
Evan merupakan siswa laki laki kelas 10A yang bersekolah di sekokah berasrama. Ia memiliki teman sekamar yang juga sekaligus merupakan teman baiknya yang bernama Raihan. Alasan orang tuanya menyekolahkan Evan di sana karena kedua orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga tidak memiliki waktu untuk bersama Evan. Kini Evan baru saja selesai ujian akhir semester. Hari ini merupakan hari terakhir ujian. Evan pun sangat senang sebab tidak akan ada ujian lagi yang menunggu mereka sampai libur semester selesai.
"Akhirnya ujiannya siap juga, kau tau aku tidak bisa menjawab soal nomor lima. Soalnya susah sekali.” ujar Evan yang sedang berjalan bersama temannya Raihan.
"Nomor lima? entahlah aku lupa apa soalnya. Oh iya Evan, ngomong ngomong apakah kamu memegang kunci kamar kita? kunciku terjatuh di lorong, sampai sekarang aku masih belum menemukannya." ucap Raihan sambil mengecek tasnya.
"Kunci? ku rasa ada di tas ku. Nanti di pintu kamar akan aku keluarkan." ujar Evan yang berjalan santai bersama Raihan.
Sekolah Evan memiliki beberapa peraturan yang cukup ketat seperti tidak boleh keluar dari sekolah sebelum libur semester atau tidak boleh membuat keributan ketika di luar sekolah dan seterusnya. Meski dengan beberapa peraturan yang cukup memaksa tapi lama kelamaan Evan pun mulai terbiasa dan sudah bisa mulai beradaptasi dengan hal itu. Saat sampai di pintu kamar mereka Evan pun langsung melepaskan tas nya dan meletakkannya di lantai, Evan pun langsung mencari kunci kamar nya dan ternyata tidak ada. Melihat Evan yang mencari secara terus-menerus Raihan pun langsung khawatir jika Evan menghilangkan kunci tersebut.
"Evan apakah kamu yakin membawa kuncinya?" tanya Raihan.
"Ini aneh. Seingat ku aku meletakkannya di tas." ujar Evan sambil menunjuk tasnya.
Mereka berdua pun langsung mencoba mencari di tas mereka masing masing sampai sampai mereka mengeluarkan semua barang yang ada di tas mereka agar mudah mencari kunci tersebut.
"Bagaimana ini? apakah kamu ingat di mana kamu meletakkannya?" tanya Raihan.
"Entahlah, mungkin aku meninggalkan nya di kelas." jawab Evan sambil mengingat ingat letak kunci kamarnya.
"Mencari ini?" tiba-tiba dari arah samping muncul tangan seseorang yang sedang memegang sebuah kunci.
"Iya ini yang kami cari." Evan pun langsung segera mengambil sebuah kunci dari tangan orang tersebut.
"Eits! di dunia ini tidak ada yang gratis, nanti kamu traktirkan aku bakso yang ada di kantin ya, kebetulan hari ini aku meninggalkan dompet ku di kamar." ucap orang tersebut yang kemudian yang kemudian langsung menarik kunci tersebut dari tangan Evan.
__ADS_1
"Selly? kembalikan kuncinya cepat. Kami tidak memiliki waktu untuk bernegosiasi dengan kamu." ujar Raihan tidak senang.
"Tidak, jika kalian ingin kuncinya kalian traktir aku bakso terlebih dahulu." ujar Selly tidak ingin memberikan kunci tersebut.
"Selly, kamu jangan seperti itu. Cepat berikan kunci itu ke mereka, jika kamu terus seperti itu kamu akan gemuk lho." ucap seorang anak laki-laki yang mulai menghampiri mereka.
"Iya deh, ini kuncinya." Selly pun memberikan kunci kamar milik Evan.
"Siapa itu? tidak biasanya Selly menurut seperti itu. Biasanya dia keras kepala." ungkap Evan keheranan.
"Kamu tidak tahu itu siapa? itu Reza, dia anak kelas 10C. Aku dengar Reza dan Selly itu saling menyukai, mungkin itu alasan Selly memberikan kunci itu ke kita." bisik Raihan.
"Husshh! jangan seperti itu, kita kan tidak tahu. Kamu tau kan Selly itu sangat suka makan, mungkin saja dia di traktir Reza." ujar Evan.
Setelah kunci itu berhasil mereka dapatkan, Evan dan Raihan pun segera masuk ke dalam kamar mereka dan mulai membereskan kamar yang sedikit berantakan itu. Setelah selesai membereskan kamar, Evan pun langsung berbaring di kasurnya sambil memainkan sebuah permainan video di ponsel nya.
"Kira kira kita akan tinggal di mana ya? tahun lalu jika tidak salah kita tinggal di rumah bibi mu, tapi mungkin kali ini lebih baik kita mencari rumah kos saja. Terakhir kali bibi mu memukul ku dengan gayung." ucap Raihan yang tampak mengingat sesuatu yang menyakitkan.
"Ya kan itu karena kamu pergi malam-malam tanpa meminta izin." ujar Evan sambil memasang wajah kesal.
"Hai semuanya, apakah kalian mencari tempat tinggal sementara?" tiba-tiba dari belakang muncul Reza yang sedang membawa sebuah koper yang berisi barang barang miliknya. Ternyata bukan hanya Reza, Selly juga ada di sana tapi sambil memakan sebuah batagor yang ia beli di pinggir jalan.
"Reza? kenapa kamu ada di sini?" tanya Evan.
"Aku sedang menuju ke rumah kos yang ada di sana, apakah kalian ingin ikut?" tanya Reza sambil menunjuk ke arah sebuah gapura.
__ADS_1
"Rumah kos?" tanya Evan kebingungan.
"Iya setiap libur aku selalu tinggal di sana, sebenarnya aku bisa saja langsung pulang. Tapi aku lebih memilih untuk tinggal saja di situ, apakah kalian ingin tinggal bersama ku? di sana aku sendirian, di tambah lagi jika sudah malam sedikit menyeramkan." ajak Reza sambil mengaruk kepalanya.
"Sungguh? kami boleh tinggal bersamamu? tapi bagaimana dengah harga nya?" tanya Evan.
"Tenang saja, untung harga kos nya murah jadi aku tidak masalah dengan itu." jawab Reza.
"Bagaimana dengan Selly? apakah dia akan ikut kita?" tanya Raihan.
"Tidak, dia akan tinggal di sebelah kita bersama teman-temannya" jawab Reza.
"Baiklah kami setuju, terima kasih untuk tawarannya kebetulan kami juga sedang bingung ingin tinggal di mana." ucap Evan sambil mengaruk kepalanya.
Sesampainya di kos milik Reza ternyata di sekitar kos itu cukup ramai dan Reza juga miliki banyak tetangga dan juga tidak lupa di kos tersebut terdapat banyak pohon sehingga suasanya terlihat rindang. Raihan pun langsung berjalan ke sebuah rumah kos yang tampak di penuhi oleh dedaunan kering.
"Apakah ini kos mu?" tanya Raihan.
"Iya. Memang sedikit kotor karena lama tidak ku tinggali. Ngomong-ngomong Selly akan tinggal di sebelah kita bersama teman-temannya. Jadi kita mungkin akan sering bertemu dengan dia di luar karena di sini juga banyak orang yang berjualan jajanan seperti tahu, bakso dan lain-lain." jelas Reza menjelaskan lingkungan di sana.
Saat masuk ke dalam kos nya Reza ternyata fasilitasnya cukup lengkap. Anehnya harga dari kos itu cukup murah dan bisa di bilang mudah terjangkau di banding dengan harga kos lainnya yang harganya sedikit lebih tinggi.
"Kelihatannya fasilitas di kos ini cukup lengkap, tapi kenapa harganya cukup murah?" tanya Evan penasaran.
"Entahlah. Oh iya, nanti kamar kalian berdua di samping kamar ku ya. Sudah ya aku ingin membereskan kamar ku terlebih dahulu." ujar Reza yang mulai memasuki kamar miliknya.
__ADS_1
"Baik, kami juga ingin membereskan kamar kami. Yuk Evan kita masuk ke dalam.” ajak Raihan yang langsung masuk ke dalam kamar duluan.
"Baik." jawab Evan sambil membawa koper miliknya.