
Setelah mengetahui Farma telah mengandung pewaris nya, Dangrau pun langsung segera menarik kasar tangan Farma dan mengatakan jika Farma harus segera mengugurkan kandungannya dengan memakan makanan pedas atau bahkan melakukan sesuatu yang tidak sehat seperti makan makanan yang tidak seharusnya di makan saat sedang mengandung.
"Kamu gila!? lihat saja! aku akan segera memberitahu semua orang!" Farma pun langsung segera berlari meninggalkan Dangrau.
"Farma! kembali!" Dangrau pun langsung segera mengejar Farma.
Ijem yang mendengar suara teriakan dari luar pun langsung menyadari jika Dangrau dan Farma tengah bertengkar. Melihat Dangrau yang mengejar Farma, Ijem pun langsung mengikuti mereka secara diam diam. Secara tidak sadar, mereka pun sampai di hutan dan terlihat Farma sudah tidak sanggup berjalan lagi dan akan segera melahirkan.
"Ahhh!!!" Teriakan Farma pun langsung terdengar sampai di telinga Dangrau dan Ijem.
"Itu kan suaranya Farma." Ujar Ijem mengikuti asal suara itu.
Dangrau pun segera mengikuti suara teriak Farma yang sedang menahan rada sakit yang luar biasa. Saat Dangrau menemukan Farma, Farma sudah terlihat lemas dan tidak sanggup berdiri lagi.
"Dangrau!..bayinya!...akan keluar!... Ahhh!!" Terlihat wajah Darma menunjukkan rasa sakit yang biasa di rasakan oleh seorang ibu ketika akan melahirkan.
Tapi bukannya merasa kasihan atau sebagainya, Dangrau malah terlihat ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi ketika melihat Darma sangat kesakitan. Ijem yang baru sampai pun juga melihat kejadian itu dan segera bersembunyi dan memerhatikan secara diam diam.
"F-farma..." Ujar Dangrau yang pelan pelan mendekati Farma.
"Dangrau... cepat cari bantuan... selamatkan bayi ku..." Ujar Farma yang tampak sedang mencoba menahan rasa sakit.
"Akan ku akhiri ini semua..." Ujar Dangrau.
Pupil mata Farma langsung mengecil ketika melihat Dangrau sudah memegang batu. Di lihat dari ekspresi Dangrau yang sudah penuh dengan rasa takut dan lainnya, Farma sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"J-jangan!" Teriak Farma.
__ADS_1
Tapi apa daya lagi, kepala Farma langsung di benturkan dengan batu oleh Dangrau. Darah pun langsung bercucuran dari kepala milik Farma dan Dangrau pun langsung sadar dengan apa yang di buatnya.
"Dangrau! apakah kamu sudah gila!? kamu baru saja membunuh seorang perempuan yang akan melahirkan!" Ujar Ijem.
Dangrau yang menyadari jika Ijem telah tau apa yang baru saja ia lakukan pun langsung terdiam. Kini perasaannya bercampur aduk antara sedih, kesal, dan menyesal.
"Ngoekk!!! ngoekk!!!" Tiba tiba terdengar suara bayi yang menangis.
Dangrau pun langsung menyadari sesuatu. Saat ia membunuh Farma, bayi yang di kandung oleh Farma juga lahir di saat yang bersamaan. Dangrau yang melihat itu pun langsung segera menggendong anak itu dan menjadikannya anaknya.
"Sudah... tenang.. ayah ada di sini... Kartika." Ujar Dangau sambil menggendong anak yang tengah menangis itu.
"Turunkan bayi itu! setelah kamu membunuh ibunya, apakah kamu masih menganggap diri mu pantas untuk merawat nya!?" Tanya Ijem.
Dangrau pun hanya bisa terdiam dan tetap menenangkan anaknya itu. Mayat Farma pun langsung di kuburan tanpa ritual atau semacamnya di dalam hutan itu. Tidak ada yang tau apa yang terjadi pada Farma, rumor pun juga beredar jika Farma tertimpa pohon dan juga anak yang di miliki Dangrau adalah anak adopsi.
Setelah Kakek Dangrau menceritakan semuanya, tiba tiba di depan mereka muncul arwah dari Farma Maulina atau Farma dan kini menuntut dendam yang belum terbalaskan.
Semua benang merah di hutan itu pun langsung mulai bermunculan dan terus muncul. Tapi benang itu sangat tajam dan juga cukup berbahaya, karena sekali saja terkena benang itu, maka semuanya akan terpotong.
"Kakek Dangrau! apa yang harus kita lakukan!?" Tanya Reza.
"Terus saja lari!" Ujar Kakek Dangrau.
Tiba tiba muncul banyak benang yang menghalangi Kakek Dangrau dan kini hanya ada dia dan Farma saat ini. Terlihat Farma mendekati nya secara perlahan lahan.
"Kamu sudah merenggut semuanya dari ku... nyawa ku... hidup ku... kebahagiaan ku.. anakku!... kamu tidak pantas menjadi ayah anakku!" Farma pun mulai mengamuk dan langsung ingin mengcakar Kakek Dangrau.
__ADS_1
Beruntung Kakek Dangrau bisa menghindar. Tapi sayangnya, Kakek Dangrau harus mencari cara untuk melenyapkan arwah Farma untuk selamanya. Saat tengah berlari mencoba kabur dari Farma, Dangrau langsung bertemu dengan Wak Ijem.
"Semua ini salah ku, jika saja aku menyelamatkan Farma. Maka seluruh desa pasti akan selamat dan pernikahan Kartika akan berjalan lancar, entah apa yang aku pikirkan!?" Ujar Kakek Dangrau menyesali perbuatannya.
"Dangrau.. kita semua pasti memiliki kesalahan dalam hidup, sekarang kita harus segera mencari tanah luas. Aku tau cara melenyapkan nya dari dunia ini." Ujar Wak Ijem.
Mereka berdua pun akhirnya berlari dan terus berlari. Dan sampai akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang banyak benang merahnya dan juga mayat warga desa yang berserakan.
"Tempat apa ini?..." Ujar Dangrau yang tidak mempercayai apa yang di lihatnya.
"Akhirnya tikus masuk ke dalam mulut singa, kalian tidak akan bisa lari dari ku lagi..." Ujar Farma.
Tiba tiba Wak Ijem langsung mengeluarkan paku yang diikat dengan kain merah yang sebelumnya dan berniat menusuk tengkuk Farma dengan itu.
"Kamu ingin menghilangkan ku dari sini!? tidak akan ku biarkan!" Farma pun langsung melompat dan berhasil memegang kepala Wak Ijem.
Kepala Wak Ijem pun langsung di genggam oleh Farma dengan kuat sampai sampai membuat seluruh tubuhnya lemas dan menjatuhkan paku itu. Kakek Dangrau yang melihay itu pun langsung segera mendapatkan kesempatan untuk mengambil paku iti di tanah.
"Matilah!" Farma pun langsung menggenggam kepala Wak Ijem dan kepala Wak Ijem pun langsung hancur seketika.
Di saat Farma lengah, Kakek Dangrau pun segera berlari dan menusuk tengkuk Farma. Pakaian Farma yang awalnya berwarna merah pun langsung berubah putih dan juga wajahnya juga semakin pucat.
"Ahhhh!!!!" Farma pun langsung berteriak kesakitan dan dari tengkuk nya muncul awan hitam.
Tapi tiba tiba Farma berhasil mencabut paku itu dari tengkuk nya. Kakek Dangrau yang mengira jika semua sudah berakhir pun langsung mundur perlahan lahan, di saat itu pula Farma langsung menindih Kakek Dangrau.
"Kamu ingin melenyapkan ke arah dengan ini!? bagaimana jika kamu merasakan nya juga!" Farma pun langsung memutuskan paku itu ke leher Kakek Dangrau. Bukan hanya leher seluruh wajahnya termasuk mata di tusuk secara bertubi tubi dan agresif.
__ADS_1
Kakek Dangrau pun langsung terbaring tak bernyawa dengan banyak darah bercucuran. Mungkin itu adalah balasan yang ia dapatkan karena telah membunuh seseorang.
To be contiune >>>