
Mobil itu pun langsung segera berhenti di sebuah rumah yang cukup besar. Reza terlihat langsung mengambil koper miliknya dan boneka keramik itu.
"Tunggu apa lagi? ayo cepat keluar." Ujar Reza.
"Itu tempat tinggal sementara kita!?" Tanya Evan kaget.
"Ceritanya akan sedikit panjang, tapi nanti akan ku beritahu di saat makan malam nanti." Ujar Reza.
Evan dan Raihan pun langsung turun dari mobil itu. Terlihat cukup banyak orang di sekitar sana yang langsung keluar ketika Reza keluar dari mobil itu.
"Reza? sejak kapan kamu kembali?" Tanya seorang wanita yang keluar dari salah satu rumah yang ada di sana.
"Baru saja, bagaimana dengan Jessi? apakah dia sehat?" Tanya Reza.
Reza pun langsung berbincang sedikit dengan orang orang yang ada di sana. Sementara itu, Raihan dan Evan heran mengapa Selly tak kunjung kunjung keluar.
"Selly kenapa masih belum keluar?" Tanya Evan heran.
"Entahlah, coba kamu panggil." Ujar Raihan.
"Sel!! Selly! cepat keluar! nanti di tinggal lho!" Ujat Evan.
Sudah sekitar 3 kali Evan memanggil Selly, tapi tidak ada jawaban. Reza pun langsung menghampiri mereka dan bertanya kenapa Evan berisik.
"Kenapa kalian berteriak seperti itu?" Tanya Reza.
"Selly tidak mau keluar." Ujar Evan.
"Kan kamu bisa mengecek ke dalam." Reza pun kembali masuk ke dalam mobil itu.
Ternyata di dalam mobil, Selly yang seharusnya duduk di kursi paling belakang malah menghilang seperti di telan bumi.
"Sel? di mana dia?" Tanya Reza heran.
Ngoookkk!!....
Secara tiba tiba terdengar suara dengkuran seseorang yang keras dari arah kursi paling belakang. Reza pun segera memeriksa dan ternyata itu adalah Selly yang tertidur sambil berbaring di kursi belakang itu.
"Dasar Selly. Ku kira kamu ketinggalan di kos." Ujar Reza setelah melihat Selly yang tertidur pulas.
Reza pun langsung menutup hidung Selly selama beberapa detik dan Selly langsung terbangun karena tidak bisa bernafas.
__ADS_1
"Apa apaan itu tadi? kamu tau tidak itu berbahaya." Ujar Selly.
"Habis kamu itu susah di bangunkan sih." Ujar Reza.
Selly pun langsung keluar sambil membawa koper miliknya. Tentu saja hal yang pertama kali membuatnya terkejut adalah tempat yang mereka datangi untuk tinggal sementara sangatlah besar.
"Tempat apa ini?" Tanya Selly heran.
"Ku rasa tempat tinggal sementara kita." Ujar Evan yang juga sedikit tidak percaya tapi memang itulah faktanya.
"Kenapa kamu kembali ke sini? kamu sebelumnya mengatakan jika tidak ingin kembali." Ujar wanita yang berbicara dengan Reda sebelumnya.
"Kos tempat kami tinggal akan di renovasi. Jadi kami untuk sementara akan tinggal di sini." Ujar Reza.
"Ku kira kamu akan kembali tinggal di sini lagi." Ujar perempuan itu.
"Maaf tapi setelah kejadian itu, aku tidak nyaman jika lama lama di sini." Ujar Reza.
"Iya juga, apalagi saat hanya kamu saja yang tersisa. Astaga kenapa aku harus membahas masalah itu lagi? maafkan aku ya Reza" Ujar perempuan itu.
"Tidak apa apa, lagi pula aku juga tidak bisa mengembalikan semuanya seperti semula." Ujar Reza.
Evan dan Raihan tidak memahami apa yang Reza dan perempuan itu maksud. Kejadian apa yang membuat Reza tidak suka lama lama di sana, dan apa hubungan Reza dengan tempat itu. Tapi yang mereka tau, semua akan terungkap saat makan malam nanti.
"Aku tadi hanya berbicara sedikit dengan beberapa penghuni yang ada di sini." Ujar Reza.
Reza terlihat sangat akrab dengan semua penghuni itu seperti sudah mengenal mereka semua cukup lama. Reza pun juga terlihat senang saat berbicara dengan semua orang itu.
"Baiklah nanti kita lanjutkan pembicaraan ini. Kasihan ketiga teman Reza menunggu." Ujar pria itu.
"Baiklah, sampai jumpa Reza. Dan jangan ragu ragu untuk mampir ke rumah ibu ya." Ujar perempuan itu.
"Baik, aku pasti akan mampir." Ujar Reza.
Mereka semua pun langsung memasuki rumah itu dan ternyata isi bagian dalam rumah itu terlihat sangat tertata rapi dan sangat besar di banding di lihat dari luar.
"Baiklah Reza, kamu ajak teman teman ku berkeliling. Aku akan menunggu di meja makan.
Pria itu pun langsung pergi dan meninggalkan
"Baiklah, untuk sementar kalian tidur di kamar tamu." Ujar Reza.
__ADS_1
"Jadi kamu tidur di mana?" Tanya Evan.
"Aku? aku sudah punya kamar ku sendiri." Ujar Reza.
"Apa!? tunggu dulu, apakah kamu bisa menceritakan apa hubungan mu di sini? aku sedikit bingung dan pusing." Ujar Evan yang sangat tidak paham dengan semua ini.
"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya saat makan malam. Jadi kalian susun saja barang barang kalian dan setelah itu kita akan makan malam bersama." Ujar Reza.
"Ngomong ngomong di mana boneka keramik itu?" Tanya Selly.
"Aku menyimpannya di suatu tempat." Ujar Reza sambil memandang sebuah kamar yang tidak jauh dari sana.
Evan, Raihan dan Selly pun segera masuk ke dalam kamar tamu. Di dalam kamar tamu, mereka semua di kejutkan dengan sebuah foto keluarga yang terlihat terdiri dari 5 orang.
"Foto apa ini? apakah ini foto keluarga milik pria itu?" Tanya Raihan sambil memperhatikan gambar yang ada di sana.
Di dalam foto itu, terlihat seorang anak perempuan kecil yang sedang memangku boneka keramik yang terlihat sama persis dengan yang di miliki oleh Reza.
"Boneka ini terlihat tidak asing bagiku." Ujar Selly sambil memperhatikan gambar boneka keramik itu.
Selly pun langsung fokus melihat boneka itu dan lama kelamaan ia merasa tidak nyaman. Ia merasa gambar anak kecil perempuan yang terus ia pandang seperti memandangnya kembali.
BRAKKK!!!
"Ahhh!!!" Selly pun langsung berteriak terkejut ketika mendengar suara pintu yang dibuka dengan keras.
"Kenapa kamu berteriak? aku hanya membuka pintu." Ujar Reza.
"Semua juga akan berteriak jika kamu membuka pintu sekeras itu." Ujar Selly.
"Kurasa tidak, Evan dan Raihan saja tidak berteriak keras seperti mu." Ujar Reza.
"Aku sebenarnya sedikit terkejut, tapi tidak sampai berteriak sekeras itu." Ujar Evan sambil menyusun barang barang miliknya.
"Sudahlah lupakan saja, apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Selly.
"Ayo cepat turun. Makan malam sudah di sajikan." Ujar Reza.
"Baiklah kami akan turun." Ujat Selly.
Mereka pun langsung segera meninggalkan kamar itu dan menuju ke ruang makan berada. Di ruang makan, terlihat bukan hanya ada pria yang tadi bersama mereka, tapi ada 2 suami istri lain yang juga makan di sana..
__ADS_1
To be contiune >>>