Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Kembalinya Ghakia - Episode 89


__ADS_3

Tepat setelah Prayan memanggil makhluk itu, sebuah pisau daging pun langsung terlempar dan mengarah padanya. Sontak Prayan langsung segera menunduk dan saat ia berbalik ke belakang, pisau daging itu sudah tertancap keras di dinding.


"Prayan?... ayo ke sini dan peluk ibumu." Di saat itu langsung terdengar suara Bu Mira yang terdengar serak dan juga hawa yang mengerikan terasa mulai memenuhi ruangan tersebut.


Karena merasa ada yang tidak beres, Prayan langsung berlari ke ruang tamu meninggalkan Bu Mira yang sudah tampak kerasukan itu. Saat sampai di ruang tamu, semua orang tampak heran karena Prayan terlihat panik dan juga bicaranya tidak terdengar jelas karena terlalu cepat.


"Prayan? cepat sekali kamu dari dapur. Apa yang terjadi di sana?" Tanya Bu Winata.


"I-ibu, sepertinya ada yang tidak beres dengan ibu." Jawab Prayan.


"Apa maksudmu? ada apa dengan ibu?" Tanya Jessi yang tidak paham apa maksud dari Prayan.


"Saat aku di dapur, ibu melemparku dengan pisau daging. Jika aku tidak menghindar entah bagaimana nasibku." Jelas Prayan menceriakan kejadian yang ia alami secara singkat.


"Bisakah kamu menjelaskannya ulang?" Tanya Selly yang masih belum paham cerita Prayan.


"Ayo peluk ibumu Prayan..." Tak lama kemudian terdengar suara Bu Mira dari atas.


Semua orang pun langsung mendongak ke atas dan ternyata tepat di langit langit ruangan itu sudah ada Bu Mira yang sudah menempel seperti di film film horor. Dengan pisau yang ia gigit dengan mulutnya, Bu Mira langsung menjatuhkan diri dan langsung berniat menikam Prayan.


"Ayo peluk ibumu!" Teriak Bu Mira sebelum menjatuhkan dirinya.


Seperti yang sudah di duga, Bu Mira menjatuhkan dirinya dan tepat menimpa Prayan. Hal itu pasti langsung membuat Prayan menjadi sasaran empuk bagi Bu Mira. Tepat sebelum Bu Mira ingin menusuk leher Prayan, Pak Akbar langsung mendorong dan menahan Bu Mira sebisanya.


"Kalian cepat pergi!" Ucap Pak Akbar yang sedang kesusahan menahan tangan Bu Mira.


Semua orang pun langsung pergi dari Ruang Tamu dan Bu Winata beserta Pak Sarya datang untuk membantu Pak Akbar dalam menenangkan Bu Mira. Pak Akbar pun langsung segera memegang kepala Bu Mira dan tak lama setelah itu, ia melihat Boneka Ghakia yang pantulan matanya ada kejadian yang sedang menimpa mereka.


"Tidak mungkin..." Pak Akbar pun tampak tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


"Ada apa? kenapa kamu tampak takut seperti itu?" Tanya Bu Winata heran.


"Ghakia, ini Ghakia!" Ucap Pak Akbar yang langsung segera mengambil sebuah kalinh dari kantongnya dan mengingkarinya ke kepala Bu Mira.


Bu Mira pun langsung memberontak dan seketika menendang Pak Akbar sampai terbentur sofa dan tidak sadarkan diri. Bu Winata dan Pak Sarya juga di lemparnya dan keluar dan pintu langsung tertutup seketika.


"Buka pintunya!" Bu Mira pun terus mengetuk pintu itu dengan keras dan juga Pak Sarya tampak terus berusaha mendobrak pintu tersebut.


"Ini gawat, kita harus segera masuk ke dalam dan menghentikan Mira." Ujar Pak Sarya yang tampak khawatir dengan Evan dan lainnya.


Di saat Pak Sarya dan Bu Winata terus berusaha untuk masuk dalam, di dalam rumah sudah ada Bu Mira yang berjalan pelan menuju Kamar Tamu. Sementara itu di Kamar tamu terlihat Evan, Reza, Selly, Raihan beserta Prayan dan Jessi.


"Jessi, nak... buka pintunya ya." Ucap Bu Mira dengan nada halus.


Tapi dari dalam kamar terlibat pintu yang sudah si tahan dengan sebuah lemari dan juga rak buku. Tidak ada yang berani membuka pintu tersebut. Satu satunya senjata yang mereka miliki hanya barang barang yang ada di sana. Selain itu tidak ada lagi.


Brukk! brukk! brukk!


"Ibu akan masuk, kalian jangan pergi ya!" Ucap Bu Mira sambil terus membanting kepalanya sendiri dengan sangat keras sampai membuat pintu itu mulai rusak.


Mereka semua pun makin panik karena lemari dan rak yang mereka gunakan untuk menghalangi pintu mulai bergerak dan tampak seperti ingin jatuh. Dengan sekuat tenaga mereka pun menahan rak dan lemari itu agar Bu Mira tidak dapat masuk.


Prankkk!


Tiba tiba saja sebuah batu terlempar dan memecahkan jendela di kamar tersebut. Saat di periksa ternyata itu adalah Pak Sarya dan Bu Winata yang memberikan kode untuk mereka untuk segera turun dengan cara melompat.


"Sepertinya mereka meminta kita semua untuk turun." Ucap Reza.


"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Selly.

__ADS_1


"Apalagi selain lompat? ayo cepat sebelum Bu Mira berhasil masuk!" Reza pun mulai melompat duluan dan langsung mendarat dengan aman.


Brakk! brakkk!


"Kalian mau ke mana? ibu akan menemani kalian." Baut di pintu tersebut pun tampak mulai rusak dan tinggal masalah waktu saja sebelum Bu Mira berhasil masuk dan membunuh mereka semua.


Melihat Bu Mira yang sudah hampir masuk, mereka semua pun langsung melompat tanpa ragu lagi. Tapi di saat giliran Evan, di sana sudah tinggal dirinya seorang diri. Reza pun langsung berteriak dan meminta Evan untuk segera turun karena dari bawah sana, karena dari bawah bisa terdengar suara pintu yang sudah akan hancur.


"Evan, cepat turun!" Teriak Reza dari bawah.


Evan pun hanya bisa mengeluarkan kepalanya keluar jendela dengan wajah yang tampak takut. Ternyata ada satu hal yanb tidak di ketahui oleh Reza dan lainnya mengenai Evan. Evan ternyata memiliki ketakutan akan ketinggian. Entah mengapa ia sangat takut untuk melompat dari jendela itu.


"Kenapa dia tidak ingin turun?" Tanya Selly heran dan khawatir.


"E-entahlah, aku juga tidak tahu." Jawab Raihan yang sama khawatirnya dengan Selly.


"Jangan lari dari ku!" Bu Mira pun langsung membuat sebuah lubang di pintu tersebut.


Dari pintu tersebut Bu Mira pun langsung melempar sebuah pisau dan untungnya hanya mengenai lengan Evan. Karena kaget tangannya tertusuk pisau, Evan pun tidak sengaja tergelincir dari jendela dan jatuh dengan mendadak ke bawah tanah.


"Evan, apakah kamu baik baik saja?" Tanya Reza.


"Sudah jangan membuang buang waktu lagi. Kita harus segera pergi dari sini sebelum Mira berhasil menemukan kita." Bu Mira pun langsung segera mengendong Evan dan membawanya pergi.


Karena tidak tahu harus kemana lagi, mereka pun langsung segera kembali ke Rumah Reza dan langsung segera mengedor pintu depan rumah itu. Karena suara gedoran yang keras, Paman Reza pun langsung membuka pintu untuk melihat siapa yang menggangunya di malam itu.


"Kalian!? kenapa kalian ada di sini?" Tanya Paman Reza terkejut melihat Bu Wisata dan lainnya sudah berada di depan pintu rumahnya.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2