Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Sampai Jumpa Lagi - Episode 95 (END)


__ADS_3

Sementara itu di Rumah Bu Mira, Reza tampak sedang sendirian di dalam Kamar Prayan. Dari raut wajahnya, ia tampak masih memikirkan apakah perbuatannya yang sengaja meninggalkan Herman di tengah kebakaran itu sudah benar atau tidak.


"Apakah perbuatanku sudah benar? seharusnya aku berpikir dua kali sebelum melakukan itu. Sekarang aku tidak memiliki keluarga lagi." Gumam Reza sambil mengusap kepalanya sedikit.


Tok tok tok!


Tiba tiba ketukan pintu pun mulai terdengar. Ketika pintu terbuka, terlihat Prayan dan Raihan yang membawa beberapa matras beserta dua buah bantal.


"Kenapa kalian membawa itu semua?" Tanya Reza heran.


"Kan kamar di lantai dua sudah banyak yang rusak dan berantakan. Jadi hari ini Pak Akbar dan Pak Sarya akan tidur bersama kita." Jawab Prayan yang membawa dua buah bantal.


Reza pun hanya memainkan matanya, tanda jika ia paham. Ia pun langsung segera menuju ke ruang tamu dan melihat Bu Winata yang sedang duduk santai sendirian. Reza pun langsung segera menghapiri Bu Winata untuk bertanya mengenai sesuatu.


"Bu Winata, apakah aku boleh menanyakan sesuatu pada mu?" Tanya Reza sabil duduk di depan Bu Winata.


"Kenapa?" Tanya Bu Winata penasaran.


"Tadi saat kamu memintaku untuk mengambil paku, kenapa kamu tau ada paku di kantong celana milik Evan?" Tanya Reza.


"Entahlah, aku merasa ada sesuatu saja di dalam kantong Evan. Aku juga heran bagaimana aku bisa mengetahuinya. Perintah itu keluar saja dari mulutku secara tiba tiba." Jawab Bu Winata yang merasa heran pada dirinya sendiri.


"Emmm.. baiklah kalo begitu. Mungkin aku akan pergi tidur saja." Jawab Reza yang mulai kembali masuk ke dalam Kamar.


Entah mengapa malam itu terasa berjalan lambat bagi Reza. Terkadang di tengah malam ia malah terbangun tanpa alasan dan kemudian kembali tidur. Hal itu pun terjadi terus menerus dan berulang ulang. Sampai akhirnya Reza sudah bisa terbangun sampai pukul enam pagi.


"Aku terbangun lagi? sudahlah lebih baik aku tetap terjaga saja." Tanya Reza yang tampak sudah muak bangun dan tidur secara terus menerus.


Reza pun langsung segera beranjak dari kasurnya dan mulai berjalan menuju pintu. Saat ia membuka pintu, terlihat semua orang tengah memasang balon dan juga pernak pernik untuk sebuah acara.

__ADS_1


Kreekk...


"Reza, kamu sudah bangun?" Tanya Jessi yang tampak kaget sambil membawa sebuah kue yang belum di hias.


"Seseorang ambilkan aku panci! kita harus membuatnya tidur lagi." Ucap Selly yang langsung heboh sendiri.


"Kamu tidak perlu melakukan itu. Sekarang cepat letakkan biskuitnya di meja." Ucap Raihan yang tampak sedang menata kursi kursi yang ada di sana.


Selly pun langsung segera berjalan dan meletakkan biskuit yang ia panggang sendiri ke atas meja. Ketika Raihan ingin menata semua biskuit itu, wajahnya langsung tampak kesal ketika melihat semua biskuit itu ada warna hitam.


"Sudah ku bilang biskuitnya jangan di panggang terlalu lama. Sekarang sudah setengah gosongkan." Ucap Raihan yang tampak sedang kesal.


"Kamu meragukan kemampuan memanggang ku? biar kumakan, jika enak kamu harus membantuku memasak di dapur nanti." Selly pun langsung mengambil biskuit buatannya dan langsung memakannya.


"Yasudah terserah kamu saja." Jawab Raihan.


"Sudah ku bilang jangan di panggang terlalu lama. Sekarang kamu makan saja biskuit buatanmu sendiri." Raihan pun langsung sedikit meledek Selly yang tadinya sudah percaya diri.


Melihat Raihan yang meledeknya, Selly pun tidak tinggal diam dan langsung segera melempar sebuah kue mangkuk. Dengan sigap Raihan pun langsung segera menghindari kue itu.


"Maaf, sepertinya lemparan mu meleset." Ucap Raihan yang tampak senang bisa menghindari lemparan itu.


Tapi ketika Raihan melihat ke wajah Selly, wajah Selly langsung pucat seketika seperti melihat maut. Raihan pun langsung keheranan dan ketika ia melihat ke belakang, sudah ada Reza wajahnya sudah berumuran krim dari kue mangkuk yang di lempar Selly sebelumnya.


"R-reza, sejak kapan kamu ada di belakang ku!?" Tanya Raihan kaget.


"K-kumohon jangan marah, i-itu tidak ku sengaja!" Ucap Selly yang langsung ketakutan setengah mati.


Raihan langsung segera mundur perlahan dan menjauhi Reza. Tentu saja ia menjauh karena takut akan mendapatkan amukan dari Reza yang wajahnya sudah di penuhi oleh krim.

__ADS_1


"Tamat sudah riwayatku." Gumam Selly yang sudah berpasrah.


"Pfft, hahahaha! lihat wajah kalian yang pucat, kenapa kalian ketakutan seperti itu? seperti melihat sesuatu yang mengerikan saja." Bukannya marah Reza pun malah tertawa terbahak bahak karena senang.


Semua orang pun langsung keheranan melihat Reza yang sudah tertawa seperti itu. Tak lama kemudian tawa Reza pun mulai berhenti dan kemudian di lanjutkan oleh air mata.


"Hahh.. aku tidak menyangka kalian ingat hari ini. K-ku kira tidak akan ada yang tahu." Ucap Reza yang mulai mengeluarkan air mata kebahagiaan.


"Tentu saja kami akan ingat ulang tahun mu." Ucap Bu Winata yang mulai memeluk Reza.


Semua orang pun mulai memeluk Reza di saat yang bersamaan. Pak Sarya yang melihat itu pun langsung tampak terharu dan langsung menekan tombol hitungan mundur di kamera miliknya. Setelah itu ia mulai ikut memeluk Reza.


Ceklek!


Sebuah foto pun mulai keluar dari kamera itu. Setelah foto itu terambil, mereka pun mulai merayakan hari ulang tahun Reza secara bersama sama. Raihan pun langsung segera memberikan hadia yang ia buat bersama Evan dan juga Prayan sebelumnya. Selain itu Selly juga memberika kado yang ia buat bersama Jessi. Reza pun menerima semua hadiah itu dan tampak bahagia kala itu, rasanya seperti kembali ke masa kecilnya. Masa di mana ia masih sering tertawa dan juga tersenyum.


Setelah pesta ulang tahun Reza selesai, Reza beserta Selly dan Raihan pun langsung pamit pulang karena mengingat jika libur sekolah mereka akan berakhir. Selain itu mereka juga harus menjemput Evan yang masih berada di rumah sakit saat itu.


"Berkunjung lagi lah lain kali." Ucap Bu Winata sambil memeluk Reza.


"Tentu saja aku akan berkunjung lagi. Sampai hari itu terjadi, jangan mencari hantu dulu ya." Ujar Reza yang bercanda sedikit.


Mereka bertiga pun mulai masuk ke dalam mobil yang akan di kemudikan oleh Pak Sarya. Ketika Reza mulai melambaikan tangan, terlihat sosok kedua orangtuanya beserta Rena yang juga melambaikan tangan. Reza pun langsung kaget dan kemudian menangis sedikit.


"Selamat tinggal! sampai jumpa!" Ucap Reza yang mengeluarkan kepalanya keluar jendela mobil.


Dan begitulah akhir dari libur satu bulan milik Evan dan kawan kawannya. Banyak hal hal tidak terduga yang terjadi, tapi tampaknya ini akan menjadi liburan yang tidak akan pernah mereka lupakan untuk selamanya.


\=\=Tamat\=\=

__ADS_1


__ADS_2