Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Selly Dan Kejadian Aneh - Episode 62


__ADS_3

"Kenapa kamu berteriak kencang seperti tadi?" Tanya Jessi sambil mengunci pintu Kamar Mandi.


"Kamu lihat saja sendiri." Ujar Selly yang meminta Jessi berbalik.


Jessi pun langsung segera berbalik dan tampak jika di tangan, lengan, kaki dan paha Selly di penuhi oleh bekas memar yang sangat besar.


"Bagaimana bisa kamu mendapatkan memar sebanyak ini?" Tanya Jessi yang kaget.


"Entah aku juga tidak tahu, tapi saat aku memperhatikan ke cermin seperti ada sesuatu yang memperhatikan ku." Ujar Selly yang tampak sedikit takut.


"Sudah jangan bicara yang aneh aneh, lebih baik kamu mandi saja. Setelah kamu mandi, ibu akan mengurus semua memar ini." Bu Mira pun langsung segera menutupi cermin di kamat mandi itu dengan sebuah handuk cadangan di sana.


Selly pun hanya mengangguk iya dan kemudian Jessi beserta Bu Mira pun keluar dari kamar mandi. Di luar Kamar Mandi tampak terlihat jika Evan dan lainnya sudah tidak ada dan mungkin ada di Ruang Tamu.


Melihat Bu Mira dan Jessi yang berjalan menuju Ruang Tamu, semuanya pun langsung menanyakan apa yang terjadi pada Selly.


"Jadi bagaimana keadaan Selly? apakah dia baik baik saja?" Tanya Evan.


"Dia baik baik saja, hanya ada beberapa memar di tubuhnya." Jawab Bu Mira.


"Memar? memang apa yang terjadi padanya sampai bisa ada memar?" Tanya Reza heran.


"Entahlah, tapi mungkin saja dia membentur sesuatu saat tidur." Ujar Bu Mira.


Tak lama setelah itu, tercium bau hangus yang entah dari mana asalnya. Lama kelamaan bau itu semakin jelas dan membuat seisi Ruang Tamu di penuhi bau itu.


"Bau apa ini?" Raihan pun langsung menutup hidungnya karena tidak tahan dengan bau tersebut.


"Entahlah, seperti ada yang hangus sepertinya." Ujar Reza yang juga menutup hidungnya dengan baju yang ia kenakan.


"Bau hangus?... oh iya! masakannya!" Bu Mira pun langsung segera bergegas ke dalam dapur karena mengingat masakan yang ia tinggalkan.


Melihat Bu Mira yang pergi, Jessi pun juga ikut karena Prayan atau Adiknya juga sedang berada di dalam dapur.

__ADS_1


"Semuanya aku pergi dulu, aku lupa jika meninggalkan Prayan di Dapur sendirian." Jessi pun langsung segera berlari ke dapur.


"Ada ada saja tingkah laku mereka, ngomong ngomong di mana Pak Akbar? aku tidak melihatnya setelah dari Kamar Mandi." Ujar Reza.


"Entahlah, aku juga belum melihatnya." Jawab Raihan sambil memainkan ponsel miliknya.


Reza pun hanya diam karena dia tahu pasti tidak ada yang mengetahui di mana Pak Akbar berada saat ini. Setelah lama menunggu akhirnya Selly pun keluar dari Kamar Mandi. Evan dan Raihan pun kali ini berebutan siapa yang akan duluan mandi.


"Evan! buka pintunya! biarkan aku duluan!" Teriak Raihan dari luar Kamar Mandi.


"Ada ada saja mereka, mungkin jika ku biarkan mereka akan diam sendirinya." Gumam Reza yang sedikit merasa terganggu dengan suara Raihan.


Di kamar mandi saat Evan melepaskan bajunya, tampak ada bekas memar di pundaknya dan untungnya iti tidak sebesar milik Selly. Selain di pundak ada beberapa juga yang terletak di bagian kakinya. Dan secara kebetulan Evan dan Selly sama sama memakai celana panjang dan juga baju dengan lengan panjang. Sehingga membuat mereka tidak menyadari jika ada memar yang banyak di tubuh mereka.


"Mungkin aku terlalu banyak bergerak saat tidur." Gumam Evan setelah melihat beberapa memar itu.


Kembali ke Selly, kini di Kamar Tamu ia tampak tengah mengoleskan balsem agar memar miliknya tidak sakit ketika di sentuh.


Tok! tok! tok!


"Selly! buka pintunya." Secara samar samar tiba tiba terdengar suara Reza yang mengetuk pintu.


"Masuk saja! pintunya tidak ku kunci!" Teriak Selly sambil terus mengoleskan balsem di kakinya.


Tok! tok! tok!


"Selly! buka pintunya! Aku ingin mengambil sesuatu!" Lama kelamaan Reza mengetuk pintu semakin keras.


Karena tidak tahan dengan suara ketukan yang tiada henti, Selly pun langsung segera berjalan menuju pintu dan berniat membuka pintu tersebut. Tapi saat di buka, tidak ada siapa siapa.


"Aku sudah bilang, buka saja pin-tunya..." Selly pun tampak heran ketika melihat Reza yang tidak ada di depan pintu Kamat Tamu.


"Ada apa Selly?" Tanya Reza dari lantai bawah yang merupakan Ruang Tamu.

__ADS_1


"T-tidak apa apa." Jawab Selly yang kaget ketika melihat Reza tengah santai duduk di sofa sambil memainkan ponsel miliknya.


Reza yang mendengar jawaban Selly pun hanya diam dan terlihat biasa saja seperti tidak ada apa apa. Karena merasa ada yang tidak beres, Selly pun langsung segera menutup pintu dan masuk ke dalam Kamar Tamu.


"Mungkin tadi itu hanya halusinasi ku saja." Ujar Selly.


Tok! tok! tok!


"Selly! kenapa kamu masih belum membuka pintunya!?" Untuk sekali lagi terdengar suara Reza yang meminta Selly untuk membuka pintu Kamar Tamu.


Selly yang mendengar suara ketukan itu pun langsung segera mengunci pintu itu dan mundur perlahan lahan ke Kasur yang ada di sana.


"Selly! cepat buka pintunya!" Suara itu pun semakin keras dan keras.


Hal itu pun langsung membuat Selly mundur sampai ke menyentuh dinding. Wajah Selly pun juga langsung terlihat pucat karena ketakutan. Tapi karena tidak tahan dengan ketukan yang tiada henti itu, Selly memutuskan untuk segera membuka pintu itu. Saat ingin membuka pintu, tiba tiba gagang pintu itu langsung bergerak dan seseorang pun masuk ke dalam Kamar itu.


Kreek!


"Selly." Dan ternyata memang benar jika yang mengetuk pintu tadi adalah Reza.


"Ahhhh!!!" Selly pun langsung kaget ketika melihat Reza yang masuk.


"Ada apa dengan kamu!? aku hanya ingin mengambil headphone yang ku pinjamkan ke Evan. Kenapa kamu ketakutan seperti itu?" Tanya Reza heran sambil berjalan menuju ke sebuah meja di kamar itu.


"Bukan apa apa. Aku hanya kaget melihat kamu masuk." Jawab Selly sambil mencoba tenang.


"Baiklah, tapi 5 menit lagi turun ke bawah ya, nanti kita akan makan malam." Ujar Reza sambil berjalan keluar dari Kamar Tamu.


Setelah Reza menutup pintu Selly pun langsung duduk di kasur dan berpikir jika yang ia dengar tadi hanyalah khayalannya saja. Selly pun langsung segera keluar Kamar karena tidak ingin sendirian di Kamar itu lagi.


Saat menuruni tangga terkihat di bawah sudah ada Evan beserta Raihan dan Reza yang tengah mengobrol bersama. Selly pun langsung segera turun dan ikut bergabung bersama mereka. Obrolan itu pun berlangsung selama beberapa menit dan sampai akhirnya jam makan malam telah tiba.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2