Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Akhir Dari Ghakia - Episode 93


__ADS_3

Kembali ke dapur. Suasana di sana sudah sangat hening, sampai sampai suara nafas saja bahkan tidak terdengar sama sekali. Reza dan lainnya pun tampak hanya diam sambil bersembunyi di balik meja masak yang ada di sana.


"Sepertinya kita salah memilih tempat bersembunyi. Di sini hanya ada satu jalan keluar. Yaitu dari pintu tempat kita masuk." Bisik Reza yang menyadari jika mereka sudah salah pilih tempat sembunyi.


"Sudah lupakan saja mengenai itu. Kita tidak memiliki pilihan lain lagi." Lanjut Selly yang sendari berwaspada dan terus mengintip untuk melihat jika ada seseorang yang datang.


"Uhuk! uhuk!" Tak lama setelah itu terdengar suara batuk evan yang cukup lumayan keras.


"Semuanya lihat!" Ucap Jessi dengan panik.


Semua orang kecuali Selly pun langsung menoleh ke arah Evan dan terlihat tangan Evan yang awalnya di ikat dengan kain, kini semakin mengeluarkan darah. Evan pun tampak semakin lemas karena darah miliknya keluar terus.


"Darahnya tidak mau berhenti keluar. Bagaimana ini!?" Tanya Jessi yang terus berusaha mengikat tangan Evan agar darahnya kembali berhenti.


"Kamu ikat saja dengan kuat. Kita tidak bisa berbuat banyak untuk saat ini." Jawab Reza yang juga tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Kreeek...


"Anak anak... ibu membawa sesuatu untuk kalian." Suara Bu Mira pun kembali terdengar.


Selly yang masih mengintip sejak tadi pun langsung ketakutan ketika melihat wajah Bu Mira yang sudah mulai berubah. Mulut Bu Mira pun kini mulai memanjang sampai melewati kedua matanya. Dengan pisau yang masih berada di gengamannya, ia pun mulai membuka semua lemari yang ada di sana dan mengeluarkan semua isinya.


"Apakah kalian ada di sana?" Tanya Bu Mira sambil membuka sebuah lemari yang isinya piring semua.


Prankk prankk prankk!


"Tidak? di mana kalian?..." Bu Mira pun terus melakukan itu dan mungkin hanya tinggal hitungan waktu sampai ia bisa menemukan mereka semua.


"kita harus melakukan sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya." Bisik Selly dengan suara kecil.


"Iya aku juga tahu kita harus melakukan itu, tapi bagaimana?" Tanya Raihan bingung.

__ADS_1


"Ding dong, di sini kalian ternyata..." Entah sejak kapan, tapi Bu Mira kini sudah tepat berada atas meja masak itu sambil memperhatikan mereka semua.


Melihat itu, Reza pun langsung segera menyalakan kompor yang di injak oleh Bu Mira. Kompor itu pun langsung menyala dan membuat telapak kaki Bu Mira terbakar.


"Ahhh! api!" Bu Mira pun langsung melompat dan berusaha memadamkan api yang membakar telapak kakinya.


Melihat kesempatan untuk menyelamatkan diri, mereka pun langsung segera keluar dari dapur itu dan menahan pintu dapur dari luar dengan menggunakan pot besar yang ada di samping pintu. Mereka pun langsung segera berlari keluar dan saat akan sampai ke pintu keluar, pintu keluar itu malah terkunci dan tak bisa di buka.


"Kalian tidak akan bisa kabur dariku." Tak lama kemudian muncul suara anak kecil yang tampaknya sudah di kenal oleh Selly dan juga Evan.


"Bukankah ini suara..." Selly pun tampak tidak percaya dengan yang di dengarnya dan berbalik dengan perlahan.


Saat berbalik terlihat boneka Ghakia sudah berada di belakang mereka, tapi lebih mengerikannya kini boneka itu sudah bisa bergerak layaknya manusia.


"Kalian tidak akan ku biarkan kabur. Sudah cukup aku mengejar kalian. Sekarang waktunya aku untuk-"


"Sudah cukup! aku sudah muak dengan benda ini!" Reza pun langsung berlari menuju Ghakia dan kemudian menangkap boneka itu.


Semua orang pun hanya bisa terkejut dan keheranan ketika Reza berlari menuju boneka Ghakia. Reza pun langsung segera membanting boneka itu kemana mana dan terus melakukannya sambil berteriak dengan keras.


"Sudah cukup!"


"Kamu sudah membuat banyak masalah untuk kami!"


"Cukup!"


Reza pun masih terus membanting Ghakia kemana mana. Hal itu pun tentu membuat teman temannya khawatir jika Reza akan melakukan sesuatu yang tidak pernah mereka harapkan sebelumnya.


"Ternyata Paman dan Keponakannya sama saja. Tidak memiliki rasa kasihan." Ucap Ghakia yang wajahnya sudah retak dan hancur setengah.


"Apa maksudmu?" Tanya Reza yang masih tampak marah tidak jelas.

__ADS_1


"Hahahahha.. kamu tidak tahu? dia yang membuat masalah ini terjadi! apakah kamu masih belum menyadarinya? ahahhaha..." Entah mengapa Ghakia pun mulai menceritakan kebenaran mengenai Herman pada Reza.


Reza yang tidak percaya pun langsung segera melempar Ghakia sampai mengenai dinding rumah. Akibatnya, Ghakia yang merupakan boneka keramik pun langsung pecah berkeping keping.


"Hah... hah.. hah.. hah.." Reza pun mulai bernafas terengah engah dan kemudian mulai terjatuh ke lantai.


Semua orang pun langsung segera mendekati Reza yang tampak kelelahan setelah membanting Ghakia sampai hancur. Sayangnya seakan akan masalah masih belum selesai, Bu Mira yang tampaknya memang di rasuki oleh Ghakia pun mulai menunjukkan dirinya.


"Terimakasih Reza! karena dirimu aku bisa mengendalikan wanita ini sepenuhnya!" Ghakia pun tampak senang karena Reza telah menghancurkan dirinya.


"Ini bencana." Ucap Jessi yang tampak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Sekarang... matilah kalian!" Dengan pisau yang ada di tangannya, ia pun mulai mengincar mereka semua.


"Berhenti kamu!" Tiba tiba saja Bu Winata yang baru saja sadar pun langsung kembali mengikat leher Bu Mira dan menahan kedua kakinya.


"Akhhh!" Bu Mira pun kembali meronta ronta kesakitan.


"Reza! cepat ambil boneka itu dan tempelkan ke tubuh Mira!" Ucap Bu Winata yang kesusahan untuk menahan Bu Mira lebih lama.


Reza pun mulai mengambil tubuh boneka Ghakia yang sudah rusak dan kemudian menempelkannya ke tubuh Bu Mira yang tampak masih saja meronta ronta seperti kesakitan.


"Sekarang tusuk dengan paku yang ada di kantong Evan!" Ucap Bu Winata yang entah mengapa mengetahui jika ada sesuatu di kantong milik Evan.


Evan pun langsung memberikan paku itu ke Reza dan dengan segera Reza pun langsung menusuk Boneka Ghakia dengan paku tersebut. Setelah di boneka itu di tusuk, Bu Mira pun langsung berteriak kencang dan terlihat ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya dan menghilang begitu saja.


"Akhirnya berakhir juga. Sekarang cepat bantu aku mengeluarkan Bu Mira. Yang lainnya cepat bantu Pak Sarya dan Herman." Ucap Bu Winata yang mulai berdiri sambil memapah Bu Mira.


Tapi saat semua orang tengah berusaha untuk keluar, tiba tiba saja kompor yang masih menyala di dapur meledak dan mulai membakar rumah itu.


Bang!!

__ADS_1


Ledakan itu cukup besar sampai sampai membuat Bu Winata kembali terjatuh. Semuanya pun mulai panik karena api yang berasal dari dapur mulai merambat ke Ruang Tamu dengan cepat.


To be contiune >>>


__ADS_2