Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Rena Atau Sesuatu Yang Lain? (Bagian 2) - Episode 64


__ADS_3

Setelah Bu Winata tiba, Reza pun langsung segera menceritakan semuanya secara singkat agar tidak membuang buang waktu. Setelah mendengar cerita dari Reza, tiba tiba dari dalam rumah terdengar suara teriakan yang amat keras.


Ahhhhhh!!


"Itu kan suaranya Selly. Kita harus segera memeriksanya!" Ujar Reza yang langsung mendobrak pintu itu.


Evan dan lainnya pun langsung ikut masuk ke dalam. Kini keadaan rumah itu sangat berantakan. Barang barang tergeletak di mana mana dan juga banyak foto foto yang terjatuh.


"Selly! buka pintunya!" Reza pun langsung segera mendobrak pintu Kamar itu, tapi hasilnya nihil.


Mendengar Reza yang terus berusaha mendobrak pintu itu, Pak Akbar pun langsung segera pergi menuju ke depan pintu Kamar Tamu dan langsung menbantu mendobrak pintu itu.


Brakkk!!!


Pintu itu pun langsung terbuka dan terlihat keadaan Kamar sudah sangat berantakan dengan Selly yang sudah du timpa oleh lemari yang ada di sana.


"Selly! apakah kamu baik baik saja? siapapun tolong bantu aku!" Tanya Reza sambil berusaha mengangkat sedikit lemari itu.


Evan pun langsung segera membantu Reza mengangkat lemari itu. Meski tidak terangkat sepenuhnya, Raihan pun langsung menarik Selly keluar.


"Kenapa bisa jadi seperti ini!?" Tiba tiba dari luar terdengar suara Paman Reza yang tampak terkejut dengan keadaan rumah yang sangat berantakan.


"Tuan? kenapa tuan pulang lebih cepat?" Tanya Pak Sarya yang kaget dengan kedatangan Paman Reza.


"Aku pulang lebih cepat karena sudah selesai rapat, tapi bagaimana bisa Rumah ini menjadi sangat berantakan seperti kapal pecah?" Paman Reza pun tampak sangat terkejut melihat keadaan Rumah yang sangat berantakan dan di penuhi benda benda yang pecah.


"Maaf Pak, bisa saya jelaskan-" Pak Sarya pun langsung segera mendekati Pak Akbar seperti mau menjelaskan sesuatu.


"Sudah, cukup! Aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun lagi! Besok tolong panggilkan seseorang untuk mengurus Rumah ini. Aku akan pergi dan mencari tempat untuk bermalam." Paman Reza pun langsung segera meninggalkan mereka dan kembali ke mobil miliknya.


"Habis sudah nasibku..." Pak Sarya pun langsung tampak sangat khawatir dan juha takut jika ia akan di pecat karena masalah ini.


"Tidak apa apa, nanti saya akan mencoba menjelaskan semuanya ke Paman. Bapak tidak perlu khawatir." Ujar Reza.


"Untuk sementara kaliam tinggal saja dulu di Rumah kami. Kebetulan Ayah kami nanti pukul 9 akan pergi keluar kota untuk bekerja." Ujar Jessi.

__ADS_1


"Dengan senang hati, tapi apakah Bu Mira akan mengizinkan?" Tanya Reza.


"Tenang, itu bisa ku urus." Jessi pun langsung segera berjalan menuju Bu Mira untuk meminta izin agat Reza dan kawan kawannya bisa menginap.


Sementara itu di Kamar Tamu, tampak Selly yang baru saja sadar dan sepertinya mengalami patah kaki karena tertimpa lemari.


"Selly, kamu sudah sadar?" Tanya Evan.


"Arghh... kepala ku sakit sekali. Apa yang baru saja terjadi?" Tanya Selly.


"Apakah kamu tidak mengingat apapun? tadi kamu berteriak kencang sekali." Ujar Evan.


"Berteriak?..." Selly pun langsung segera mencoba mengingat kejadian yang terjadi sebelumnya. Beberapa saat ketika semua benda di rumah melayang....


"Kenapa pintu ini tdiak bisa di buka!?" Selly pun langsung segera mencoba membuka pintu itu dengan seluruh tenaga miliknya.


Buk!! bukk!! bukk!!


"Siapapun! buka pintunya!" Selly pun langsung segera mencoba membuka pintu itu sebisanya.


"Ahhh!!" Selly pun langsung merasa di tarik sesuatu dan di saat yang sama ia langsung di timpa oleh lemari yang jatuh dengan sendirinya.


Setelah Selly mengingat semua itu, Selly pun langsung segera berteriak ketakutan karena tidak ingin berada di rumah itu terus.


"Ahhhh!!" Selly pun langsung menutup telinganya dengan tangaj miliknya dan menutup mata sambil berteriak.


"Kenapa kamu berteriak!?" Tanya Raihan yang kaget mendengar suara teriakan itu.


"Keluarkan aku dari sini! keluarkan!" Selly pun langsung berteriak semakin keras sambil meminta agar keluar dari Rumah itu.


"Ada apa dengan Selly? kenapa dia berteriak lagi?" Tanya Reza yang langsung menuju Kamar Tamu karena mendengar suara teriakan Selly.


"Entahlah, kami jug tidak tahu." Jawab Evan.


"Kalian bawa saja Selly keluar. Kami akan mengurus sesuatu." Ujar Bu Winata.

__ADS_1


Raihan, Evan, dan Reza pun langsung segera membawa Selly keluar. Saat Berjalan Selly tampak masih ketakutan dan tidak ingin membuka matanya. Sehingga saat ingin memakai tangga, ia harus berjalan dengan di gandeng oleh Evan dan Reza.


"Ada apa dengan Selly? kenapa dia takut begitu?" Tanya Jessi.


"Entahlah, kami sendiri juga tidak tahu apa apa." Jawab Evan.


"Kalau begitu bawa saja dia ke Rumah ku." Ujar Jessi.


"Memang Bu Mira sudah mengizinkan?" Tanya Reza.


"Seharusnya, tapi intinya bawa saja dia ke Rumah ku." Ujar Jessi.


"Keluarkan aku!..." Teriak Selly untuk kesekian kalinya.


"I-iya, sabar sebentar." Ujar Reza sambil mulai berjalan kembali.


Sementara itu di Kamar Tamu, terlihat Bu Winata dan Pak Akbar tengah diam saja dan juga terlihat gelisah dan khawatir.


"Kita tidak bisa membiarkan ini semua lagi. Jika kita biarkan, bisa bisa semuanya akan dalam bahaya." Ujar Bu Winata dengan wajah yang seperti tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi.


"Kita tidak bisa melakukan itu. Kita masih belum mengetahui semua yang terjadi di sini. Perlahan lahan kita akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." Ujar Pak Akbar dengan wajah serius.


"Maksudmu?" Tanya Bu Winata tidak paham.


"Kejadian yang membuat orangtua dan adik Reza terbunuh, kejadian yang membuat Reza sendirian tanpa keluarga, dan kejadian yang membuat kita harus berada di sini" Ujar Pak Akbar.


"Apa maksud mu tanpa keluarga? bukankah Pamannya masih ada?" Tanya Bu Winata yang mulai di buat heran.


"Memang, tapi apakah menurut mu dia menyayangi Reza?" Tanya Pak Akbar.


Bu Winata pun akhirnya paham dengan maksud dari Pak Akbar dan langsung di buat heran dan tidak bisa berkata kata banyak. Setelah pembicaraan yang singkat itu, Bu Winata dan Pak Akbat pun langsung segera keluar dari Rumah itu bersama dengan Bu Mira dan Pak Sarya. Saat ingin menutup pintu, tampak Pak Akbar mengantungkan sebuah kalung ke gagang pintu dan mengunci pintu Rumah itu rapat rapat.


Saat mereka mulai berjalan meninggalkan Rumah itu, tampak di bagian dalam Rumah tepatnya di Kamat tempat Boneka milik Rena di simpan, di mata Boneka itu terlihat pantulan yang menunjukkan Pak Akbar dan lainnya mulai meninggalkan Rumah itu, seakan akan selama ini mereka telah di awasi oleh Boneka itu selama ini.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2