Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Vila penginapan - Episode 18


__ADS_3

Akhirnya kapal pun langsung berhenti di tempat yang memang sudah seharusnya yaitu di Pulau Sujapa. Mereka pun langsung turun dengan membawa barang bawaan mereka, dan di tambah pemandangan sore membuat semuanya terkesan lebih indah. Tapi Sebutan kejutan karena tidak ada yang menghalangi mereka dalam berlibur kali ini, tapi apakah akan selalu seperti itu?


"Akhirnya kita sampai juga di sini, dan lebih bagusnya aku bisa bebas dari muntah lautnya Evan" Ujar Selly kegirangan.


"Kamu tidak perlu mengatakannya keras keras" Ujar Evan sambil menahan kekesalan nya.


"Sudah sudah, sekarang di mana vila penginapan yang kamu katakan tadi Evan?" Tanya Reza.


"Jika tidak salah di sebelah sana..." Ujar Evan sambil menunjuk ke arah sebuah bangunan yang terbuat dari kayu dan terkesan lebih ke arah rumah hantu di banding vila penginapan.


Memang di sana hanya terlihat pohon dan beberapa tanaman lainnya seperti semak semak, bunga, rumput dan lain lain. Tapi setidaknya ada sebuah lampu hiasan yang sangat indah dan menemani mereka. Di lampu itu terdapat sebuah gambar candi yang cukup bagus.


Malam pun mulai menyinsing dan suara jangkrik juga mulai menemani mereka. Satu satunya hal aneh di sana hanya mereka saja yang berjalan di sana, semua orang yang turun bersama mereka sudah tidak terlihat lagi. Seakan akan hilang di telan oleh bumi.


Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama. Mereka sudah bisa melihat keramaian yang ada di tempat yang mereka tuju.


"Akhirnya kita sampai juga, ternyata tidak terlalu jauh dari kelihatannya ya. Di sini juga ramai" Ujar Evan.


"Iya, oh iya ngomong ngomong bagaimana cara menyewa kamar di sini?" Tanya Raihan.


"Tenang saja, itu bisa ku urus" Jawab Evan yang langsung pergi meninggalkan mereka dan segera ke arah sebuah pondok kecil yang menjual beberapa makanan dan juga sebagai tempat memesan kamar.


"Aku akan ikut dengan nya..." Ujar Selly dengan nada datar.


"Ehh...? kenapa dia ke sana? biasanya dia suka bersama mu" Ujar Raihan untuk sedikit mengganggu Reza.


"Sudah lupakan saja, mungkin dia ingin makan" Ujar Reza yang memaklumkan hal tersebut.


"Iya juga sih, lagi pula dia juga doyan makan" Ujat Raihan.


Sementara itu, ke tempat Evan ingin memesan kamar. Evan sepertinya mengalami sedikit kendala, karena pemilik gubuk itu melarang Evan untuk memesan dan memintanya untuk memesan tenda saja.


"Kenapa tidak boleh pak? bukankah di sini ada 20 kamar. Tapi kenapa aku tidak boleh memesan kamar nomor 04?" Tanya Evan heran.


"Jangan nak, kamar itu tidak pernah bagus untuk yang mengisap di sana. Lagi pula keadaan kamar itu sekarang juga sedang tidak terurus, jadi sangat tidak mungkin aku bisa memberikannya pada kalian. Lebih baik kamu memesan tenda saja ya" Ujar bapak bapak penjaga gubuk kecil tersebut.


"Sudah pak tidak apa apa, nanti juga tinggal kami bersihkan sedikit" Ujar Evan santai.

__ADS_1


"Jangan nak, kamu pasti tidak akan menyukai kamar itu" Bapak bapak tersebut pun semakin gigih agar Evan tidak memesan kamar tersebut.


"Sudah pak, jadi seperti ini saja. Aku akan membayar nya dua kali lipat, bagaimana? setuju?" Tanya Evan.


"Tidak, kamar itu tidak untuk di sewa" Jawab bapak penjaga gubuk tersebut.


"Tadi katanya di sewa, kok sekarang tidak" Tanya Evan heran.


"Kamar itu sudah ada orang nya" Jawab bapak tersebut.


"Lho tadi katanya tidak di sewa, sekarang ada orangnya. Sekarang mana sih yang bentul!?" Evan pun semakin di buat heran oleh bapak tersebut.


"Iya iya, ini kuncinya. Tapi jika kamu tidak suka jangan temui aku, setuju?" Tanya bapak tersebut.


"Nah... jika seperti ini sejak awal kan lebih mudah, baiklah pak ini uangnya. Terima kasih" Ujar Evan sambil meletakkan uang tersebut.


Kemudian bapak itu pun langsung mengambil kunci kamar nomor 04 yang tergantung di belakang nya. Wajah bapak itu saat sedang ingin mengambil kunci kelihatan sangat gelisah dan juga takut, selain itu kelihatan jika ia juga sedikit ragu saat ingin memberikan kunci itu pada Evan.


Setelah Evan menerima kuncinya, ia pun langsung ingin mencoba beberapa buah yang ada di sana. Agar tidak membuat Reza khawatir, ia pun langsung pesan massage pada Reza terlebih dahulu.


"Tunggu sebentar Raihan, sepertinya ada pesan" Ujar Reza sambil mengeluarkan ponselnya.


"Dari siapa?" Raihan.


"Sepertinya dari Evan" Ujar Reza.


[Evan : Reza aku sudah mendapatkan kuncinya. Aku akan mencoba beberapa buah di sini, jika kamu ingin ikut jangan lupa ajak Selly dan Raihan.]


^^^[Reza : Tunggu bukannya Selly bersama mu? ]^^^


[Evan : Apa!? kamu jangan ngaur deh, sudah ya jangan lupa ajak mereka berdua.]


Reza pun langsung di buat heran karena seingatnya Selly mengatakan jika ia akan ikut bersama Evan untuk menyewa kamar. Akhirnya untuk memastikan ia pun langsung bertanya kepada Raihan.


"Raihan, kamu ingatkan jika Selly mengatakan jika ia akan ikut Evan untuk mengambil kunci?" Tanya Reza heran.


"Sudah, mungkin Selly tiba tiba melihat makanan dan kemudian ia pergi makan" Jawab Raihan santai.

__ADS_1


"Iya juga sih..." Jawab Reza.


"Jadi apa yang Evan katakan?" Tanya Raihan.


"Evan hanya meminta kita untuk ke tempatnya berada, ia juga makan buah di sana" Jawab Reza.


"Baiklah, ayo kita ke sana" Ujar Raihan.


"Baiklah" Jawab Reza.


Ting...!


Tiba tiba Reza pun langsung berhenti saat mendengar bahwa ponselnya berbunyi. Saat ia memeriksa ternyata ada yang mengirimkan pesan padanya, tapi siapa?


"Apakah Evan mengirimkan pesan lagi? tapi mengapa?" Tanya Reza heran.


[Selly : Reza kalian di mana? aku takut di sini sangat gelap.]


"Ehh Selly? kenapa dia memberikan pesan ke aku? dan kenapa dia mengatakan jika di tempat ia berada gelap? bukannya di sini terang benderang?" Tanya Reza heran.


"Kenapa Reza? apakah ada yang salah?" Tanya Raihan heran.


"Ehhh... lebih baik kamu membaca nya deh" Jawab Reza sambil sedikit memasang wajah takut.


Reza pun langsung memberikan ponselnya kepada Reza. Tapi wajah Reza kelihatan baik baik saja dan tidak merasa aneh sama sekali, di saat yang bersamaan pula Evan langsung muncul dan menghampiri mereka berdua.


"Kalian kenapa masih berada di sini?" Tanya Evan heran.


"Ehh... ini Selly mengirimkan pesan pada ku, jadi dia mengatakan jika dia takut karena gelap. Tapi padahal kan di sini terang" Ujar Reza.


"Mungkin dia hanya ingin menjahili kita" Ujar Raihan.


"Setauku Selly itu memang tidak suka dengan tempat gelap, jadi kalo ada sesuatu yang berhubungan dengan gelap. Dia sudah pasti tidak bercanda" Ujar Reza.


"Baiklah mungkin kita tanya penjaga yang ada di dekat pintu masuk area vila. Mungkin dia tau sesuatu" Ujar Evan.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2