Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Kesedihan kakek dangrau - Episode 23


__ADS_3

Setelah membereskan semua barang barang milik mereka, mereka pun langsung memeriksa keluar dan terlihat pemandangan matahari terbenam yang belum pernah mereka lihat di kota sebelumnya.


"Pemandangan nya bagus sekali. Andai kita bisa melihatnya di kota, tapi sayangnya ada banyak gedung jadi susah melihat pemandangan secantik ini" Ujar Evan terkagun kagum.


Sementara mereka sedang menikmati pemandangan, kakek pemilik vila sudah selesai menyiram bunga miliknya dan langsung mengajak mereka untuk segera masuk ke dalam untuk makan.


"Kalian semua cepat masuk, hari sudah akan malam. Ada banyak nyamuk di malam hari, kakek akan segera menyiapkan makanan. Jadi cepat masuk" Ujar kakek pengurus penginapan.


"Baik, kami akan segera masuk" Ujar Reza.


"Kalian sudah cukup bersantainya. Cepat masuk sudah di suruh nih" Ujar Reza


Saat masuk ke dalam, mereka sudah langsung melihat ada beberapa lauk seperti ubi rebus dan beberapa makanan lainnya yang sudah tersedia di meja. Bagaimana kakek itu bisa memasak secepat itu?


"Ayo duduk, kita makan bersama sama" Ujar kakek pemilik penginapan tersebut sambil duduk di kursi.


"Bagaimana kakek bisa memasak secepat ini?" Tanya Raihan heran.


"Bukan kakek yang memasak nya. Kartika yang melakukan nya, dia sedang keluar lewat pintu belakang untuk membagikan ubi rebus yang dia masak lebih saat ini" Ujar kakek tersebut.


"Ehh kakek pemilik penginapan..."


"Jangan panggil aku seperti itu, panggil saja aku Dangru" Ujar kakek pemilik penginapan tersebut memperkenalkan namanya.


"Ehh.. Baik, kakek Dangru Kenapa kakek tidak mengizinkan kami untuk menginap di kamar 04?" Tanya Reza.


"Kamar itu... tidak pernah bagus untuk semua orang, setiap orang yang menginap di sana pasti akan sakit dan sebagainya" Ujar Kakek Dangru.


"Tapi bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya Reza kembali.


"6 Agustus 2013 tepatnya 2 tahun lalu, dulu ada yang pernah menginap di kamar itu. Dan mereka adalah pasangan suami istri, sang istri sedang hamil saat itu. Tapi pada hari kamis tepatnya pada pukul 8 malam, sang istri menemukan suaminya sudah mati dalam keadaan terikat benang yang menempel di dinding. Sejak saat itu, konon katanya kamar itu akan meminta tumbal sebulan sekali. Dan oleh karena itu, kami melakukan pentas acara dengan tarian dan lagu. Berharap jika tidak ada yang menjadi korban selanjutnya, tapi untuk berjaga jaga kami mengunci kamar itu rapat rapat" Setelah kakek itu menceritakan kejadian di kamar 04, suasana langsung menjadi sepi dan sunyi. Hanya suara jangkrik saja lah yang menemani mereka kala itu.

__ADS_1


"Cerita yang seram, kenapa sih harus cerita seram seram malam hari. Apalagi ini juga hari kamis" Ujar Raihan kesal.


"Tidak perlu takut, kalian sudah aman sekarang. Jadi jangan khawatir, sebentar lagi Kartika akan datang. Jadi berikanlah dia selamat datang" Ujar Kakek Dangru.


"Kartika itu siapa?" Tanya Ira.


"Dia adalah anak semata wayang ku, bisa di bilang dia adalah kembang desa di sini. Apalagi sikapnya yang baik, membuatnya semakin sempurna. Kakek berencana menikahkan nya 1 minggu lagi, tapi aku tidak tahu dia akan setuju atau tidak" Ujar Kakek Dangrau.


"Apa!? menikah?" Ujar Kartika yang masuk dari pintu belakang.


"Kartika? kamu sudah datang? sudah ku bilang kamu masuk lewat pintu depan" Ujar Kakek Dangrau.


"Sudah ku bilang ayah, aku masih terlalu muda untuk menikah" Ujar Kartika sambil masuk ke dalam kamar.


Bukk!!


"Kartika! makan dulu!" Ujar Kakek Dangrau yang langsung berlari ke depan pintu.


"Kenapa Kartika sangat tidak ingin menikah?" Tanya Reza.


"Sebenarnya dia sudah pernah akan menikah 6 bulan lalu. Tapi calon suami nya meninggal dengan keadaan tulang leher yang patah, 2 bulan lalu dia setuju untuk menikah lagi. Tapi calon suami nya berselingkuh, beberapa hari kemudian calon suami dan selingkuhannya di temukan mati di hutan dengan tubuh terpisah pisah. Sejak hari itu ia memutuskan untuk tidak akan pernah menikah lagi" Ujar kakek Dangrau.


"Shhttt..." Kemudian Reza pun memberikan kode kepada Selly.


"Apa?..." Ujar Selly berbisik tapi kesal.


"Kamu coba ajak bicara Kartika, kamu tidak lihat betapa kasihannya Kakek Dangrau?" Ujar Reza berbisik.


"Apa? kenapa aku?" Tanya Selly bisik.


"Kamu kan perempuan, Kartika pasti akan ingin mendengar nasihat mu. Jika kami yang menasihati nya, dia pasti akan teringat kedua calon suami nya, lagi pula aku juga curiga pasti ada yang berada di balik pembunuhan kedua calon suaminya" Ujar Reza berbisik lagi.

__ADS_1


"Iya..iya..." Ujar Selly menerima perintah dari Reza.


"Ehh... kakek, jika boleh apakah kami bisa mencari tahu kematian calon suami Kartika?" Tanya Selly.


Tiba tiba Reza pun langsung mencubit tangan Selly diam diam dan memberikan kode lagi yang pastinya mengatakan bahwa Selly tidak boleh bermain main.


"Aduh...sakit tau..." Ujar Selly berbisik.


"Yang betul kamu bilang" Ujar Selly bisik.


"Iya iya, tapi kamu lepas dulu, sakit ini. Kamu pun cubitnya pake tenaga membunuh orang" Kesal Selly


Kemudian Reza pun langsung melepas cubikannya, setelah mengelus ngelus kulit nya yang masih sakit, Selly pun langsung mengatakan jika ia akan membujuk Kartika agar ingin menikah kembali.


"Dan jika boleh aku akan mengajak Kartika berbicara agar ia ingin menikah kembali" Ujar Selly.


"Apakah kalian yakin? Kartika itu memang canti dan baik hati. Tapi dia terkadang juga keras kepala dan tidak ingin mendengar siapapun" Tanya Kakek Dangrau.


"Tenang pasti bisa, ini juga sebagai terima kasih karena Kakek sudah mengizinkan kami untuk menginap di sini, iya kan Evan, Raihan? " Ujar Reza.


"Apa?" Tanya Evan.


Kemudian Reza mulai menunjukkan wajah seramnya dan seakan akan meminta mereka berdua menjawab iya, Raihan yang sudah pernah melihat wajah itu pun langsung menjawab iya. Jika Evan yang belum pernah merasakan amarah Reza saja takut, apalagi Raihan yang sudah merasakan amarah Reza sudah pasti akan takut.


"I-iya!" Jawab Evan dan Raihan kompak.


"Kenapa kami harus terlibat dalam masalah ini?" Ujar Evan dan Raihan dalam hati.


"Sungguh? baguslah jika seperti itu, sekarang makan lah. Besok pagi Kartina tidak akan kemana mana, jadi kalian bisa berbicara dengan nya" Ujar Kakek Dangrau.


Kemudian Setelah makan, mereka pun langsung kembali masuk ke kamar dan mulai mendiskusikan mengenai bagaimana cara membujuk Kartika untuk kembali menikah. Selain itu, mereka juga akan mencari tahu siapa pembunuh dari kedua calon suami dari Kartika. Karena Reza sangat curiga, karena yang ia pikirkan jika ada yang cinta mati terhadap Kartika. Tapi di sisi lain, ia juga berpikir jika yang melakukan itu bukan makhluk kasat mata.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2