Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Kebenaran Atau Kebohongan? - Episode 70


__ADS_3

Kreeekk!!...


Pintu pun terbuka dan dari sana Reza pun keluar dengan wajah yang masih tidak percaya dan kaget.


"Ada apa? apakah dia tidak menjawab?" Tanya Bu Winata yang merasa ada hal yang tidak beres ketika melihat wajah Reza yang tampak kaget.


Dengan perlahan Reza pun mulai memperlihatkan kertas yang bertuliskan nama Sumar atau Pamannya Reza. Pak Akbar pun mengambil kertas itu dan juga memansang wajah kaget keti ka melihat nama Paman Reza tertulis di sana.


"Sumar? apa hubungannya dengan ini semua?" Tanya Pak Akbar yang terus memperhatikan kertas itu.


Pertanyaan batu pun kembali muncul di benak mereka semua. Apakah yang tertulis di kertas itu adalah kebenaran atau kebohongan? tidak ada yang tau pasti apa jawabannya. Tapi kini setelah 3 jam, Paman Reza pun pulang kembali dan dia di sambut oleh tatapan curiga dari mereka semua.


"Aku pulang!" Teriak Paman Reza sambil masuk ke dalam Rumah.


"Apakah kalian baik baik saja!? aku dengar ada polisi yang datang." Tanya Paman Reza yang tampak khawatir.


Tak ada satupun orang yang menjawab pertanyaan tersebut. Pak Akbar pun langsung segera menghela nafas dan meminta Evan dan lainnya untuk kembali ke Rumah Bu Mira agar bisa membuat mereka bebas berbicara dengan Paman Reza.


"Bolehkah kalian semua kembali ke Rumah Bu Mira untuk sementara? Aku ingin berbicara dengan Sumar sebentar." Ujar Pak Akbar yang langsung berjalan ke Kamar Orang Tua Reza setelah itu.


"Baiklah." Jawab Paman Reza yang langsung mengikuti Pak Akbar menuju Kamar kedua Orangtua Reza.


Setelah mereka berdua masuk ke Kamar itu, Reza pun kembali memperhatikan kertas yang bertuliskan nama Pamannya.


"Kalian semua kembali dan tidur saja, jangan khawatir aku dan Pak Sarya akan mengawasi mereka berdua." Ujar Bu Winata.


Evan dan lainnya pun langsung segera kembali ke Rumah Bu Mira. Di Rumah itu Bu Mira tampak khawatir dan langsung memberikan banyak pertanyaan ke Reza.


"Kenapa kalian kembali? Apakah semuanya baik baik saja?" Tanya Bu Mira khawatir.


Mendengar pertanyaan Bu Mira, Reza pun langsung segera menceritakan semuanya yang terjadi. Mendengar cerita itu Bu Mira pun tidak bisa berkomentar banyak dan hanya bisa diam.

__ADS_1


"Sekarang mereka berempat tampaknya tengah membahas sesuatu. Aku tidak yakin jika itu adalah pembicaraan biasa." Ujar Reza.


"Entah bagaimana masalah yang awalnya kecil, malah menjadi serumit ini. Aku harap semuanya akan segera teratasi" Harap Bu Mira.


Reza yang tampaknya sudah lelah pun langsung berjalan menuju ke Kamar yang sebelumnya ia tempati, yaitu kamar milik Prayan. Evan yang melihat itu pun juga merasa kasihan ke Reza karena harus mengalami semua ini.


"Iya, aku juga berharap seperti itu. Jika masalah ini bertambah besar, Reza tampaknya akan mendapatkan pengalaman lainnya yang tidak bisa ia lupakan." Ujar Evan sambil memperhatikan Reza pergi menuju Kamar Prayan.


Karena tidak tahu harus melakukan apa, Evan dan lainnya pun langsung segera kembali ke kamar yang sudah di temukan sebelumnya dan kembali tidur. Saat Evan membuka pintu kamar, tampak ada Reza yang sudah terlihat tidur dnegan pulas. Mungkin itu di kerenakan hari ini merupakan hari yang cukup lelah bagi mereka semua.


"Semoga besok semuanya kembali normal." Gumam Evan sambil berbaring dan bersiap memejamkan matanya.


Di saat semuanya sudah mulai tidur, kembali ke Rumah Reza tepatnya di Kamar Kedua Orangtuanya. Pak Akbar, Bu Winata, Pak Sarya dan Paman Reza tampaknya akan mulai membicarakan hal yang penting.


"Jadi untuk apa kamu meminta ku ke sini?" Tanya Paman Reza.


"Hah... aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini, tapi apakah kamu memang dalang dari semua ini?" Tanya Pak Akbar.


"Kami mencoba berkomunikasi dengannya, dan tampaknya kami mendapatkan jawaban yang tidak terduga." Lanjut Pak Akbar yang tampak mulai ingin membuat Paman Reza merasa cemas.


"Kalian berkomunikasi dengannya?..." Paman Reza pun mulai mengerutkan dahinya ketika mendengar itu.


"Iya. Sesuatu yang kamu larang untuk kami lakukan." Ujar Bu Winata.


"Apakah kalian mulai mengira jika aku yang telah mengakibatkan ini semua!? jika iya, ku rasa kalian salah." Ujar Paman Reza yang tampaknya tidak suka di bilang melakukan sesuatu yang buruk.


"Aku belum mengatakan itu, tapi sepertinya kamu sendiri yang sudah mengakuinya." Ujar Bu Winata dengan maksud memojokkan Paman Reza.


"Sarya apa maksud semua ini!?" Paman Reza pun tampak tidak menerima perlakuan seperti itu dan langsung segera meminta penjelasan yang lebih dari Pak Sarya.


"Maaf tuan, aku tidak bisa mengatakan apapun." Jawab Pak Sarya sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ada pembelaan?" Tanya Pak Akbar.


"Apakah kalian ada bukti tentang itu?" Tanya Paman Reza.


Kini keadaan pun langsung berbalik ketika Paman Reza mengatakan hal tersebut. Tentu saja bukti yang ia maksud adalah bukti yang pasti dan tidak bisa di palsukan seperti sebuah tulisan hantu di secari kertas.


"Kami memang tidak memiliki bukti pasti sedikit pun, tapi cepat atau lambat semuanya akan terungkap." Ucap Pak Akbar yang tampak memperingati Paman Reza.


Saat mereka bertiga ingin keluar dari pintu Kamar kedua Orangtua Reza, Paman Reza pun langsung menghentikan mereka.


"Kalian pikir kalian ingin ke mana? kesini dulu, ada yang ingin ku bicarakan ke kalian." Ucap Paman Reza tampak percaya diri dan tidam takut sama sekali.


"Apa yang kamu inginkan lagi?" Tanya Pak Akbar.


"Setelah perlakukan kalian ke aku, aku tidak akan membayar kalian lagi, jadi pergi saja dari sini." Ujar Paman Reza santai.


Pak Akbar pun hanya memperhatikan Paman Reza dengan wajah kesal bercampur sabar. Karena merasa akan percuma jika dia melawan, Pak Akbar pun langsung keluar dengan perasaan kesal. Setelah mereka berhasil kembali ke Rumah Bu Mira, Pak Akbar pun langsung menceritakan semua yang terjadi kepada Bu Mira.


"Sepertinya kalian ada benarnya juga, tapi apa alasan Sumar sampai tega membunuh kakak dan kakak iparnya, bahkan sampai tega membuat salah satu keponakannya terbunuh." Ujar Bu Winata.


"Untuk alasannya, kami sendiri tidak tahu. Tapi hanya ada 1 cara, yaitu mencari tahu." Ucap Bu Winata dengan enteng.


"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Bu Mira.


"Apalagi selain kita pergi bertanya ke Ghakia? mungkin itu akan sulit. Tapi jika berhasil Sumar tidak akan bisa menghindar lagi." Ujar Bu Winata.


"Bertanya kepada Ghakia? bagaimana lagi caranya?" Bu Mira yang heran pun hanya bisa bertanya tiada henti.


"Dulu saat kami menangkap Ghakia, dia mengajak kami memainkan permainannya, dan alhasil kami berhasil dan bisa menangkapnya." Jawab Bu Winata.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2