
"Saya sebenarnya pernah mencoba untuk membuat Rena pergi ke alamnya yang seharusnya, dan tidak berada di sini lagi. Tapi semua itu tidak berhasil. " Ujar Pak Akbar yang langsung menyela pembicaraan.
"Baiklah hari sudah mulai malam. Lebih baik kalian semua tidur. Aku akan berkeliling sebentar saja." Ujar Reza sambil beranjak dari Sofa sambil mulai berjalan untuk mengelilingi rumah itu.
"Baiklah kalian masuk saja ke kamar kalian. Anggap saja rumah sendiri dan jangan ragu jika kalian memerlukan sesuatu." Ujar Paman Reza.
Evan, Selly dan Raihan pun langsung segera masuk ke dalam kamar tamu dan meninggalkan Paman Reza, Pelayan rumah itu dan Pak Akbar beserta Istrinya di ruang tamu itu.
"Seharusnya aku tidak menanyakan itu, rasanya semuanya menjadi suram setelah Reza bercerita." Ujar Evan di Kamar Tamu.
"Sudah tidak apa, aku yakin Reza akan baik baik saja." Ujar Raihan.
Mereka pun langsung segera membuka televisi yang ada di kamar itu untuk mencari hiburan. Di saat mereka bertiga tengah bersantai, Reza terlihat pergi menuju halaman belakang yang ada di rumah itu dan duduk di ayunan yang ada di halaman belakang itu. Mata Reza terlihat mengeluarkan air mata dan juga terlihat jika Reza sedang memandang sebuah foto.
"Reza, apakah kamu baik baik saja?" Tanya Pelayan rumah itu.
"Iya, aku baik baik saja. Hanya sedikit mengingat masa kecil." Ujar Reza sambil sedikit tersenyum sambil mengelap matanya dengan menggunakan bajunya.
"Bolehkah aku duduk di samping mu?" Tanya pelayan itu sambil menunjuk ke sebuah kursi ayunan yang ada di samping Reza.
"Silakan saja." Ujar Reza.
"Apakah kamu masih memikirkan itu?" Tanya Pelayan itu.
"Bukan. Aku baik baik saja." Ujar Reza.
"Sungguh? baiklah. Ngomong ngomong apakah kamu tau?" Tanya Pelayan itu.
__ADS_1
"Tau apa?" Tanya Reza.
"Dulu sekali sebelum bekerja di rumah ini, aku memiliki seorang anak laki laki. Dia sama seperti mu saat masih kecil. Sedikit nakal, kurang menurut, ceria, tapi terkadang suka ceroboh." Ujar Pelayan rumah itu.
"Aki tidak ceroboh." Ujar Reza yang tidak ingin di bilang ceroboh.
"Iya, aku tau itu. Aku dan Istri ku bercerai karena masalah sepele. Dan hasilnya kami berdua memperebutkan hak asuh anak kami di pengadilan. Berbagai cara kami lakukan, dari mencari pengacara yang bisa memberikan pembelaan yang bagus, sampai membujuk anak kami dengan segala cara." Ujat Pelayan Rumah itu.
"Jadi apakah kamu berhasil?" Tanya Reza.
"Tidak, tidak ada salah satu pun dari kami yang berhasil." Ujar Pelayan itu.
"Jika tidak ada yang berhasil, bagaimana nasib anak itu?" Tanya Reza.
"Entahlah, karena tidak tahan dengan pertengkaran kami yang tiada henti saat itu, ia jadi kabur dari rumah dan tidak pernah kembali lagi. Berbulan bulan kami berdua menunggunya, 2 bulan... 3 bulan... setiap bulan aku dan istri ku menunggu kedatangan anak kami. Tapi dia tidak pernah kembali lagi. Karena aku dan Istri ku sudah bercerai, maka aku pun langsung segera pergi dan meninggalkan rumah ku dan memutuskan untuk bekerja di sini." Ujar Pelayan itu.
"Jadi kenapa kamu menceritakan itu semua pada ku?" Tanya Reza.
"Entahlah, ada banyak hal baik dan buruk yang terjadi di sini. Aku tidak tau harus bagaimana, tapi ku rasa aku akan sedikit menikmati waktu yang ada di sini. Setidaknya sampai kos ku selesai di renovasi." Ujar Reza.
"Sampai saat itu tiba, jangan hiraukan yang terjadi di masa lalu. Dan juga jika kamu memiliki masalah, jangan ragu untuk membaginya dengan orang terdekat mu." Ujar pelayan itu.
Ding dong!...
"Reza! apakah kamu di dalam!? "
Tak lama setelah itu, tiba tiba bel rumah berbunyi dan juga terdengar suara seorang perempuan yang memanggil Reza dengan keras.
__ADS_1
"Suara ini, apakah ini?..." Reza pun merasa jika ia pernah mendengar suara itu sebelumnya, tapi hanya saja suara itu sedikit berbeda. Tapi dari cara berbicara orang yang memanggil nya, Reza sepertinya tau itu siapa.
"Jika kamu ingin memastikannya, silakan periksa saja. Siapa tau itu memang dia." Ujar Pelayan itu.
Reza pun langsung segera berlari menuju ke ruang tamu dan berniat membukakan pintu untuk seseorang yang memanggilnya dari luar rumah. Pelayan itu pun hanya bisa tersenyum dan berjalan perlahan mengikuti Reza. Di saat yang bersamaan, di kamar tamu Evan dan lainnya masih menonton televisi.
"Sekilas info, di duga kasus pembunuhan sebuah keluarga kecil terjadi di kos Kembang Sari." Ujar seorang pembawa berita.
"Kos Kembang Sari!? bukannya itu kos tempat tinggal kita? Raihan cepat tambah volumenya!" Ujar Evan yang langsung terpaku pada berita itu.
"Di duga korban adalah sepasang Suami Istri dengan Anaknya. Berdasarkan kabar yang ada, terjadi pencurian dan membuat kedua Suami Istri dan seorang anak terbunuh dengan cara yang mengenaskan."
"Bagaimana bisa ada seseorang yang berada di kos itu selain Reza dan kami berdua?" Ujar Evab heran.
"Berikut adalah gambar wajah mayat yang sudah di perkirakan tim penyelidik."
Setelah melihat gambar wajah korban itu, Evan pun mulai mengingat sesuatu yang terjadi sebelum ia pergi ke Pulau Sujapa dengan Raihan, Reza dan Selly. Evan pun langsung ingat jika ketiga orang yang menjadi korban pembunuhan itu adalah keluarga kecil yang Reza izinkan tinggal di kos itu selagi mereka sedang berlibur di Pulau Sujapa. Dan Evan juga sadar jika saat mereka kembali, keadaan rumah sudah berantakan dan orang orang itu tidak pernah terlihat lagi.
"Bukankah itu adalah orang yang Reza izinkan tinggal di kos selagi kita sedang berlibur di Pulau Sujapa!?" Ujar Evan.
"Kurasa kamu memang benar, tapi bagaimana bisa? saat kita kembali tidak ada apa apa." Ujar Raihan.
"Bagaimana dengan tumpukan daging yang Gina temukan?" Tanya Selly.
"Semua mayat korban di temukan dalam keadaan yang sudah terpotong potong seperti tumpukan daging di dalam sebuah gudang kecil yang terletak di belakang kos itu. Dan berdasarkan informasi yang kami dapatkan, penghuni asli dari kos ini dan juga seluruh orang yang ada di sini tidak terlibat sama sekali. Kini kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Sekian sekilas info."
"Tidak salah lagi, mungkin itu alasan Reza terlihat panik saat Hina mengatakan jika ada tumpukan daging. Tapi bagaimana bisa mereka bertiga bisa terbunuh seperti itu?" Tanya Evan heran.
__ADS_1
"Entahlah, tapi mungkin kita harus meminta penjelasan kepada Reza. Ku pikir jika dia sudah menceritakan semua rahasianya, tapi ku rasa dia masih menyembunyikan banyak hal." Ujar Evan yang sedikit merasa kecewa.
To be contiune >>>