Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Masa Lalu Reza (Bagian 5) - Episode 50


__ADS_3

Keesokan harinya, hari yang di tunggu tunggu oleh Reza sudah tiba. Hari ini merupakan hari ulang tahun Reza. Tentu saja semua anak anak akam sangat bersemangat di hari ulang tahunnya. Selain karena hadiah, tentu saja bagian yang paling di sukai oleh anak anak adalah saat mereka meniup lilin dan membuat permohonan. Entah mengapa bagian yang terkesan sepele itu sangat di sukai. Tapi itulah indahnya ulang tahun.


Triinggg!!!...


Alarm Reza pun langsung berbunyi di pukul 7 pagi dan dengan semangat Reza pun langsung bangun.


"Hoaamm!!...." Reza pun langsung menguap dan menggosok matanya.


"Selamat ulang tahun kakak!" Saat Reza membuka matanya, terlihat Rena yang sudah memberikan sebuah kado.


Kado tersebut pun langsung segera di letakkan di sebelah kasurnya Reza. Di setiap tahunnya, orang pertama yang memberikan ucapan selamat ulang tahun ke Reda adalah Rena. Entah bagaimana di setiap ulang tahun Reza tiba, Rena seperti sudah bisa bangun cepat secara otomatis. Padahal di hari biasa ia harus di bangunkan oleh Ibunya.


"Rena? kamu bagaimana bisa masuk ke sini?" Tanya Reza heran.


"Bukannya bilang terima kasih malah nanyak kenapa aku di sini. Kakak buka saja kado nya!" Ujar Rena ngambek.


"Iya, terima kasih ya." Ujar Reza mengelus kepala Rena.


Dengan bersemangat, Reza pun langsung segera membuka kado miliknya. Dan ternyata isi dari kado itu cukup mengejutkan karena Rena memberikan sebuah boneka ubur ubur miliknya.


"Bagaimana apakah kakak menyukainya?"


"I-iya." Jawab Reza yang pada saat itu masih belum memahami alasan Rena memberikan nya sebuah boneka ubur ubur.


Jika di ingat ingat, sebenarnya hewan kesukaan Reza bukanlah ubur ubur melainkan burung. Entah karena Rena lupa atau karena tidak tahu harus memberikan apa, yang pasti Reza hanya bisa mengatakan ia menyukai boneka itu.


Tok tok tok...


Tak lama setelah itu, muncul suara ketukan pintu dari di kamar Reza. Reza pun langsung mengizinkan orang itu masuk dan ternyata itu adalah Jessi dan Prayan yang menginap di sana selama sehari. Sama seperti sebelumnya, Jessi dan Prayan juga membawa sebuah kado untuk Reza. Jessi sendiri memberikan sebuah buku sketsa, mengingat jika gambar milik Reza cukup bagus. Di sisi lain Prayan memberikan sebuah lampu tidur kecil yang lucu.


"Bagaimana apakah kamu menyukainya?" Tanya Jessi.


"Hmpp! saya menyukainya, terima kasih Kak Jessi, Prayan dan Rena." Ujar Reza sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah mencoba menggambar di buku sketsa yang di berikan Jessi, Reza pun langsung segera turun ke bawah dan terlihat Ibu dan Ayahnya sedang duduk di sofa bersama Mira yang juga menginap di sana semalam.


"Semalat pagi!" Ujar Reza sambil menuruni tangga.

__ADS_1


"Nah itu dia anak yang sedang berulang tahun sudah bangun." Ujar Ibu Reza.


Reza pun langsung memeluk Ibunya dan terlihat ada 8 buah tiket di atas meja di ruang tamu itu. Reza yang penasaran pun langsung segera bertanya untuk apa tiket tiket itu.


"Semua tiket itu untuk apa?" Tanya Reza.


"Kamu kan bulan lalu pernah mengatakan jika ingin ke taman hiburan, jadi bagaimana jika kamu makan dan mandi dulu dan bersiap siap?" Ujar Ibu Reza.


"Apakah maksud ibu.." Reza pun langsung mulai terlihat mulai sangat bersemangat.


"Iya kita akan ke taman hiburan kali ini." Ujar Ibu Reza.


"Yeahh!!" Reza pun langsung segera bersorak kegirangan karena ia memang belum pernah ke taman hiburan sebelumnya.


Reza pun langsung segera makan dan mandi karena sudah tidak sabar lagi ingin ke taman hiburan. Setelah semuanya sudah bersiap, mereka semua pun langsung ke taman hiburan bersama. Dari Jessi, Prayan, Mira, dan juga pelayan di rumah itu juga di ajak sehingga semuanya berjumlah 8 orang.


"Reza jangan buru buru, nanti tersandung lho." Ujar Ibu Reza sambil melihat Reza yang berlari bersemangat ke arah mobil.


"Cepat ibu! nanti keburu tutup." Ujar Reza.


"Astaga nak, ini masih pukul sembilan. Tidak mungkin akan secepat itu tutupnya. Lagi pula taman hiburan itu tidak akan hilang dalam sehari." Ujar Ayah Reza.


Berbagai aktivitas mereka lakukan di Taman Hiburan itu. Reza pun tampak cukup menikmati keseharian mereka di sana. Sorenya mereka pun langsung segera pulang. Sesampainya di rumah, terlihat semuanya


"Bagaimana apakah kamu suka?" Tanya Ibu Reza sambil keluar dari mobil.


"Suka!" Ujar Reza.


Saat Ayah Reza ingin membuka pintu, terlihat pintu sudah tidak terkunci. Hal itu pun langsung memunculkan rasa curiga dari pikiran Ayah Reza.


"Ini aneh, bukannya aku sudah mengunci pintu rumah?" Tanya Ayah Reza heran.


"Apakah kamu yakin?" Tanya Ibu Reza.


Akhirnya tanpa basa basi mereka langsung segera masuk. Di dalam rumah terlihat sangat sepi dan juga gelap.


"Kenapa seisi rumah gelap gulita?" Ujar Ayah Reza.

__ADS_1


Dorr!!


Tiba tiba terdengar suara tembakan dan di saat yang bersamaan, lampu lampu di sana langsung menyala dan terlihat ada banyak orang yang ternyata merupakan tetangga mereka.


"Ehh copot copot copot!" Ujar Ayah Reza terkejut.


"Sudah kamu tidak perlu terkejut seperti itu." Ujar Ibu Reza.


"Kaget! kamu lihat saja Reza." Ujar Ayah Reza.


"..." Reza pun hanya terdiam sambil berdiri dengan wajah takut.


"Astaga nak, kamu tidak perlu memasang wajah seakan akan dunia akan kiamat seperti itu." Ujar Ibu Reza.


Reza pun langsung duduk di sofa dan juga selama setengah jam ia memasang wajah yang sama dan tidak bergerak sedikit pun. Setelah setengah jam, ia kembali seperti semula dan langsung menikmati pesta ulang tahunnya.


"Ngomong ngomong Ibu dan Ayah ada di mana ya?" Tanya Reza heran.


Reza pun langsung segera mencari kedua orangtuanya. Dari dapur, ruang tamu semuanya hanya di penuhi oleh tetangga mereka dan orang tua Reza tidak terlihat dari sisi mana pun.


"Ada apa Reza? kamu sedang mencari siapa?" Tanya Pelayan di rumah itu.


"Ayah dan Ibu ada di mana?" Tanya Reza.


"Jika tidak salah mereka ada di kamar mereka. Sebelumnya Rena juga menanyakan hal yang sama, tapi aku tidak melihatnya setelah dia ke kamar itu. Mungkin Rena bermain di kamar Ayah dan Ibu mu." Ujar Pelayan itu.


Reza pun langsung segera menaiki tangga dan menuju kamar kedua orangtua nya ketika mengetahui jika orang tuanya ada di sana.


Tok! tok! tok!


"Ibu Ayah! apakah kalian ada di dalam?" Tanya Reza.


"Tidak ada jawaban? baiklah aku masuk ya!" Ujar Reza sebelum membuka pintu itu.


"Ibu! Ayah! kenapa kalian! tidak... men..jawabku..."


AAAHHHH!!!!

__ADS_1


"Itu suara Reza? lebih baik aku memeriksanya." Ujar Pelayan rumah itu.


To be contiune >>>


__ADS_2