
"Jika tidak salah kamu mengatakan jika kalian berkomunikasi dengannya dengan menggunakan kertas. Kenapa tidak dengan cara itu saja?" Tanya Bu Mira yang tampak tidak ingin jika Pak Akbar dan Bu Winata mengambil resiko sebesar itu.
"Jika kita bisa menyelesaikan permainan itu dia akan bisa mengabulkan satu permintaan kita. Jadi kita bisa memintanya untuk mengatakan yang sebenarnya." Jawab Bu Winata.
"Tapi ku rasa tidak ada gunanya kita meminta hantu itu untuk mengatakan yang sebenarnya. Sumar mungkin tidak akan pernah mengakui itu." Pak Akbar pun tampak merasa jika akan percuma jika mereka mencari tahu kebenaran dari semuanya.
"Ngomong ngomong apakah kalian akan melibatkan anak anak itu?" Tanya Bu Mira.
"Tentu tidak. Permainan ini sedikit berbahaya, jadi tidak mungkin kita akan membiarkan mereka mempertaruhkan nyawa." Jawab Bu Winata.
Di saat mereka berempat tengah berbicara, dari Kamar Prayan terlihat Reza yang tampak tadi hanya pura pura tidur dan juga sedang menguping semua pembicaraan mereka dari belakang pintu.
Keesokan harinya, karena Paman Reza telah tidak mengizinkan Pak Akbar, Bu Winata dan Pak Sarya menginjakkan kaki ke rumah itu, kini mereka memutuskan untuk tetap menginap di Rumah Bu Mira.
"Jadi kapan kita akan melakukannya?" Tanya Bu Winata sambil membawakan sebuah kopi untuk Pak Akbar.
"Mungkin malam ini. Tapi di mana kita akan melakukannya? kita tidak bisa melakukannya di rumah itu." Ujar Pak Akbar sebelum menyeduh kopi miliknya.
Ketika Bu Winata dan Pak Akbar tengah subuh berbicara dan membahas mengenai kegiatan mereka selanjutnya, dari Kamar Prayan keluar Reza yang tampaknya baru saja bangun pagi.
"Reza? kamu sudah bangun? bagaimana tidur mu?" Tanya Bu Winata yang langsung tampak tidak menyembunyikan apapun dari Reza.
Reza yang sebelumnya sudah tahu apa yang mereka berdua bicarakan semalam pun hanya bisa diam dan pergi begitu saja. Bu Winata dan Pak Akbar yang tidak mengetahui Reza sudah tahu semuanya hanya bisa menatap heran ke Reza.
"Kenapa dia tidak menjawab ku?" Tanya Bu Winata heran.
"Sudah tidak apa apa, mungkin itu karena dia baru saja bangun." Ucap Pak Akbar yang kembali menyeduh kopinya setelah berbicara.
__ADS_1
Kembali ke Reza, ia pun tampak berjalan menuju ke Dapur untuk menemui Pak Sarya. Dari wajahnya sepertinya akan ada pembicaraan serius antara mereka berdua. Setelah sampai di depan pintu Kamar Tamu, Reza pun langsung segera mengetuk pintu untuk memeriksa apakah Pak Sarya ada di dalam atau tidak.
Tok tok tok!...
"Iya silakan masuk!" Teriak Pak Sarya dari dalam Kamar Tamu.
Reza pun langsung segera memasuki Kamar itu dan di dalam terlihat Pak Sarya yang tengah merapikan koper yang berisi pakaian dan benda benda miliknya.
"Reza? kenapa kamu datang ke sini? apakah ada masalah?" Tanya Pak Akbar.
"Bukan apa apa selain sesuatu yang ingin aku tanyakan." Ucap Reza dengan Serius.
"Sesuatu yang ingin di tanyakan? apa itu?" Tanya Pak Sarya.
Reza pun memulai sedikit berbasa basi agar suasana tidak terlalu canggung, tapi lama kelamaan ia mulai mengubah topik mengenai rencana Pak Akbar dan Bu Winata nanti malam. Di saat Reza tengah berbicara ke Pak Sarya Di Kamar Tamu, di Ruang Tamu terlihat Bu Winata dan Pak Akbar yang tengah memusingkan sesuatu.
"Hahh... ini mengenai rencana kita nanti malam. Untuk melakukan permainan itu kita perlu rumah seseorang, tapi tidak rumah kosong di komplek perumahan ini. Selain itu sangat tidak mungkin kita bisa menyewa rumah di waktu yang seperti ini." Ujar Pak Akbar yang tampak sangat pusing memikirkan itu.
"Memang kenapa? kan 3 kilometer dari sini ada buah komplek perumahan yang lain. Jika perlu aku akan membantu kalian dalam proses sewanya." Ujar Bu Mira.
"Tidak bisa, kita tidak boleh memindahkan Ghakia sejauh itu. Aku khawatir akan sangat berbahaya." Ujar Pak Akbar.
"Kalo begitu pakai saja Rumah ini. Suamiku tidak akan berada di rumah untuk beberapa waktu karena pekerjaannya. Jadi kalian bisa memakai Rumah ini." Ujar Bu Mira.
"Tapi bagaimana dengan anak anak?" Tanya Pak Akbar.
"Serahkan saja mereka pada ku. Kalian lakukan saja yang perlu kalian lakukan." Ucap Bu Nira dengan sangat santai seperti semuanya akan mudah dan lancar.
__ADS_1
"Baiklah, nanti malam ini kamu ajaklah mereka pergi. Jika sudah selesai kami akan menelepon kalian." Ujar Pak Akbar lega.
Kembali ke Kamar Tamu, setelah Reza menceritakan semua itu Pak Sarya tampak sangat terkejut karena semua yang Reza katakan itu belum di beritahu olehnya.
"Bagaimana kamu bisa mengetahui itu?" Tanya Pak Sarya kaget.
"Anggap saja aku sudah mengetahui itu semua tadi malam." Jawab Reza tidak memberitahu jika ia sebenarnya menguping pembicaraan mereka semalam.
Pak Sarya dan Reza pun langsung diam untuk sementara dan membuat susana seketika sepi. Melihat keadaan sudah sepi, Reza pun langsung segera menunjukkan maksudnya menceritakan semua yang ia ketahui ke Pak Sarya.
"Jadi intinya alasan aku menceritakan itu semua adalah... aku ingin ikut membantu." Ujar Reza sedikit gugup.
"Maaf, tapi aku tidak bisa menyetujui itu." Jawab Pak Sarya dengan terpaksa.
"Tapi kenapa?" Tanya Reza yang tidak mengharapkan jawaban itu.
"Kata Pak Akbar ini adalah permainan yang berbahaya. Aku tidak ingin membahayakan keselamatanmu." Jawab Pak Sarya sambil memegang pundak Reza.
"Aku akan bisa menjaga diri ku. Bahkan sebelumnya aku sudah mengalami yang lebih buruk dan mengerikan." Ujar Reza yang sangat ingin membantu mereka dalam menangkap Ghakia.
"Jika kamu sudah pernah mengalami yang lebih buruk dan mengerikan dari ini, aku tidak ingin kamu mengalaminya lagi. Pahamilah, kami melakukan ini demi kamu Reza. Demi kamu, kedua mendiang OrangTua mu dan juga mendiang Adikmu Rena." Pak Akbar pun tampak sangat berusaha untuk meyakinkan Reza agar tidak terlibat.
Reza pun hanya diam dan tidak bisa menjawab apapun karena tidak tahu hafus berkata apa lagi. Pak Sarya pun hanya melihat wajah Reza yang hanya diam dan kemudian pergi keluar.
"Hahh...cepatlah mandi. Sebentar lagi waktunya sarapan." Ujar Pak Sarya dengan nada sedih dan juga tidak tega melihat Reza yang hanya diam.
Ketika Pak Sarya keluar dari Kamar Tamu dan meninggalkan Reza sendiri di sana, dalam hatinya ia sangat paham jika Reza ingin membantu mereka karena itu merupakan masalah miliknya juga. Tapi hanya saja Pak Sarya tidak ingin jika Reza membahayakan dirinya hanya karena sebuah drama masalah keluarga yang entah akan kapan berakhirnya.
__ADS_1
To be contiune >>>