Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Pulang Atau Tinggal? (Bagian 3) - Episode 83


__ADS_3

"Kamu tidak bisa bebuat seenakmu! apakah dia itu anakmu!? bukankan!?" Pak Akbar pun mulai berteriak di depan Paman Reza dan dari itu Evan pun mulai terbangun.


Setelah menceritakan semua itu, Raihan pun kembali diam dan keheningan pun mulai memenuhi kamar.


"Jadi itu semua alasan kenapa Reza tiba tiba seperti ini?" Tanya Evan yang tidak terlalu percaya dengan semua cerita itu.


"Kurang lebih begitu, tapi setelah kamu pergi kembali ke Kamar, orang itu masih masih memberikan kata kata yang mungkin cukup melukai Reza." Jawab Raihan.


Tok tok tok!


Suara ketukan pintu pun mulai terdengar. Selly yang mendengar ketukan itu pun langsung berjalan dan membuka pintu Kamar tersebut. Di luar terlihat Bu Mira yang tampak sedikit memasang wajah khawatir.


"Kalian semua ada di sini ternyata. Bisakah kalian keluar sebentar? a-ada sesuatu yang aku bicarakan dengan Reza." Ucap Bu Mira dengan nada yang tampak tidak berani bicara dan juga seperti memaksakan diri untuk bersikap tenang.


Evan dan lainnya pun mulai berjalan keluar Kamar dan meninggalkan Reza dan Bu Mira berdua di sana. Di Ruang Tamu terlihat Pak Akbar yang tampak khawatir dan juga kesal. Di saat bersamaan, Bu Winata dan Pak Sarya pun terlihat hanya bisa duduk diam dan tidak berbuat apapun. Hanya ada rasa canggung dan juga suara suara orang luar yang tengah membicarakan kejadian di Rumah itu sebelumnya.


"Kenapa suasana di sini canggung sekali!? qku tidak tahu harus berkata apa!" Gumam Evan yang merasa tidak nyaman dengan semua keheningan ini.


Tak lama kemudian, Pak Akbar tampak menghela nafas panjang dan meminta mereka semua untuk duduk. Evan dan lainnya pun hanya bisa menuruti perkataan Pak Akbar karena tidak tahu harus berbuat apa lagi.


"Kalian duduklah. Ada yang ingin aku bicarakan." Ucap Pak Akbar mengajak Evan dan lainnya untuk duduk sambil membicarakan sesuatu.


Setelah semuanya telah duduk di tempatnya masing masing, Pak Akbar pun mulai bertanya sambil memasang wajah cemas dan juga ragu. Pak Akbar pun juga mulai berpikir jika mungkin akan lebih baik jika mereka semua kembali pulang saja. Karena jika mereka terus berada di sana, mereka hanya akan mendapatkan luka yang lebih banyak lagi.


"Kurasa mungkin akan lebih baik jika kalian pergi saja dari sini." Ucap Pak Akbar dengan terpaksa.

__ADS_1


"Apa!? apakah Bapak juga berpikir jika kami hanya membawa masalah?" Tanya Selly kaget mendengar ucapan Pak Akbar.


"B-bukan. Kalian jangan salah paham dulu. Bukan itu yang aku maksud." Jawab Pak Akbar panik takut di kira sama saja dengan Paman Reza yang mengira jika mereka hanya pembawa masalah.


"Jadi?" Lanjut Selly dengan heran.


"Aku rasa kalian sudah banyak mengalami hal hal buruk di sini. Dari harus membantu kami mengurung Ghakia, sampai harus menerima kata kata tidak baik dari Paman Reza. Sepertinya kalian sudah banyak mendapatkan luka di sini, jadi mungkin akan lebih baik jika kalian pulang saja." Jelas Pak Akbar dengan terpaksa.


Evan dan lainnya pun hanya bisa diam karena apa yang di katakan oleh Pak Akbar juga ada benarnya. Mereka tidak akan mungkin bisa tinggal di sana lebih lama jika keadaan semakin memburuk. Sementara itu di Kamar, Bu Mira tampak berusaha untuk berbicara dengan Reza agar Reza tidak terlalu bersedih hati lagi.


"Reza, aku ingin bertanya padamu. Apakah kamu marah dengan Pamanmu?" Tanya Bu Mira.


Mendengar pertanyaan dari Bu Mira, Reza pun mulai menjawab pertanyaan itu meski dengan singkat dan juga tidak bertele tele.


"Tidak juga..." Ucap Reza dengan suara yang masih tampak pasrah dan seakan akan semuanya akan berakhir.


"Bu mira..." Tak lama setelah beberapa pertanyaan Bu Mira ajukan, Reza pun mulai memanggil nama Bu Mira.


"Ada apa Reza?" Tanya Bu Mira yang berharap Reza sudah baik baik saja.


"Apakah aku ini memang pembawa masalah?" Tanya Reza.


Pertanyaan itu tentu saja sedikit membuat Bu Mira kaget karena jarang jika Reza mengajukan pertanyaan seperti itu. Bu Mira pun mulai berpikir jika alasan Reza bertanya seperti itu karena Reza masih kepikiran dengan perkataan Pamannya sendiri.


"Apakah kamu masih memikirkan pertanyaan Paman mu itu?" Tanya Bu Mira.

__ADS_1


Reza pun hanya memalingkan matanya dan tidak menjawab apapun. Bu Mira pun mulai menjelaskan jika Reza bukanlah pembawa masalah dan memberitahu jika kedatangannya malah membawa kebaikan untuk semua orang yang ada di sana.


"Kamu sama sekali tidak membuat masalah. Tidak ada yang namanya anak pembawa masalah. Kamu justru membawa gelombang baru di sini." Ucap Bu Mira menghibur Reza.


"Apa maksud ibu dengan gelombang baru?" Tanya Reza heran.


"Sebelum kamu datang, rumah ini tidak sehidup dan seramai ini. Lagi pula kamu juga merupakan sesuatu yang hilang di sini. Kini kamu sudah kembali, kembali ke tempat asal mu yang sebenarnya. Jadi ku mohon, tetaplah tinggal di sini untuk sebentar saja. Setidaknya sampai kami sudah bisa melepas kepergian mu nantinya."Ucapan Bu Mira pun mulai sedikit membuat Reza merasa baikan. Senyum yang samar samar pun mulai terlihat di wajah Reza dan itu mungkin saja pertanda baik.


Reza pun mulai menyembunyikan senyum kecilnya itu karena tidak ingin jika dikira aneh senyum sendiri. Mungkin jika Evan dan lainnya melihat senyum itu, mereka pasti juga akan ikut tersenyum dan tidak ketakutan lagi.


Setelah semua pembicara itu, Reza dan Bu Mira pun mulai keluar dari Kamar dan menghampiri mereka yang ada di Ruang Tamu. Terlihat keadaan di sana masih sama. Hening dan tidak ada suara sedikitpun.


"Kenapa kalian lesu seperti ini?" Tanya Reza menghampiri mereka semua.


"Kami hanya berpikir mungkin ada baiknya jika kalian-" Sebelum Pak Akbar bisa menyelesaikan perkataannya, Reza langsung memotong pembicaraan.


"Tidak, kami tidak akan pulang." Potong Reza yang bisa menebak apa yang akan Pak Akbar ucapkan.


"Tapi apakah kamu akan baik baik saja?" Tanya Evan khawatir.


"Tenang saja semua akan baik baik saja." Kalian tidak perlu khawatir.


"Huh?" Evan pun heran karena secara tiba tiba Reza langsung tampak baik baik saja.


"Sudah kalian santai saja, semua akan baik baik saja. Sekarang ayo kita ke Kamar dan bermain game." Ucap Reza mengajak semuanya bermain game bersama

__ADS_1


Pada akhirnya Reza pun mulai berbicara banyak dan menghidupkan suasana kembali. Mungkin Bu Mira ada benarnya juga, Reza telah membawa gelombang baru di sana.


To be contiune >>>


__ADS_2