
Beberapa saat yang kemudian, kapal mereka sudah datang dan kapal itu juga akan membawa mereka ke Pulau Sujapa. Perjalanan dari pelabuhan menuju pulau ternyata cukup lama karena memakan sampai 2 hari, jadi mereka mungkin akan menghabiskan 2 hari mereka dari rencana 2 minggu liburan mereka yang hanya tersisa 11 hari di kapal itu.
Mereka pun akhirnya di berikan sebuah kartu yang akan bisa membuka kamar menginap mereka yang ada di kapal itu. Tapi sayangnya 5 menit setelah kapal pergi, terjadi sesuatu yang berada di luar dugaan mereka.
"Hoekkkk....."
"Astaga Evan, jika kamu mabuk laut kenapa kamu memilih ke sini? naik kapal pula itu" Ujar Raihan yang sedang memegang plastik yang berisi muntahan Evan.
"Entahlah, aku tidak pernah naik kapal sebelumnya. Jadi aku tidak pernah tau jika aku mabuk laut, Hoeekkkk....." Jawab Evan yang masih saja muntah.
"Selly cepat kamu ambil plastik baru, sepertinya plastik ini akan penuh" Ujar Reza yang melihat bahwa plastik yang di pegang Raihan sudah akan penuh.
"Apa? kenapa harus aku? tidak, aku tidak mau" Ujar Selly jijik.
"Sudah cepat saja pergi, aku tidak meminta mu memegang plastik nya kan..." Ujar Reza kesal.
"Iya iya aku akan segera mengambil nya" Ujar Selly yang langsung segera pergi mengambil plastik untuk Evan.
"Evan apakah kamu baik baik saja? jika masih mual aku akan membawa mu ke kamar kita bertiga" Ujar Reza.
"Sudah tenang saja aku baik baik saja. Hoekkk..." Evan memang mengatakan jika ia baik baik saja, tapi di mata Reza ia berbohong.
"Ini plastik nya" Ujar Selly sambil mengambil 2 buah plastik untuk berjaga jaga.
"Kenapa kamu membawa 2 plastik?" Tanya Reza heran.
"Sudah cepat pakai saja, itu untuk berjaga jaga" Ujar Selly sambil meletakan kedua plastik itu ke tangan Reza.
Karena mabuk laut milik Evan sangat parah, maka mereka semua pun sepakat jika akan membawa Evan ke kamar mereka saja agar Evan bisa beristirahat dan juga berharap agat mabuk laut nya cepat selesai. Jika saja mereka berada di perairan yang tenang, bisa saja itu akan membuatnya lebih baik baik saja. Tapi sayangnya perairan yang mereka lewati cukup sedikit bergelombang sehingga membuat sedikit guncangan setiap beberapa saat.
"Baiklah karena Evan sedang berada di kamar, bagaimana kita mencoba makanan prasmanan yang ada di sana? kelihatannya cukup enak" Ujar Selly sambil menunjuk ke arah sebuah meja panjang yang berisikan banyak makanan yang boleh mereka ambil sesuka hati.
__ADS_1
"Sudah nanti saja, kamu baru saja makan di pelabuhan tadi" Ujar Raihan.
"Memangnya kenapa? suka suka aku lah" Balas Selly sambil membalikkan badannya.
"Kalian memang seperti tikus dan kucing" Ujar Reza.
"Sungguh?" Tanya Selly senang.
"Ketidakakuran nya!" Ujar Reza sambil menaikkan nada suaranya.
"Kalo gitu aku tidak mau" Ujar Selly ngambek.
"Tidak mau apa?" Tanya Raihan heran.
"Tidak mau jadi Tikus" Jawab Selly sambil berbalik ke arah teman temannya.
Entah apa yang mereka lakukan saat ini, Evan masih berada di kamar dan terus saja muntah muntah karena terus mual gara gara mabuk laut nya.
"Kenapa aku harus mual di saat seperti ini sih?" Tanya Evan sambil duduk disamping tempat tidur yang ada di kamar tersebut.
"Sepertinya aku harus mencari air minum, mungkin itu akan membuat ku menjadi lebih baik" Ujar Evan.
"Pengumuman...di sini kapten kapal kalian yang berbicara, berdasarkan perkiraan cuaca, sepertinya kita akan melewati awan badai. Di harapkan untuk segera masuk ke kamar masing masing sampai pemberitahuan lebih lanjut. Dan untuk fasilitas lainnya seperti makanan dan lain lain bisa di dapatkan di bawah lantai penginapan kapal. Sekian terima kasih "
"Sepertinya aku akan mengambil air minumnya di bawah saja" Ujar Evan sambil berbalik kembali menuju tangga yang akan membawanya ke bawah.
Sementara itu di lantai paling pertama kapal, terlihat bahwa langit mendung sudah mulai menunggu mereka di depan. Selain itu, angin juga sudah mulai bertiup kencang sehingga mereka sepertinya harus bersiap siap pada awan tersebut.
"Yaahhh... padahal baru saja aku ingin makan makanan prasmanan itu" Ujar Selly kesal.
"Sudahlah, jangan makan saja yang kamu pikirkan. Sudah cepat masuk. Nanti kenapa kenapa gak ada yang mau tanggung jawab loh" Ujar Reza sambil menarik tangan Selly.
__ADS_1
Saat masuk ke dalam kamar, terlihat Evan sudah tidak ada karena ia masih mengambil air minum saat mereka sedang menuju ke kamar dan saat mereka di kamar.
"Loh Evan ke mana? ini kamar kita kan?" Tanya Raihan heran.
"Tentu saja ini kamar kita, lihat tas kita juga ada di sini. Sudah jangan khawatirkan Evan. Lagi pula perairan yang kita lewati sedang tidak bergelombang, jadi tidak mungkin dia akan muntah" Ujar Reza sambil naik ke kasur miliknya.
"Iya juga sih... baiklah jika seperti itu" Raihan pun mulai berpikir positif dan tidak terlalu mengkhawatirkan Evan lagi.
"Raihan aku ambil tempat tidur yang ada di atas ya" Ujar Selly.
"Yaudah ambil saja sana, lagi pula aku tidak ingin kejedot langit langit kamar" Jawab Raihan seakan akan tidak peduli.
"Tidak mungkin bisa kejedot" Ujar Selly santai.
"Yaudah suka hati kamu saja, yang penting aku tidur di bawah dan Evan tidur di atas. Kalian jangan sampai ribut" Jawab Reza.
Sementara itu kembali ke Evan yang sedang mengambil air minum untuk membuatnya merasa lebih baik, terlihat di bawah lantai penginapan terdapat banyak makanan dan meja yang sudah tersedia. Apalagi di kapal itu terdapat dapur terbuka sehingga mereka bisa melihat proses pembuatan makanan yang mereka inginkan.
"Wah... ternyata di sini ramai juga" Ujar Evan sambil berjalan mencari air minum.
Setelah berjalan selama beberapa saat, ia menemukan sebuah kulkas yang berisi beberapa minuman. Tanpa pikir panjang ia pun langsung mengambil air mineral yang ada di kulkas itu dan langsung membayarnya di sebuah kasir dekat pintu masuk tempat itu.
Setelah membayar minuman tersebut, Evan pun segera pergi ke kamar mereka dan saat masuk tentu saja ia langsung di sambut oleh Reza, Raihan dan Selly yang sedang santai.
"Kalian sudah ada di sini ya?" Tanya Evan terkejut melihat teman temannya yang sudah ada di sana.
"Iya di luar anginnya cukup kencang, jadi kami di suruh masuk" Jawab Raihan.
"Kalo seperti itu kita ingin memainkan permainan apa agar tidak bosan?" Tanya Evan.
"Bagaimana jika Truth or Dare saja?" Tanya Selly.
__ADS_1
"Boleh juga" Jawab Reza.
To be contiune >>>