Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Keanehan Yang Tiada Henti - Episode 41


__ADS_3

"Ada apa Selly? kenapa kamu berteriak seperti itu?" Tanya Reza.


"Bukan apa apa, hanya mimpi buruk." Ujar Selly dengan perasaan lega.


"Yakin? jadi kenapa kamu teriak saat ingin mencuci wajah?" Ujar Gina.


"Hah!? jadi aku tidur sejak kapan?" Ujat Selly terkejut.


"Setelah kamu berteriaklah saat ingin mencuci muka, kami menemukan mu sudah terbaring tidak sadar." Ujar Ira.


"Kenapa kamu khawatir sekali?" Tanya Evan.


"Tidak apa apa, hanya perlu sedikit tidur. Bukan! hanya sedikit beristirahat saja." Awalnya Selly berencana untuk tidur. Tapi ia langsung mengurungkan niatnya itu karena tidak ingin mendapatkan mimpi aneh lagi.


"Baiklah, kali ini yang akan memasak Ira saja." Ujar Gina.


"Kenapa aku?" Ujar Ira protes.


"Aku hari ini ingin bersantai, jadi selamat memasak ya." Ujar Gina sambil masuk ke dalam kamar.


Ira pun langsung memasak di dapur. Saat Ira sedang memasak, Selly dan lainnya sedang asik membicarakan sesuatu.


"Ngomong ngomong bagaimana bisa kamu tidak sadar diri saat ingin mencuci wajah?" Tanya Evan.


"Itu yang masih belum ku ketahui, aku tidak ingat apapun sebelum pingsan." Ujar Selly mencari alasan.


"Yakin?" Ujar Evan tidak percaya.


"Memangnya untuk apa aku berbohong? walaupun kalian tau atau tidak tahu, itu tidak akan menyakiti siapapun" Ujar Selly.


"Kan kami hanya perasaan." Ujat Raihan.


"Ngomong ngomong katakan kamu mengirimkan foto itu ke siapa saja." Ujar Selly dengan wajah curiga


"Foto apa?" Tanya Raihan heran.


Selly pun langsung mengambil ponsel miliknya dan menunjukkan foto saat ia memeluk Evan. Raihan pun langsung terkejut karena tidak menyangka bahwa foto itu akan sampai ke tangan Selly.


"Katakan pada siapa saja kamu mengirim ini." Ujar Selly dengan wajah yang terlihat tidak akan mengampuni Raihan.


Raihan pun langsung memasang wajah pasrah dan kita tentu sudah tau bagaimana keadaan Raihan sekarang. Setelah melakukan sesuatu pada Raihan, Selly pun langsung segera masuk ke dalam dapur untuk membantu Ira dalam memasak makanan mereka.


"Suara apa itu di ruang tamu?" Tanya Ira.


"Bukan apa apa, hanya ada sedikit masalah." Ujar Selly sambil tersenyum palsu.


Ira pun hanya melihat wajah Selly sebentar san kemudian kembali memasak. Selly pun langsung memotong sayur untuk meluapkan rasa marahnya. Suara potongan sayur itu pun bahkan bisa terdengar sampai ruang tamu.

__ADS_1


"Sepertinya Selly masih marah, bagaimana keadaan Raihan? apakah dia masih hidup?" Tanya Reza.


"Dia masih bernafas, tapi tidak sadarkan diri." Ujar Evan dengan wajah pura pura polosnya.


Di dapur Ira merasa tidak nyaman dengan Selly yang terus memotong sayur sampai membuat bekas di alas potong nya. Ira pun langsung meminta Selly untuk beristirahat di ruang tamu agar Selly tidak merusak lebih banyak.


"Sudah tidak apa apa Selly biar aku saja, kami ke ruang tamu saja." Ujar Ira.


"Memangnya kenapa?" Tanya Selly.


"Sudah pergi saja." Ujar Ira memaksa.


Selly pun langsung segera ke ruang tamu dan terlihat Gina yang sudah keluar dari kamar karena bosan di tinggal sendiri.


Brakkk!!


"Suara apa itu!?" Tanya Evan heran.


"Hihihihi.." Tiba tiba terdengar suara sayup sayup anak anak yang tertawa.


"Kalian tetap di sini, aku akan ke kos ku dulu sebentar." Ujar Reza.


"Aku ikut." Ujar Evan yang penasaran suara apa yang keras itu.


"Kalian semua tetap di sini, aku tidak akan lama." Ujar Reza.


"Kenapa kamu sangat terlihat lelah? apakah ada sesuatu di kos kita?" Tanya Evan.


"Tidak ada apa apa hanya ada sedikit masalah." Ujar Reza.


"Tapi kenapa kamu lama sekali? kalo masalah kecil seharusnya tidak selama itu kan?" Tanya Evan.


"Bukan apa apa." Ujar Reza.


Setelah beberapa menit, Evan, Raihan dan Reza pun kembali ke los mereka. Selly pun juga terlihat lebih baik setelah berbicara sebentar dengan mereka. Malamnya saat Selly ingin mandi, ia di larang oleh Ira.


"Kamu lebih baik tidak mandi malam malam, katanya nanti bisa di cubit hantu loh." Ujar Ira.


"Sudah tidak apa apa, saat liburan Evan juga mandi malam hari. Buktinya dia sekarang baik baik saja." Ujar Selly.


"Lebih baik jangan, nanti kalo ada apa apa repot lho nanti. Apalagi kamu tadi siang juga pingsan tidak jelas." Ujar Ira.


"Kamu terlalu banyak membaca cerita seram, mana ada yang begituan." Ujar Selly.


Sepertinya saat Selly mengatakan itu, ia lupa jika mereka hampir mati saat di Pulau Sujapa dan juga hampir terjebak di sana untuk selamanya.


"Yakin?" Tanya Ira.

__ADS_1


"Tidak juga sih, kami hampir mati di sana." Ujar Selly dalam hatinya.


"Kenapa kamu diam saja? jawab pertanyaan aku dong." Ujar Ira.


"Sudahlah, kamu masuk saja. Nanti ku kasih kue deh." Ujar Selly.


"Sungguh!? baik!" Dengan senang hati Ira pun langsung masuk ke dalam kamar.


"Hadehh... semoga uang ku cukup." Ujar Selly menepuk kepalanya.


Akhirnya Selly pun langsung masuk ke kamar mandi. Saat ingin menggantung pakaiannya, Selly pun langsung merasakan ada yang menepuk pundaknya.


"Siapa itu!?" Ujar Selly sambil berbalik ke belakang.


"Ku rasa aku hanya berhalusinasi. Tidak mungkin ada yang bisa masuk ke dalam sini." Ujar Selly sambil menaikkan bahunya.


Selly pun langsung segera mandi malam itu. Tapi setelah mandi, ia melupakan sesuatu.


"Aduh aku lupa membawa handuk." Ujar Selly setelah melihat gantungan baju.


"Ira!! Gina!! siapapun tolong bawakan aku handuk!" Ujar Selly berteriak dari kamar mandi.


Selama beberapa saat tidak ada satu pun jawaban dari Gina dan Ira. Selly pun juga sudah menunggu selama 5 menit.


Tok tok tok...


Kemudian pintu kamar mandi itu pun langsung di ketuk. Selly yang berpikir jika itu adalah Gina atau Ira, langsung membuka pintu kamar mandi itu sedikit dan mengeluarkan tangannya.


"Akhirnya, kenapa lama sekali? cepat berikan." Ujar Selly.


Kemudian dari luar kamar mandi, terlihat tangan yang bewarna biru dan penuh luka bakar memberikan handuk itu ke Selly. Setelah mengambil handuk itu, tiba tiba tercium sesuatu yang sangat aneh.


"Bwekk! bau apa ini!?" Tanya Selly heran.


Karena tidak tahan dengan bau itu, Selly pun langsung segera mengeringkan tubuhnya dan langsung segera keluar dari kamar mandi karena tidak tahan dengan baunya. Selly pun langsung segera masuk ke dalam kamar dan bertanya siapa yang buang angin saat memberikan handuk itu padanya.


"Siapa yang buang angin saat memberikan aku handuk!? bau sekali seperti mayat!" Ujat Selly tidak tahan.


"Apa maksud mu? tidak ada satupun dari kami yany keluar kamar." Ujar Gina.


"Apa!?" Selly pun langsung di buat heran.


Akhirnya karena sudah malam, Selly dan lainnya tidak ingin membahas itu dan tidak keluar kamar lagi setelah mengetahui jika ada sesuatu yang tidak mereka kenal memberikan handuk ke Selly.


To be contiune >>>


"Siapa yadi ynag

__ADS_1


__ADS_2