Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Semuanya Salah Kartika? - Episode 30


__ADS_3

Keesokan harinya, terlihat di depan jendela di kamar Evan dan kawan kawannya sudah ada sebuah panggung besar dan banyak persiapan. Selain itu, Kartika juga berada di luar dan terlihat sedang memainkan alat musik gamelan.


"Itu lagu Gundul Pacul kan?" Tanya Evan.


"E-evan? sejak kapan kamu bangun?" Tanya Kartika.


"Baru saja, kapan ini di buat?" Tanya Evan.


"Pukul 5 pagi tadi." Jawab Kartika.


"Li-lima pagi!?" Evan pun langsung keheranan mengetahui hal itu.


"Iya, ayah sangat bersemangat semalam jadi sampai sampai memanggil calon suami ku untuk menentukan tanggal pernikahan." Ujar Kartika.


"Siapa yang bisa bersemangat sampai membuat persiapan sampai pukul 5 pagi?.." Tanya Evan dalam hatinya.


"Baiklah aku akan keluar dulu!" Ujar Evan sambil berlari keluar pintu.


Di luar terlihat banyak warga desa lain yang ikut membantu. Dari tua, muda, dewasa, sampai anak anak terlihat mengerjakan tugas mereka masing masing. Semua sangat senang dan tidak ada yang keberatan ataupun kelelahan karena mereka semua membantu Kartika dengan iklas dan juga bersenang senang dengan itu.


Evan dan kawan kawannya pun tidak ingin kalah. Mereka juga ikut membantu, dari Selly yang mengurus memotong sayur bersama ibu ibu lainnya. Sampai Raihan dan Reza yang membantu membangun tenda untuk berjaga jaga jika ada hujan atau matahari terik. Evan sendiri pun juga tidak ingin kalah, ia pun langsung mengurus elektronik di sana dan memeriksa barang elektronik yang rusak.


Pekerjaan itu mereka lakukan sampai pukul 9 malam, bahkan saat mereka tidur pun ada beberapa warga yang masih membantu menyiapkan pernikahan Kartika. Karena itu pernikahan anak pertamanya yang ke 3, Kakek Dangrau pun berencana membuat pesta pernikahan yang akan berlangsung 3 hari 3 malam untuk anaknya.


Tapi semua itu tidak berlangsung lama, keesokan harinya tidak ada yang membantu sedikit pun di luar saat pagi hari. Hanya kekosongan saja dan bahkan meski ada warga yang lewat, mereka hanya menoleh dan langsung meninggalkan mereka.


"Kenapa hari ini sepi sekali? padahal semalam di sini cukup ramai." Ujar Evan heran.


"Entahlah, tapi tidak apa. Kita bisa mengurus ini sendiri dan bersama." Ujar Kartika yang berusaha berpikir positif.


"Kartika, dimana lainnya? kenapa para warga tidak datang?" Tanya seorang laki laki yang bukan lain adalah calon suami Kartika.

__ADS_1


"Angga? kenapa kamu datang ke sini?" Tanya Kartika.


"Aku hanya ingin melihat lihat, kenapa di sini sepi? ayah mu semalam mengatakan jika di sini ramai." Ujar Angga.


"Itulah yang belum kami ketahui, sudah jangan berbicara lagi, kita hanya punya waktu 2 atau 1 hari lagi. Jadi lebih cepat kita mengerjakan ini, maka akan lebih baik" Ujar Kakek Dangrau.


Akhirnya mereka pun mengurus semuanya sendiri. Entah apa yang membuat semua warga menjadi tidak ingin membantu lagi, Evan dan lainnya tetap mengurus persiapan pernikahannya Kartika. Tapi sepertinya mengurus persiapan pernikahan itu tidak semudah meminum air, ternyata untuk membuat persiapan pernikahan yang bisa bertahan sampai 3 hari 3 malam itu cukup susah bukan main.


"Ternyata ini cukup melelahkan." Ujar Evan.


Tiba tiba rasa lelah mereka berubah menjadi rasa heran ketika mendengar suara rusuh yang lama kelamaan menjadi cukup besar dan sepertinya mendatangi mereka. Ternyata itu adalah para warga desa yang berbondong bondong datang ke rumah itu.


"Akhirnya mereka ke sini juga." Ujar Selly lega


"Emm.. kurasa ada yang tidak beres, kenapa mereka kelihatan marah?" Tanya Raihan melihat keramaian itu.


"Kalian semua lebih baik masuk ke dalam, Kartika dan Angga kalian cepat masuk. Biar aku yang mengurus ini." Ujar Kakek Dangrau.


"Baik." Jawab Evan.


"Dangarau! lebih baik hentikan pernikahan anakmu ini! anak anak di desa ini langsung sakit tanpa alasan!" Ujar salah satu ibu ibu di keramaian luar rumah.


"Kenapa malah menyalahkan anak saya? mungkin ini hanya kebetulan." Ujar Kakek Dangrau.


"Jadi bagaimana kamu menjelaskan ternak kami yang suka berbunyi ketakutan tanpa alasan?" Tanya seorang laki laki protes.


"Kalian tenang dulu, kita bicarakan saja baik baik." Ujar Kakek Dangrau menenangkan mereka semua.


"Kamu bisa tenang karena bukan kamu yang mengalami ini semua! pernikahan anak mu itu pasti akan membawa bencana ke desa ini!" Ujar salah satu warga.


"Iya! iya!" Semua warga pun langsung kembali ribut ribut di luar dan kebisingan itu sampai bisa di dengar di dalam rumah.

__ADS_1


"Ada apa dengan mereka semua? tidak mungkin pernikahan kita membawa petaka di sini." Ujar Angga.


"Sudahlah Kartika kamu jangan khawatir, semuanya akan baik baik saja." Ujar Selly membawa Kartika ke kamarnya.


Di kamar Kartika pun langsung di tinggal sendiri agar bisa menenangkan diri. Tapi setelah Selly keluar, Kartika langsung merasa jika itu memang kesalahan nya dan mulai berniat membatalkan pernikahannya.


"Ku rasa lebih baik aku membatalkan pernikahan ini saja, ku rasa aku memang tidak boleh menikah..." Ujar Kartika.


Bukkk!!


"Apa!?" Selly pun langsung membuka pintu secara kasar.


"S-selly? kamu menguping ku?" Tanya Kartika.


"Iya, tapi bukan itu masalahnya saat ini" Ujar Selly menutup pintu.


"Jadi?" Tanya Kartika.


"Kamu tadi semalam sudah mengatakan jika ingin menikah, jadi kenapa sekarang tidak? apakah keputusan mu yang lalu itu paksaan?" Tanya Selly.


"B-bukan, Aku sudah 2 kali menikah dan selalu berakhir buruk. Aku pikir jika aku menghentikan pernikahan ini, maka semua warga desa bisa aman dan selamat" Jawab Kartika.


"Sudah ku katakan, pikirkan saja dengan tenang" Ujar Selly yang kemudian berdiri dan mulai meninggalkan Kartika sendiri.


Untuk sekali lagi, Kartika harus berpikir apakah ingin menikah atau tidak. Sementara itu di ruang tamu, Evan dan lainnya mendengar semua yang terjadi di luar. Sepertinya para warga berpikir jika Kartika menikah, maka sesuatu yang buruk akan mendatangi desa itu.


"Tenang semuanya... tenang, mungkin memang nasib anak ku yang tidak baik. Tapi aku berjanji jika kalian semua tidak akan mendapat masalah." Ujar Kakek Dangrau.


Tiba tiba muncul seseorang yang berjalan ke arah Kakek Dangrau. Orang itu sepertinya tau apa yang akan melanda desa itu.


"Kalian semua tenang dulu! kita masih belum tau apa yang sedang melanda desa ini, tapi saya sarankan kalian membersihkan rumah kalian. Jangan biarkan ada darah atau apapun yang kotor! kamu juga Dangrau! jaga anakmu itu! jangan sampai dia membawa bencana di sini lagi!" Ujar seorang kakek kakek berbaju hitam yang biasa di panggil Wak Ijem di Desa itu.

__ADS_1


Setelah perbincangan yang panjang dengan para warga, dan tentunya di bantu oleh Wak Ijem, akhirnya Kakek Dangrau bisa mendapatkan kepercayaan semua warga kembali dan warga sudah ingin membantu Kakek Dangrau dalam persiapan pernikahan Kartika kembali.


To be contiune >>>


__ADS_2