap Kalina dimana dirinya tidak mau memeperjuangkan pernikahan mereka bahkan mereka sudah di karuniai seorang putri yang cantik.
Sesampainya di kos Nesya, Rehan langsun turun dari mobilnya dan bergegas untuk masuk kedalam menemui sang kekasih, namun baru beberapa langkah Rehan berjalan dirinya mendengar Nesya sedang asik mengobrol dengan wanita yang tak Rehan kenal dan mereka baru saja masuk kedalam pelataran kos dan Rehan yakini mereka habis pergi. Rehan menoleh kebelakan dan tersenyum tipis kepada Nesya yang berjalan semakin mendekati Rehan dan senyumannya jugan di balas oleh Nesya.
“Dari mana kok nggak bilang sama aku,” ucapnya sambil mengelus rambut Nesya yang sudah tepat berada di depannya.
“Maaf aku tadi lupa kasih kabar sama kamu Re, oh iya, kenalin ini kak Anna teman kos aku,” ucap Nesya sambil memeperkenalkan Anna.
Anna yang sedari tadi melihat Rehan sangat terkagum dengan ketampanannya dan sekarang Anna malah senyum-senyum dan mengulurkan tangannya kepada Rehan. “Anna temannya kos Nesya,” ucapnya dengan senyumnya yang masih belum pudar dan Rehan pun menyambutnya dengan baik, moodnya yang tadi berantakan dan setelah bertemu dengan Nesya kembali membaik.
__ADS_1
Nesya mengajak Rehan masuk kedalam kosnya sedangkan Anna tak ikut masuk kedalam kos Nesya karena Anna setelah mendapatkan telepon dari seseorang dirinya jadi buru-buru masuk kedalam kosnya dan mengatakan bahwa ia harus cepat-cepat ganti baju dan mengemas barang-barangnya karena Anna harus pergi keluar kota karena pekerjaan.
Nesya dan Rehan duduk di bawah sambil mengobrol ringan, seperti biasa Rehan dan Nesya setiap bertemu entah apa saja kadang Rehan akan membicarakan semua masalah yang ia hadapi, namun tidak semuanya ia ceritakan kepada Nesya. Nesya sendiri adalah orang pendengar yang baik dirinya akan mendengarkan apa yang di katakan Rehan dan akan menjawabnya setelah Rehan selesai berbicara.
“Nes aku mohon jangan pernah tinggalin aku, aku menyanyangimu dan sangat mencintaimu.”
“Kamu kenapa Re selalu berbicara seperti itu, hampir setiap hari kau berbicara seperti itu dan sekarang aku masih di sampingmu Re. Aku juga nggak pergi kemana-mana aku selalu menuruti apa yang kamu pinta.”
“Re, apa kamu yakin? Aku cuma nggak mau nanti keluargamu tahu dan bagaimana respon mereka Re?” Nesya masih keberatan soal hal dirinya harus tinggal di apartemen milik Rehan.
__ADS_1
Rehan pun melepas pelukkannya dan berganti tangannya mengelus lembut pipi milik Nesya, Rehan juga menyingkirkan rambut-rambut yang menutupi wajah Nesya. “Bukannya sudah aku bilang, kamu nggak usah khawatir tentang itu sayang, dan sebentar lagi aku juga ingin mengenalkanmu kepada orang tuaku aku ingin serius denganmu sayang. Kamu mau kan menikah denganku,” ucap Rehan menatap Nesya menunggu jawaban wanita yang di cintainya itu.
“Apa ini tidak terlalu cepat Re, aku masih belum siap dengan pernikahan Re. Aku mau kita menjalani hubungan ini dahulu, aku belum siap Re, kalau boleh jujur pernikahan yang aku inginkan itu di daftar paling sekian yang tak aku perdulikan Re, aku hanya takut nantinya pernikahan yang aku jalani berujung tidak baik, aku hanya trauma saja Re entah kenapa apa yang Mama aku alami dan menceritakan kepadaku aku jadi takut untuk menjalin atau ikatan pernikahan aku tak yakin dengan itu Re,” ucap Nesya yang memandang ke segala arah, dirinya yang masih muda apa ia dirinya harus menikah dengan seorang duda dan mempunyai anak sebenarnya yang Nesya pikirkan itu.
Selama ini Nesya selalu menyembunyikan identitas Rehan dari siapa pun bahwa Rehan seorang duda dan sudah punya anak, bahkan orang tuanya yang mengetahui dirinya menjalin hubungan dengan seorang laki-laki tak tahu jika sang anak berhubungan dengan seorang duda. Karena Nesya sebelum kos sendiri dirinya tinggal dengan sang kakak yang pertama kali mengetahui jika Rehan seorang duda dan sang kakaklah yang menentang hingga waktu itu hubungannyatak membaik lalu dirinya pulang ke kampung dan menceritakan sebagian kehidupan yang ia jalani di Kota Jakarta.
Nesya sendiri sangat tertutup orangnya bahkan kepada orang tuanya saja dirinya tak mau jujur, Nesya hanya takut membuat orang tuanya kecewa maka dari itu Nesya selalu menutupi semuanya.
Nesya kembali menatap Rehan dan tersenyum tipis lalu mndekatinya dan mencium pipinya sekilas. “Kita jalani aja dulu ya, aku nggak mau terburu-buru,” ucapnya sambil tersenyum dengan manis dan Rehan pun hanya bisa mengangguk dan memeluk Nesya kembali.
__ADS_1
“Asalkan kamu pindah ke apartemen aku,” ucap Rehan dan kali ini sedikit memaksa dan mau tidak mau Nesya harus menuruti apa yang Rehan katakan, Nesya hanya mengangguk tanda setuju dengan semangat Rehan pun mengajaknya hari ini pindah. Rehan membantu Nesya membereskan barang-barang yang Nesya bawa.