Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Last day in hotel - Episode 13


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Evan pun mulai sedikit takut dengan boneka apalagi yang berbahan dasar keramik dan kayu serta memiliki ukuran seperti manusia. Yaa mungkin setidaknya sampai mereka pulang dari liburan mereka.


"Evan apa yang terjadi semalam sampai membuat mu pingsan?" Tanya Raihan yang masih berada di kamar.


"Entahlah, aku sebenarnya ingin membuat mie instan untuk kita berdua. Tapi... entahlah aku tidak mengingatnya" Ujar Evan dengan wajah yang seakan akan tidak peduli dengan semua hal yang ia alami barusan.


"Ayolah Evan yang benar dong, soalnya kan aneh jika kamu tiba tiba demam tinggi. Hari ini langsung sembuh, kan aneh" Ujar Raihan yang kesal dengan jawaban Evan yang tidak menentu.


"Kan bagus jika dia langsung sembuh, jika kamu ingin dia tertidur lagi itu bisa ku lakukan. Tapi tidur selamanya sih" Jawab Selly yang santai menonton sesuatu di laptop nya.


"Tidur selamanya? apa maksud mu Selly?" Tanya Evan heran.


Setelah Evan mengatakan bahwa ia tidak mengerti maksud dari tidur selamanya yang di maksud Selly, Raihan yang paham dengan maksud Selly pun hanya bisa terdiam dan memaklumkan kepolosan seorang Evan.


"Lebih baik kamu tidak perlu mengetahuinya" Ujar Raihan dengan wajah kaget yang bercampur tidak percaya.


Evan pun langsung memiringkan kepalanya Empat puluh derajat dan memasang wajah bingung dan heran karena tidak memahami maksud dari tidur selamanya yang di ucapkan oleh Selly tadinya.


"Semuanya cepat keluar! kita harus membereskan semua barang kita sekarang! jika tidak kita akan terlambat lagi!" Ujar Reza dari luar kamar sambil mengambil beberapa koper.


"Iya! kami akan keluar!" Jawab Raihan.


"Ayo semua lebih baik kita keluar sekarang, jika tidak kita akan mendapatkan kata caci maki taman safari dari Reza" Ujar Raihan sambil mengingat saat saat di mana ia dan Selly di marahi habis habisan oleh Reza karena mendekati gudang belakang kos.


"Kalian duluan saja, tanggung nih film nya" Ujar Selly sambil menunjukkan laptopnya yang sedang memutar sebuah film romantis.

__ADS_1


"Yaudah, tapi jika kamu di marahi Reza kami tidak akan menyelamatkan mu lho" Ujar Evan sambil membuka pintu kamar.


"Iya deh, aku akan pergi 5 menit lagi" Jawab Selly yang mengurungkan niatnya untuk membereskan barang barang nya setelah menonton film.


"Baiklah, tapi kamu jangan sampai lupa ya" Ujar Evan yang langsung keluar.


"Iya iya, sudah sana pergi. Nanti saya buat tidur selamanya mampus kamu" Ujar Selly mengancam.


"Tidur apa yang kamu ucapkan Selly?" Ujar Reza dari luar ruangan dan menaikkan nada suaranya.


"Ehh tidak apa apa reza maksud ku tidur malam" Jawab Selly berbohong agar tidak terkena masalah kembali.


"Tidur malam? bukannya kamu mengatakan bahwa akan membuat ku..." Tiba tiba Evan tidak meneruskan perkataan nya saat melihat wajah Selly yang cukup menakutkan, melihat kode yang di berikan Selly, seakan akan mengisyaratkan bahwa jika dia memberitahu Reza maka dia akan langsung di bunuh oleh Selly.


"Ehh tidak jadi deh, sudah ya selamat menonton" Evan pun langsung pergi keluar dengan perasaan sedikit takut tapi bercampur aneh.


"Ada apa Evan? apakah kamu demam lagi?" Tanya Reza khawatir melihat Evan yang tersandar di pintu seperti mengalami lemas di kakinya.


"Ehh tidak apa apa, aku hanya ingin bersandar saja" Jawab Evan sambil tersenyum dengan wajah seperti berbohong.


"Ohh baiklah, nanti jangan lupa mengambil tiket milik mu ya. Jika hilang bisa repot nanti" Ujar Reza mengingatkan Evan mengenai tiket yang akan mereka pakai besok harinya nanti.


Evan pun langsung mengambil beberapa barang miliknya yang berada di seluruh ruangan seperti di meja, balkon, kamar, dan juga beberapa barang miliknya yang sampai bisa ada di dapur. Lima menit kemudian Selly pun langsung keluar dari kamar dan bukannya membereskan barang miliknya, ia malah mengatakan ia ingin mandi terlebih dahulu.


"Sebenarnya Selly memang ingin mandi atau menghindar dari tanggung jawab sih?" Tanya Raihan kesal.

__ADS_1


"Raihan apakah kamu ingat saat dia tidak mandi? bau rambutnya seperti kumbang busuk, apalagi saat dia selesai mandi dengan keadaan rambutnya yang masih kusut. Aku tidak ingin mengingat nya lagi, rupanya seperti Kuntilanak yang habis jatuh dari pohon" Ujar Evan yang mengingat moment seram tapi juga sekaligus lucu, tapi tetap saja saat itu Evan, Reza dan Raihan di buat sangat ketakutan oleh Selly. Apalagi saat itu Selly juga memegang sisir yang menyerupai pisau saat gelap.


"Sudah sudah, kalian berdua cepat bereskan barang barang kalian. Nanti setelah semua selesai mandi kita akan beristirahat di Cafe yang ada di samping Hotel" Ujar Reza yang baru saja selesai membereskan barang miliknya.


"Ahhh!! ada Sadako!!!" Tiba tiba Evan yang baru saja keluar dari dapur berpapasan dengan Selly yang memakai pakaian serba putih miliknya dan dengan rambut yang terurai masih basah.


"Sadako? di mana?" Tanya Raihan yang terkejut mendengar bahwa Evan melihat Sadako.


"Di depan pintu kamar mandi!" Ujar Evan yang berteriak ketakutan.


"Sadako? enak saja, masa perempuan secantik, sepintar, baik budi dan rajin menabung seperti ini kamu bilang Sadako" Selly pun langsung pergi meninggalkan Evan yang masih ketakutan.


"Sepertinya kamu tidak seperti itu" Ujar Evan dalam hatinya.


Di kamar, Selly cukup kesal karena dia bisa di kira Sadako oleh Evan. Apalagi saat ia di kira hantu saat mati lampu yang lalu membuatnya semakin kesal.


"Ihh masa aku di bilang seperti Sadako, padahal kan aku sengaja berpakaian serba putih agar aestetic. Ihhh bikin kesal saja!!"


Bukkk!!


Selly pun langsung memukul meja yang ada di kamar mereka karena sakin kesalnya.


"Hufff... sabar Selly jangan marah nanti cepat tua" Ujar Selly sambil menghembuskan nafas.


Sementara itu di luar, Reza dan Raihan pun hanya bisa menahan tawa karena melihat tingkah lucu Evan yang mengira Selly itu adalah Sadako. Memang sih cukup mirip, tapi Selly cukup tersinggung mendengar bahwa dia mirip dengan Sadako. Kemudian Selly pun langsung keluar dari kamarnya setelah menyisir rambutnya dan mengambil beberapa barang miliknya keluar kamar untuk di masukan ke dalam tas.

__ADS_1


Selain Selly yang mulai ingin membereskan barang miliknya, ada juga Evan Raihan dan Reza yang sedang berisiap siap untuk mandi. Setelah semua sudah selesai mandi dan membereskan barang barang milik mereka, mereka pun langsung turun dan segera ke Cafe yang ada di samping Hotel di sore hari untuk mengakhiri hari mereka kala itu.


To be contiune >>>


__ADS_2