
Keesokan harinya, terlihat Evan sedang melihat anak anak yang sedang bermain. Ada yang sedang bermain petak umpet, bahkan ada yang menggambar di tanah karena tidak mendapatkan teman bermain. Tak lama kemudian Reza pun datang menghampiri Evan.
"Evan kamu sedang apa? sarapan sudah akan datang." Ujar Reza yang sudah memesan sarapan mereka lewat ponselnya.
"Iya, jika sudah sampai kabari aku saja." Ujar Evan.
Reza pun hanya mengangguk dan langsung meninggalkan Evan di sana. Tak lama setelah Reza meninggalkan Evan, datang seorang anak kecil menghampiri Evan.
"Kakak sedang apa?" Tanya anak kecil itu dengan polosnya.
"Tidak sedang apa apa, kenapa kamu tidak bermain dengan teman mu?" Tanya Evan.
"Teman ku belum datang." Jawab anak itu.
"Kalo begitu apakah kamu mau kakak temani?" Tanya Evan.
"Sungguh!? tentu saja!" Jawab anak iti riang.
Tangan Evan pun langsung di tarik ke sebuah pohon tempat anak anak itu bermain. Terlihat ada banyak anak anak yang bermain kelereng dan permainan lainnya di sana.
"Kenapa kamu membawa ku ke sini?" Tanya Evan.
"Kakak nanti berhitung sampai sepuluh dan cari aku. Nanti aku akan mencari kakak." Ujar anak itu.
"Baiklah, aku harus menghitung di sini?" Tanya Evan.
"Boleh saja, aku akan segera sembunyi. Kakak jangan cepat berhitung nya ya." Ujar anak itu.
"Iya tentu saja, sekarang kamu cepat sembunyi." Ujar Evan.
Anak itu pun langsung mengangguk dengan wajah senyumnya yang polos nan mengemaskan. Setelah itu ia meninggalkan Evan dan segera bersembunyi.
"Satu!... dua!... tiga!... empat!... lima!..." Evan pun mulai berhitung.
Setiap kali angka hitungan itu bertambah, Evan merasa jika anak itu terus berlari mengelilingi nya dan seperti kesusahan mencari tempat untuk bersembunyi.
"Enam!... tujuh!... delapan!... sembilan!... sepuluh!..." Evan pun selesai berhitung dan segera mencari anak itu.
"Kira kira ada di mana ya?" Ujar Evan.
Evan pun langsung segera mengelilingi area kos itu dan mencari cari. Bahkan Evan juga masih sempat memeriksa beberapa karung yang tidak terpakai dan juga beberapa barang rongsokan lainnya.
"Anak itu pandai sekali dalam bersembunyi." Ujar Evan.
__ADS_1
Tak lama kemudian datang anak lain yang memakai pakaian berwarna putih menghampiri Evan. Anak itu terlihat sedang mencari seseorang.
"Kakak, kakak!" Ujar anak itu memanggil Evan.
"Iya ada apa?" Tanya Evan.
"Kakak melihat teman ku tidak?" Tanya anak itu.
"Teman mu yang mana? biar kakak bantu cari." Ujar Evan.
"Aku tidak tahu kak, dia mengatakan akan menunggu ku nanti. Tapi sampai sekarang bekum muncul." Ujar anak itu.
"Ciri ciri nya seperti apa?" Tanya Evan kembali.
"Dia itu memakai pakaian berwarna kuning dan hijau kan." Ujar anak itu.
"Kuning dan hijau?"
Evan pun langsung segera mengingat ngingat apakah ada anak yang memakai pakaian seperti itu. Tapi ternyata tak di sangka sangka, ia menyadari jika anak yang di maksud adalah yang sedang bermain dengannya saat ini.
"Sepertinya kakak tau, tadi dia mengajak kakak bermain petak umpet. Sekarang kakak sedang mencarinya." Ujar Evan.
"Jadi dia ada di mana sekarang?" Tanya anak itu.
Anak itu pun langsung menyetujui hal itu dan segera membantu Evan mencari. Mereka pun akhirnya mencari sampai siang hari. Meski sudah lama mencari, Evan masih saja tidak bisa menemukan anak itu.
"Di mana anak itu? kenapa dia sangat pandai bersembunyi? seingat ku dulu saat SD aku tidak sepandai dalam bersembunyi." Gumam Evan.
Evan dan anak itu pun berteduh sejenak di bawah pohon dan secara tiba tiba, anak yang Evan cari keluar dari salah satu kos di sana dan terlihat sudah berganti baju.
"Kamu kenapa lama sekali?" Ujar anak yang bersama Evan.
"Maaf tadi aku baru selesai mengerjakan PR, sekarang yuk kita bermain." Ujar anak itu.
"Baiklah kakak pergi dulu ya, nanti kita main lagi." Ujar Evan.
"Kakak siapa?" Tanya anak itu.
Anak itu pun langsung bertingkah seolah olah belum pernah bertemu dengan Evan sebelumnya. Evan pun berpikir jika anak itu hanya ingin bercanda dan menipu dirinya lagi.
"Lain kali jika bermain, kamu jangan meninggalkan teman mu ya. Kasihan nanti teman mu akan kesulitan mencari mu." Ujar Evan.
Kedua anak itu pun langsung segera berlari dan mulai bermain bersama sama. Evan pun hanya bisa tersenyum mihat mereka berdua. Di saat itu juga, Reza pun langsung datang menghampiri Evan.
__ADS_1
"Evan, kamu dari mana saja? katanya hanya sebentar, kenapa sampai siang begini?" Ujar Reza.
"Tadi aku di tinggal anak kecil saat bermain petak umpet, aku kira anak itu hilang. Ternyata dia bersembunyi di dalam rumah." Ujar Evan.
"Anak anak di sini memang suka jahil. Yasudah cepat masuk, nanti makanan mu akan di makan Selly." Ujar Reza.
Dengan cepat Evan pun langsung kembali ke dalam kos. Saat Evan berpindah tempat, di tempat ia terakhir kali berdiri, muncul anak yang bermain petak umpet bersama Evan sebelumnya. Anak itu pun langsung tersenyum licik sambil memperhatikan Evan dari jauh.
"Jadi bagaimana rasanya bermain dengan mereka semua?" Tanya Reza ke Evan.
"Seru sih, tapi tidak seru jika di tinggal seperti itu. Kamu tau? aku sangat khawatir tadi." Ujar Evan.
"Sudahlah, namanya juga anak anak, kamu jangan terlalu kesal pada mereka." Ujar Reza.
"Ngomong ngomong di mana Raihan?" Tanya Evan.
"Dia sedang melakukan sesuatu dengan menggunakan laptop . Ku rasa dia sedang menonton sesuatu atau mungkin sedang mencari sesuatu." Ujar Reza.
"Kenapa kamu yakin seperti itu?" Tanya Evan.
"Kamu ingat kejadian semalam?" Tanya Reza.
Evan pun langsung mengingat ngingat kejadian semalam yang menimpa ai beserta Reza dan Raihan.
"Iya memangnya kenapa?" Tanya Evan.
"Apakah kamu juga di berikan cairan aneh itu?" Tanya Reza.
"Cairan? maksud ku yang pahit itu?" Tanya Evan.
"Kurasa dia sedang mencari sesuatu mengenai hal Itu." Ujar Reza.
"Untuk apa!? apakah dia ingin memakannya lagi? aku tidak mau rasanya makanan itu tidak bisa lepas dari lidah ku. Di pangkal lidah ku selalu terasa rasa pahit yang luar biasa. Mungkin ini tidak akan hilang." Ujar Evan pasrah.
"Mungkin dia ingin mencari tau apa yang di masukan ke dalam mulut nya dan mungkin dia juga membeli kamera pengintai." Ujar Reza.
"Dari mana kamu tau itu?" Tanya Evan.
"Tadi aku lihat dia membuka situs jual beli barang. Dia list pencaharian nya juga hanya ada tulisan kamera keamanan dan nama alat yang sejenisnya." Ujar Reza.
"Aku harap dia sudah memikirkan keuangannya sebelum membeli barang barang itu." Ujar Evan.
To be contiune >>>
__ADS_1