
Di hari kedua memang tidak ada banyak hal yang terjadi, semua berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang spesial. Sampai akhirnya di siang hari, terjadi sesuatu yang membuat mereka merasa kurang yakin dengan Pulau yang akan mereka kunjungi untuk liburan nanti.
"Apa maksud mu tidak ada?" Tanya Evan heran.
"Sungguh tidak ada yang namanya pulau Sujapa" Ujar Raihan sambil menunjuk ke laptop miliknya yang masih menyala dan berada di layar pencaharian.
"Tidak mungkin tidak ada, buktinya kita bisa memiliki tiket kapalnya" Jawab Evan protes dan tidak setuju dengan perkataan Raihan.
"Tapi apakah kamu sudah memeriksa apakah pulau itu aman atau tidak?" Tanya Raihan menaikkan nada bicaranya ke Evan.
"Jadi kamu kira Evan ingin membunuh kita? lagi pula kan kalian teman sejak SMP, kenapa kalian bertengkar untuk hal ini?" Tanya Reza sambil membawa sebuah mie instan cup yang masih hangat.
Raihan dan Evan pun langsung di buat terdiam dengan perkataan Reza tadi, Raihan pun langsung mencari bukti lebih mengenai Pulau Sujapa. Sementara itu, Selly sedang mengurus rambutnya yang kusut karena belum mandi 3 hari di kamar nya.
"Ini rambut atau tali tambang sih? susah bener di sisir" Ujar Selly sambil menyisir rambutnya yang kusut.
"Sel aku pinjam laptop mu dulu ya" Ujar Evan sambil masuk ke dalam kamar mereka dan mengambil laptop milik Selly.
"Kan kamu ada laptop sendiri, kenapa harus ambil punya gue?" Tanya Selly.
__ADS_1
"Lagi di cas, sudah ya aku pinjam dulu. Tenang aja anggota badannya bakal lengkap pas ku kembalikan" Jawab Evan sambil keluar dari kamar.
"Kenapa dah itu anak, awas aja jika ada file ku yang hilang" Jawab Selly sambil tetap menyisir rambutnya.
Saat keluar Evan dan Raihan sama sekali tidak ingin melihat diri mereka satu sama lain, Evan terus memalingkan wajahnya agar tidak melihat Raihan. Begitu juga dengan Raihan yang terus tidak ingin melihat Evan. Reza pun hanya bisa menjadi nyamuk diantara kekesalan mereka karena ia tau bahwa yang bisa menghentikan pertengkaran ini hanya mereka sendiri.
"Baiklah aku akan keluar dulu, mungkin aku akan kembali sekitar jam 4/5 sore. Jadi kalian makan saja mie instan yang sudah aku letakan di meja dapur ya" Ujar Reza sambil keluar menutup pintu.
Sementara itu di kamar, Selly sangat kesal dengan keadaan rambutnya yang kusut dan susah di sisir seperti tali tambang. Meski tidak terlalu memengaruhi penampilan nya, tapi Selly tidak suka dengan rambutnya yang kusut meski ia sendiri juga suka bermalas malasan.
"Ini rambut kapan bisa di sisir sih? sudah lah aku ke salon aja mungkin rambut ku bisa di urus di sana, ini bukan kusut lagi sepertinya. Susah sekali untuk di sisir" Ujar Selly sambil menarik sisir miliknya yang tersangkut di rambutnya yang kusut itu.
Selly pun langsung segera mengganti pakaiannya dan mengambil tas miliknya. Saat ia membuka pintu, Raihan dan Evan terlihat masih sama tidak ingin melihat satu sama lain. Tapi Selly pun hanya mengabaikan mereka dan langsung segera pergi. Saat ia keluar, ia terkejut melihat Reza ternyata ada di balik pintu ruang ruangan mereka.
"Shhttt... diam, apakah mereka sudah baikan?" Tanya Reza berbisik.
"Baikan? apa maksud mu?" Tanya Selly heran.
"Sudah lupakan, kamu ingin ke mana sampai berpakaian seperti itu?" Tanya Reza dengan sedikit menaikkan nada suaranya yang awalnya berbisik menjadi bisa sedikit di dengar.
__ADS_1
"Aku ingin mengurus rambut ku ini, susah sekali untuk di sisir. Sudah ya aku pergi dulu" Ujar Selly yang langsung meninggalkan Reza sendirian di tempat itu.
Kembali ke Evan dan Raihan yang masih bertengkar, sampai sekarang Raihan masih tidak percaya mengenai keberadaan Pulau Sujapa yang banyak di pertimbangkan di internet. Ada yang mengatakan jika pulau itu ada dan menunjukkan fotonya, tapi ada juga yang mengatakan itu tidak ada.
Berbagai argumen dan pendapat Raihan dapatkan dari internet. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah artikel yang menurutnya cukup menarik. Di tuliskan jika Pulau Sujapa itu sebenarnya muncul akibat letusan gunung api bertahun tahun lalu. Dan memang benar di katakan pula ada sebuah gunung api tidak aktif yang berada di pulau itu dan di perkirakan akan aktif dalam waktu yang masih lama lagi, saat pulau itu di temukan. Beberapa orang dari kapal dagang pun mulai menempati kapal itu dan memberinya nama Pulau Sujapa pada tahun 1800an dan akhirnya pulau itu sudah tidak berpenghuni, tapi masih ada sampai sekarang.
Memang beberapa penjelasan dari artikel itu sebagian besar hanya menceritakan bagaimana pulau itu di temukan. Dan sampai akhirnya lah Raihan menemukan alasan mengapa pulau itu jarang di ketahui orang. Selain merupakan pulau hasil letusan gunung bawah laut, Pulau Sujapa juga berada di daerah perairan yang jarang di lalui kapal dagang. Selain itu letaknya juga cukup susah di temukan, karena di daerah sekitar pulau cukup berkabut sehingga banyak yang mengira itu hanya kapal lain.
"Penjelasan nya cukup masuk akal, tapi mengapa sampai sekarang masih tidak ada yang mengetahui bahwa pulau ini ada?" Tanya Raihan heran.
Saat menoleh ke kanan, Evan sudah tidak ada. Raihan pun berpikir jika Evan pergi menuju kamar mereka, oleh karena itu ia tetap kembali melihat ke laptop. Tapi matanya langsung terkejut ketika melihat hari sudah pukul 4 sore, bisa di bilang Raihan sudah hampir seharian melihat ke layar komputer. Kemudian tiba tiba di saat itu pula perut Raihan sudah mulai lapar dan kemudian ia pun mulai menutup laptop miliknya dan segera ke dapur.
Prangggkk!!!!
Tiba tiba dari arah dapur muncul suara benda jatuh yang sangat keras. Dari suaranya Raihan sudah bisa menebak jika itu adalah benda yang terbuat dari besi. Saat melihat ke dalam, di dalam sudah terbaring Evan dengan banyak air yang tumpah dari teko yang ia pegang tadi.
"Evan? apakah kamu baik baik saja..... Aja air nya panas sekali" Jawab Raihan.
Melihat Evan yang sudah basah dengan air panas itu, Raihan pun segera menggendong Evan tidak peduli jika air itu sangat panas. Dan alhasil Evan berhasil sampai ke ruang tamu karena bantuan Raihan, meski di sekitar telapak tangan dan kaki milik Raihan terkena air panas dan sedikit melepuh, tapi itu tidak apa apa untuk Raihan.
__ADS_1
Tapi sayangnya meski sudah berada di ruang tamu, Evan masih saja tidak sadarkan diri dan masih tertidur. Apa yang terjadi padanya?
To be contiune >>>