
Setelah selesai menyusun dan membereskan kamar mereka, Evan dan Raihan pun langsung keluar dari kamar itu dan segera menemui Reza di ruang tamu. Tapi sayangnya Reza tidak berada di sana, yang ada hanya beberapa perabotan yang sudah tersusun rapi dan bersih.
"Reza apakah kamu sudah siap? Ehhh? Di mana Reza?" Tanya Evan.
Srettt... srettt... sreet..
Tiba tiba Evan mendengar suara seseorang yang sedang menyapu di luar rumah. Evan pun langsung segera keluar rumah untuk mencari tahu siapa yang menyapu, saat ia keluar dari rumah ternyata yang sedang menyapu adalah Reza.
"Reza? kamu cepat sekali membereskan kamar mu. Oh iya ngomong ngomong apakah kamu memiliki rencana liburan?" Tanya Raihan.
"Entahlah tapi mungkin aku akan di rumah saja seperti yang lain" Ujar Reza.
"Yang lain?" Tanya Raihan heran.
"Iya yang lain, kebanyakan orang di sekolah kita lebih memilih untuk tetap di rumah saja" Ujar Reza.
"Tunggu apakah kamu tau di mana Evan?" Tanya Raihan.
"Bukannya dia ada di belakang mu?" Tanya Reza heran.
"Jangan jangan.." Kemudian Reza pun langsung pergi ke bagian belakang rumah kos nya.
Melihat Reza yang langsung pergi secara tiba tiba, Raihan pun juga mengikuti kemana Reza pergi. Dan ternyata benar saja di belakang rumah kos ada Evan yang sedang mencoba membuka sebuah pintu kecil yang terhubung ke sebuah gudang dengan ukuran yang sama kecilnya.
"Evan! jangan buka pintu itu!" Teriak Reza. sambil memegang tangan Evan.
"Reza? kenapa kamu ada di sini?" Tanya Evan heran.
"Justru itu yang ingin aku tanyakan pada mu, kenapa kamu bisa berada di sini?" Tanya Reza.
__ADS_1
"Aku hanya penasaran apa yang ada di balik pintu ini. Memang nya kenapa? " Tanya Evan.
"Di balik pintu itu tidak ada apa apa selain sebuah kotak kayu, kalian berdua jangan pernah membuka pintu ini" Ujar Reza tegas.
Di saat itu pula raut wajah Reza yang biasanya memiliki senyum yang manis seketika berubah menjadi menakutkan ketika sedang marah, Evan yang belum pernah melihat wajah Reza yang sedang marah pun langsung ketakutan.
"B-baik kami tidak akan membuka pintu ini" Jawab Evan ketakutan.
"Baiklah, kalian berdua cepat masuk. Sebentar lagi pesanan makanan kita akan datang" Reza pun langsung menarik nafasnya dan kemudian menghembuskan nya, kemudian ia pun mengajak Evan dan Raihan untuk masuk ke dalam sambil menunggu makanan yang Rega pesan.
Di dalam kos Evan masih merasa tidak enak .dengan Reza, karena dirinya Reza menjadi marah. Apalagi wajah Reza yang langsung menjadi sangat menakutkan ketika marah membuat Evan menjadi merasa sudah membuat sebuah kesalahan besar.
"Permisi! Atas nama Reza Kamirada, ini pesanan nya!"
Tiba tiba muncul suara seseorang yang berteriak memanggil nama Reza. Mendengar hal itu mereka pun sudah tau jika makanan yang Reza pesan telah tiba.
"Iya pak! kalian berdua tunggu dulu ya, aku akan mengambil makanan nya dulu" Ujar Reza.
Selagi Reza sedang berbincang dengan Abang Ojol yang ada di depan, Evan pun segera membuka laptop nya yang kemudian ia membuka sebuah situs. Sementara itu di kos Selly...
"Kalian jangan bercanda, kalian tau? jika Reza marah dia akan seperti hantu. Tidak mungkin aku akan bersamanya" Ujar Selly sambil mengambil sebuah bika ambon yang ada di dekatnya.
"Ayo lah aku lihat kalian berdua cocok lho" Ujar salah satu teman satu kos nya Selly.
"Gina tutup mulut mu atau tidak aku akan memasukkan bika ambon ini ke mulut mu secara paksa" Jawab Selly kesal. Selly pun langsung memakan lahap bika ambon tersebut.
"Astaga Selly kamu jangan terlalu banyak makan, kami belum kebagian lho" Ujar salah satu teman satu kos Selly yang lain.
"Suka suka saya dong, lagi pula siapa cepat dia dapat" Jawab Ira.
__ADS_1
Teman teman satu kos Selly pun hanya bisa menghela nafas karena ternyata kebiasaan Selly yang suka makan masih belum hilang. Saat masih kecil Selly dulu sangat tidak suka makan dan hanya suka bermain, tapi semuanya berubah ketika Selly tampa sengaja memecahkan sebuah telur ayam.
Melihat telurnya yang pecah, ayam itu pun langsung murka dan langsung mengejar Selly sampai terjatuh dan terluka. Sejak saat itu Selly memiliki phobia terhadap ayam dan lebih sering di rumah dan di saat itulah kebiasaan Selly yang suka makan mulai muncul. Tapi meski memiliki phobia terhadap ayam, Selly masih suka dengan ayam goreng.
"Oh iya Selly kami memiliki sebuah kejutan untuk mu. Apakah kamu ingin tau apa itu?" Tanya Gina.
"Sungguh apa itu? Tentu saja aku ingin" Ujar Selly setelah menelan bika ambon tersebut.
"Tada! ini aku memiliki sebuah tiket liburan untuk kamu dan Reza jadi kamu gunakan saja waktu liburan ini untuk bermesraan dengan Reza, tapi ingat ya setelah kalian berdua liburan jangan lupa ceritakan ke kami apa saja yang kalian lakukan" Jawab Gina sambil menunjukkan 2 buah tiket liburan yang ada di tanahnya.
"Apa sungguh? tidak, aku tidak akan pergi bersama Reza sudah ku bilang dia itu sangat menakutkan jika sedang marah" Jawab Selly paksa.
"Sudah lah Selly terima saja, kami sudah susah payah membelikannya untuk mu lho" Kemudian Gina pun langsung meletakkan kedua tiket tersebut ke dalam dompet milik Selly.
Selly yang sudah lelah menolak pun hanya bisa menerima tiket tersebut dan lanjut memakan bika ambon yang ada di samping nya. Sementara itu di kos milik Reza...
"Raihan apakah kamu melihat Evan? apakah dia keluar lagi?" Tanya Reza sambil membawa 3 buah bubur ayam.
"Entahlah, mungkin dia ada di kamar" Jawab Raihan.
"Baik, terima kasih" Jawab Reza.
"Ayolah... Ayo... Yes! aku berhasil!"
"Evan cepat keluar! Kita akan makan sebentar lagi! jika kamu tidak keluar nanti buburnya kami makan habis lho" Ujar Reza dari luar kamar.
"Baik! aku akan segara ke sana!" Jawab Evan.
"Baiklah nanti besok siang seharusnya itu akan sampai pukul 10 siang. Reza pasti akan suka dengan hadiah ku ini" Ujar Evan sambil menutup laptop nya.
__ADS_1
Saat keluar kamar Evan langsung di sambut oleh beberapa bubur ayan yang masih hangat dan juga masih baru saja di buka, Evan pun segera bergabung bersama mereka dan mulai makan bersama.
To be contiune >>>