Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Desa sangkanoa - Episode 22


__ADS_3

Paginya sekitar pukul 06:00, keanehan tidak kunjung selesai..Tiba tiba satu vila di bangunkan oleh suara gong yang seharusnya di pakai untuk pertunjukan kesenian yang akan di tunjukkan pada turis beberapa hari lagi. Suara gong itu sangat lah keras dan bukan hanya sekali, tapi gong itu terus berbunyi sampai 5 kali dan itu sangat aneh.


Tonggggg!!!!!.....


"Ehhh copot copot copot!..." Evan pun langsung melempar bukunya ke atas karena terkejut.


Bukan hanya Evan yang terkejut. Reza pun langsung tanpa sengaja melempar HP nya karena terkejut, untung saja tidak pecah. Selly pun langsung bangun, memang bangun dengan suara gong yang bergema itu sangat tidak menyenangkan dan mengesalkan. Tapi itulah cara bangun semua orang di vila penginapan saat itu.


"Kenapa berisik sekali!?" Tanya Selly sambil menutup telinganya.


"Entahlah! aku tidak tahu!" Ujar Evan menaikkan nada suaranya karena suara mereka susah terdengar.


Semua orang pun langsung memeriksa keluar dan saat mereka sudah berada di luar, sudah terlihat ada sebuah panggung yang sudah selesai di dirikan dan beberapa sesajen dan satu buah kepala lembu yang di letakan di antara sesajen itu. Selain itu, suara gong yang berisik itu juga sudah berhenti dan tidak berbunyi lagi.


"Sudah berhenti?" Raihan pun heran karena suara gong itu sudah berhenti.


"Sepertinya ada yang iseng" Ujar Reza.


"Siapa yang membunyikan gong ini!? membunyikan gong sebelum waktu yang di tentukan merupakan pantangan di sini!" Tiba tiba datang seorang kakek tua yang sepertinya merupakan pemilik dari vila tersebut.


"M-maaf pak, tapi tidak ada yang tau siapa yang membunyikannya" Ujar penjaga di sana.


"Bagaimana kamu ini! cepat cari pelakunya atau tidak aku akan memecat kamu!" Ujar kakek tersebut.


"B-baik pak, aku akan segera mencari pelakunya" Ujar penjaga itu sedikit takut.


Kemudian tanpa basa basi penjaga itu pun langsung segera mencari tahu siapa pelakunya dan kemudian tidak hanya berhenti di sana, tiba tiba kakek kakek tersebut kembali marah marah dan mencari siapa yang memakasa memakai kamar nomor 04.

__ADS_1


"Sekarang cepat katakan siapa orang yang berani menyewa kamar 04 di vila penginapan ku ini!?" Tanya kakek tersebut marah.


"Maaf kakek, tapi aku dan teman ku hanya akan memakai kamar 04 itu selama liburan kami saja. Jadi tidak akan lebih dari satu bulan" Ujat Evan lembut dan perlahan pada kakek itu.


"Apa!? sekarang kalian cepat pergi dari sini dan ikut aku!" Ujar kakek tersebut lantang dan keras.


Karena tidak tahu harus berbuat apa lagi, mereka pun langsung mengemas kembali barang barang mereka dan segera mengikuti kakek tersebut. Saat mereka meninggalkan penginapan, terlihat ada banyak orang yang berbicara berbisik seakan akan membicarakan mereka.


Kemudian mereka pun langsung di bawa oleh si kakek ke sebuah desa yang ada di belakang Gunung Pulau Sujapa. Terlihat ada tanda yang bertuliskan Sangkanoa di perbatasan desa. Terlihat ada banyak petani, rumah kayu tradisional, dan warga desa yang rukun di sana.


Tentu suasana di sana berbeda seratus delapan puluh derajat dari pada saat masih berada di penginapan yang banyak keanehan terjadi di sana.


"Maaf kek, tapi alasan kakek membawa kami ke sini kenapa?" Tanya Reza.


"Kamar 04, itu tidak baik. Banyak orang yang langsung sakit keras setelah menempati kamar itu, tapi kalian sepertinya baik baik saja. Jadi agar tidak membahayakan kalian, kakek akan mengizinkan kalian tinggal di rumah kakek sampai waktu yang sudah di tentukan dalam perjanjian sewa, yaitu tidak lebih dari 2 minggu" Ujar kakek tersebut.


"Baiklah ini rumah kakek, kalian lihat lihat saja dulu sebelum masuk. Kakek ingin menyiram bunga bunga ini dulu" Ujar kakek tersebut meninggalkan mereka.


Ternyata rumah milik kakek tersebut cukup bagus dan juga memiliki banyak bunga yang indah. Bukan hanya rumah sang kakek tua saja. Rumah warga desa yang lain juga sama indahnya dan memiliki keunikan masing masing. Tapi hanya ada satu hal saja yang sama di antara semua rumah itu, yaitu ada patung seorang penari yabg terpahat.


"Baiklah hari sudah akan larut, kalian masuk lah. Kakek akan menyusul nanti" Ujar kakek tersebut yang masih menyiram bunga.


Karena permintaan sang kakek, mereka pun langsung masuk ke dalam dan ternyata di sana lebih bagus dari pada penginapan yang mereka tempati sebelumnya. dengan semangat Selly pun langsung mencari tahu di mana kamar milik mereka.


"Waahhh... di sini bagus sekali. Kakek! kamar kami ada di mana!?" Tanya Selly.


"Shhtt.. Selly, ini bukan rumah milik kita. Sopan sedikit" Ujar Raihan kesal.

__ADS_1


"Di kamar yang ada di samping sofa kayu!" Jawab kakek tersebut yang masih di luar.


Tanpa mempedulikan perkataan Raihan, Selly pun langsung segera pergi masuk ke kamar mereka dengan semangat. Tentu saja alasan utama ia melakukan itu hanya untuk mendapatkan kasur.


"Dasar anak itu, seperti tidak pernah tidur di kasur aja" Kesal Reza dalam hatinya.


"Sepertinya dia ingin mengambil kasur duluan" Ujar Evan.


Dan memang benar saja. Saat Reza ikut masuk, Selly sudah berbaring di sebuah kasur kecil yang memiliki ukuran yang sama seperti di penginapan dan tentu nya hanya muat untuk saru orang.


"Jika kalian berani tidur di sini, jangan harap bisa hidup" Ujar Selly sambil langsung berbaring dengan enak di sana.


"Kamu kan sudah sering tidur di kasur, sekali kali biarkan kami yang kenikmati kasur boleh?" Tanya Raihan.


"Tidak boleh" Jawab Selly.


"Astaga Selly, kamu jangan keras kepala seperti itu" Ujar Evan membujuk Selly agar ingin pindah.


"Yaaa... suka hati saya, lagi pula jika aku tidak mau. Ya tidak mau" Ujar Selly tidak peduli dengan mereka semua.


"Jadi kami harus tidur di mana?" Tanya Raihan.


"Ituuu....." Ujar Selly sambil menunjuk ke sebuah tikar.


Dan memang sudah bisa di tebak. Evan, Raihan dan Reza harus tidur di tikar atau di lantai lagi. Memang seharusnya mereka sudah terbiasa. Tapi karena Selly yang terus suka mengambil tempat tidur, mereka jadi harus tidur di tikar. Tapi karena sudah lelah berurusan dengan Selly, mereka pun hanya menerima kenyataan dan meletakkan barang barang mereka di lantai.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2