Cintamu Menjadi Canduku

Cintamu Menjadi Canduku
Bab 69


__ADS_3


"Langsung katakan saja apa tujuanmu menyeret kami datang kemari?" cerca Jeffrey yang masih memasang muka dongkol. Sammy dan Alvin serentak mengangguk mantap seolah pertanyaan Jeff si Beruang kutub mewakili mereka.


Sean tak langsung menjawab, ditahannya rangkaian kata di benak. Terlebih dahulu menegak mocktail dari gelas berkaki untuk membasahi tenggorokan. "Bantu aku memberi pelajaran kepada orang yang telah mengusik wanitaku dan membunuh calon bayiku," sebuah permintaan sekaligus penekanan atas kepemilikan terdengar jelas.


"What?!" bagaikan sepasang saudara kembar tapi tak sama yang memilik chemistry sejak lahir, Sammy dan Alvin terkejut secara kompak.


Sean berdecak. "Kalian selalu berisik!" sengitnya.


Sementara, perubahan muka juga terlihat pada Jeffrey, kedongkolannyapun seketika menguap tergantikan oleh keterkejutan yang tak kalah besarnya.


Ucapan Sean barusan bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sebuah bahan bercandaan belaka.


"Aku sangat terkejut Sean," ucap Sammy.


"Siapa wanita yang kau hamili itu?" sambung Alvin.


Berbeda dengan kedua sahabatnya, Jeffrey dengan mudah bisa menaksir kemana jurus pembicaraan Sean. "Jadi dia sempat hamil? Jangan bilang dia sekarang berada di Paris?"


Sean mendes*ah berat. Seolah beban penyesalan kian bertumpu di pundaknya. "Iya, tapi janinnya keguguran karena ulah seseorang yang sepertinya memang sengaja ingin mencelakainya," untaian kata yang terucap selaras dengan munculnya guratan kesedihan di mukanya.


Meski keberadaan janin itu hasil dari kesalahan satu malam yang begitu panas, namun rasa kehilangan tetaplah ada. Ia tak menampik bahwa jiwa ke-Ayahannya muncul begitu saja.


Tidak akan membiarkan pemilik tangan kotor yang telah merenggut calon anaknya bisa bernapas bebas. Menuntut bayaran yang setimpal akan satu nyawa yang hilang. Begitulah tekatnya.


"Apakah ini berkaitan dengan Allesya?" akhirnya otak lemot Sammy tersambung.


"Ah.. Kenapa aku baru menyadarinya?" Alvin juga mendadak ingat.


Jeffrey melirik jengah ke arah Sammy dan Alvin secara bergantian. "Sampai sekarang aku belum bisa percaya bahwa kalian itu temanku," sindirnya yang hanya mendapat respon cengiran kuda oleh keduanya.


"Baiklah! Serahkan saja semuanya kepada kami Sean. Kau tinggal terima beres. Berani-beraninya orang itu merenggut nyawa calon keponakanku!" api semangat Sammy tiba-tiba berkobar.


"Tapi aku sarankan tutup mukamu dulu pakai masker. Kau terlihat sangat mengerikan saat ini Sam. Jujur aku tadi sempat hampir tak bisa mengenalimu," celetuk Sean sedikit bergidik melihat muka Sammy yang membengkak seperti ikan buntal. Bibirnya bahkan sudah menyerupai tokoh anime Donal Bebek.


"Itulah akibatnya karena telah usil mengusik sarang lebah. Dasar kurang kerjaan," cibir Alvin sedikitpun tak terpintas rasa belas kasihan terhadap Sammy yang mukanya sudah seperti zombie.


"Tolol!" maki Jeff.

__ADS_1


"Itu karena aku menuruti keinginan Daisy yang tengah ngidam! Dia ingin makan madu langsung dari sarangnya," bela Sammy membuat ketiga squad tercengang seketika.


"What?!"seru Sean, Jeff, dan Alvin bersamaan.


"Cepat nikahi kekasihmu Sam, jangan menjadi pria bajingan seperti dia," tutur Jeffrey kepada Sammy sekaligus menampar sindirian pedas di muka Sean.


"Berhentilah memakiku Jeff. Cukup Allesya saja yang mengecapku sebagai bajingan. Dan sebaiknya kalian cepatlah pergi untuk mencari tahu siapa dalang di balik insiden yang menimpa Allesya," Sean mengangkat tubuhnya dari tempat duduk. "Aku akan pergi. Ada hal lain yang masih harus aku urus," sambungnya sebelum mengambil langkah menuju pintu keluar kafe.


"Woi! Apa kau akan membiarkan kami pergi dengan tangan telanjang? Setidaknya beri sedikit petunjuk yang berkaitan untuk memudahkan kami mencari tahu!" seru Jeffrey.


"Setelah ini aku kirim pesan ke ponselmu," sahutnya yang masih lanjut melangkah pergi seraya melambaikan ponsel di genggaman tangannya.


°°°


Di sebuah privat room bar. Dua orang wanita muda terlihat duduk berdampingan dengan detak jantung yang terus bergerak cepat. Muka pias dan berkeringat dingin seolah mewakili perasaan tegang yang teramat besar.


Mereka bagaikan dua ekor babi kecil yang tengah memelas iba agar tidak dijadikan santapan makan malam oleh ketiga serigala yang sudah menunjukkan menunjukkan taring.


Kedua wanita muda itu adalah Rebecca dan Olivia. Teman kampus Allesya, tepatnya mantan teman yang selalu membully Allesya. Alasan putusnya hubungan pertemanan mereka sangatlah sederhana. Yaitu, Rebecca tidak ingin menjadi yang ke-dua dalam segi kecantikan dan kepamoran di kampusnya.


Dan sayangnya, sejak awal tahun ajaran baru, Allesya lah yang selalu berada di atasnya dan menjadi bunga kampus, membuat Rebecca terbakar api kedengkian. Bahkan tak jarang para pria menjadikan Allesya sebagai standar ukuran tipe kekasih idaman. Pujian penuh damba pun terus dihadiahkan ke Allesya.


Sementara Olivia, dia hanya ikut-ikutan membenci Allesya demi sebuah kemewahan yang selalu diberikan Rebecca.


BRAK!


"Cepat akui perbuatan kalian!" sentakan Sammy bersamaan sebuah gebrakan meja membuat kedua wanita itu terjingkat kaget begitu juga dengan Alvin.


"Sialan! Jantungku hampir saja loncat," batin Alvin mengumpat.


Sementara Jeffrey masih sibuk dengan benda pipih di tangannya. Membiarkan kedua temannya bertindak terlebih dahulu. Padahal diam-diam Jeffrey sedang panik membalas pesan-pesan dari Jenny yang sudah mengeluarkan tanduk di kepalanya.


Tidak butuh waktu terlalu lama bagi ketiga squad itu untuk mencari tahu keberadaan Rebecca dan Olivia yang dicurigai sebagai gembong di balik kecelakaan yang menimpa Allesya beberapa bulan yang lalu.


Dan kali ini mereka tinggal mendapatkan bukti konkret dari kedua mulut yang masih tertutup rapat tersebut.


TAK! TAK! TAK! TAK!


Suara ketukan ujung pisau di atas meja kian membuat ketakutan kedua wanita itu meradang. Herannya mereka masih bersikukuh mengunci bibir meski keselamatan mereka sedang terancam.

__ADS_1


"Rasanya tanganku sudah sangat gatal ingin mengukir sesuatu," Alvin mengayun-ayunkan pisau di depan mukanya yang dibuat menyerupai psikopat gila. "Sam, apa kau ingin melihat kemahiranku? Aku bisa menggambar dua buah gunung kembar beserta hutannya dengan pisau ini," Alvin berniat menakut-nakuti. Hanya sekedar itu dan tak lebih. Iya kali ia benar-benar melakukan itu sedangkan melihat darah ikan yang dipotong saja ia bisa pingsan di tempat.


"Kau bisa menggunakan pisaumu di muka mereka Vin," Sammy menyeringai iblis.


Becca dan Oliv reflek menutup kedua pipi mereka seraya menggeleng cepat. Bahkan muka mereka sudah basah karena menangis.


Alvin mendekati kedua wanita yang kian menciut itu. Memainkan ujung pisaunya di muka mereka secara bergantian.


"Tuan, aku mohon jangan lakukan kepadaku. Aku tidak ingin menjadi wanita buruk rupa," akhirnya mulut Becca terbuka, meminta belas kasih Alvin. "Lakukan itu kepada temanku saja. Mukanya sudah buruk, jadi tidak akan jadi masalah kalau dibuat semakin buruk," Becca seolah menjadikan Oliv sebagai tumbal.


"Apa katamu?! Enak saja kau bilang mukaku buruk! Setidaknya mukaku ini bukan muka plastik seperti mukamu," sengit Oliv tak terima.


"Tutup mulutmu j*lang! Beraninya kau berkata seperti itu. Bersiaplah setelah ini kau akan kembali miskin!" Becca tak kalah sengit.


BRAK!


"CUKUP!"


Sekali lagi, sentakan Sammy diikuti gebrakan meja yang tiga kali lipat lebih keras dari sebelumnya membuat kedua wanita itu terjingkat sampai memejamkan mata.


Pisau yang dipegang Alvin sampai terjatuh ke lantai, bahkan Jeffrey yang sedari tadi hanya fokus dengan dunianya sendiri hampir melempar ponsel yang dipegangnya.


"Benar-benar bangs*t si Sammy. Harusnya aku potong saja tangannya," Jeffrey mengumpat kesal di dalam hati.


"Dasar Anj*ng rabies, niat sekali mau bikin orang mati muda!" batin Alvin yang juga kesal setengah mati.





Bersambung~~


Lanjut besok lagi aja ya, ni kedua telapak tangan sedari tadi kesemutan nggak ilang-ilang. Susah banget dibuat ngetik. Jadi nggak mood mau nulis😢 Apakah ini pertanda penuaan? Oh no😱 Itu tidak boleh terjadi😱


Oya, bagi yang komennya nggak Nofi bales atau like jangan tersinggung ya. Itu karena sama sistem NT di hiding. Jadi nggak bisa Nofi buka..🥺


Terima kasih masih setia nyimak kisah Sean dan Allesya🙏 Author yang paling polos ini mau bobok cantik dulu. Moga malam ini bisa ngimpiin para cowgan beroti sobek pulen🤤🤤🤤

__ADS_1


Lop lop you sekebon pisang, jengkol, pete, sawit dan kebon2 lainnya😘😘😘


__ADS_2