
Keesokan harinya, Evan dan lainnya pun segera bangun lebih awal agar tidak ketinggalan kapal kecil yang akan membawa mereka ke Pulau Sujapa. Saat sedang mengecek apakah semunya sudah ia bawa atau tidak, Evan malah menemukan sebuah gunting yang sudah rusak di tas nya.
"Perasaan saya tidak membawa gunting, bagaimana benda ini bisa di koper ku? Sudah lah lupakan saja, mungkin ini akan membantu" Evan pun heran bagaimana bisa sebuah gunting bisa berada di tasnya secara tiba tiba.
"Van cepat bersiap siap! 2 jam lagi kita akan pergi!" Ujar Reza dari arah ruang tamu.
Sementara itu Evan pun langsung mengambil tiket miliknya dan segera pergi keluar. Saat berada di luar kos, Evan melihat Reza yang sedang berbicara dengan seseorang dan kelihatannya merupakan pembicaraan yang penting.
"Jadi ingat jangan sampai seseorang membukanya, jika pintu itu terbuka maka kita semua akan terkena masalah. Aku mungkin hanya akan pergi 2 minggu saja, jadi jika ada barang barang ku yang rusak. Kamu akan tau akibatnya"
"B-baik" Ujar orang yang sedang berbicara dengan Reza.
"Reza? kenapa kami masih di sini? Selly dan Raihan ada di mana?" Tanya Evab bingung sambil memakai jaket yang bewarna coklat tua.
"Mereka tidak ada di dalam?" Tanya Reza heran.
"Tidak" Jawab Evan sambil mengikat tali sepatu nya.
"Itu aneh, seingat ku mereka mengatakan jika akan ke dalam untuk mengambil sesuatu.
Brakkk!!
Tiba tiba dari arah belakang kos terdengar suara kayu yang jatuh, Reza pun langsung terkejut. Begitu pula dengan Evan dan orang yang berbicara dengan Reza sebelumnya. Wajah Reza langsung berubah menjadi khawatir.
"Suara apa itu?" Tanya Evan heran.
"Apakah mereka... astaga sudah ku bilang pada mereka untuk tidak berada di belakang kos" Ujar Reza sambil berlari menuju arah belakang kos.
__ADS_1
"Reza tunggu!" Evan pun langsung juga ikur pergi ke belakang meninggal orang yang sebelumnya berbicara dengan Reza sendirian di luar.
"Selly... Raihan..." Saat berada di belakang kos, terlihat Selly dan Raihan yang sedang menyusun beberapa papan kayu yang jatuh.
Wajah Reza langsung menjadi menakutkan dengan tatapan seakan akan tidak akan memberikan ampun ke mereka bedua, Selly dan Raihan pun langsung mandur perlahan lahan ke belakang sampai tepojok. Wajah Reza sudah kelihatan mengerikan dan Evan pun bisa merasakan aura yang cukup menakutkan dari arah Reza.
"Re-reza apakah kita bisa pergi sekarang?" Tanya Evan untuk mengalihkan suasana.
"Tunggu, kamu pergi lah keluar. Aku akan melakukan hal yang penting dulu" Jawab Reza sambil berjalan pelan ke arah mereka berdua.
Evan pun langsung segera pergi ke luar tanpa melihat ke belakang karena tidak ingin terkena amarah milik Reza. Saat keluar ia langsung merasa sedikit bersalah karena telah meninggalkan mereka berdua dengan Reza yang sedang kesal. Dan akhirnya mereka pun terkena kata kata caki maki taman safari milik Reza.
"Aku jadi merasa bersalah, tapi ini juga salah mereka juga. Karena mereka tetap ingin ke belakang, tapi mengapa Reza sangat melarang kami ke belakang?" Tanya Reza dalam hatinya.
Saat keluar dari arah kos, Reza sudah datang dengan sedikit senyum sambil membawa sebuah kunci dan memberikanya pada orang tersebut. Kemudian muncul Raihan dan Selly dengan wajah yang sedikit ketakutan, Evan yang melihat itu pun langsung mencoba menjaga jarak dari Reza untuk beberapa saat.
"Baiklah ini kuncinya dan jangan lupa membaca beberapa peraturan yang sudah saya tulis" Ujar Reza sambil memberikan kunci tersebut kepada orang tersebut dan langsung pergi.
"Menurut mu bagaimana?" Tanya Selly kesal.
Saat ia ingin pergi, ia berbalik melihat kos mereka dan ia melihat beberapa orang yang masuk ke dalam kos tersebut. Evan pun heran mengapa Reza membiarkan mereka tinggal di kos tersebut, tapi Evan sama sekali tidak mempedulikan hal tersebut dan tetap berjalan menjauh.
Hahahaha...
Kemudian setelah ia kembali berbalik ke depan, ia mendengar suara tawa anak anak yang samar samar. Evan pun langsung terhenti dan kemudian merasakan bahwa ada hawa dingin yang menusuknya dari arah belakang padahal saat itu sedang cerah.
Evan pun tidak menghiraukan hal tersebut karena di sekitar kos mereka juga ada anak anak yang berlari bermain dan tetap berjalan. Tapi tiap langkah miliknya ia selalu merasa tidak nyaman, seolah olah ada yang sedang memperhatikan nya dari belakang.
__ADS_1
"Kenapa aku merasa tidak nyaman ya?" Tanya Evan dalam hatinya.
"Evan! cepat! nanti kamu di tinggal loh!" Teriak Selly dari kejauhan.
"B-baik!" Jawan Evan sambil berlari menjauhi kos tersebut.
Mereka pun langsung pergi ke pelabuhan karena kali ini perjalanan mereka akan menggunakan sebuah kapal yang menuju ke Pulau Sujapa. Di perjalanan mereka pun menaiki bus agar lebih cepat dan tidak akan terjadi keterlambatan.
Di perjalanan Evan duduk di samping Reza, di ikuti dengan Selly dan Raihan yang duduk tepat di belakang mereka. Satu satunya alasan mereka duduk di belakang Reza adalah karena tidak ada dari mereka yang berani duduk di samping Reza setelah mendapatkan kata kata caci maki taman safarinya Reza.
"Re-reza mengapa kamu membiarkan orang orang itu tinggal di kos milik mu?" Tanya Evan heran.
"Yaa kan kita akan pergi berlibur selama 2 minggu, jadi tidak ada salahnya kan membiarkan mereka tinggal di sana" Jawab Reza sambil membuang muka.
"Kemudian kenapa kamu sangat melarang kami ke belakang?" Tanya Evan sambil menghadap ke arah Reza yang sedang melihat ke handphone nya.
Reza pun tidak menjawab pertanyaan Evan, mungkin saja sebenarnya Reza mendengar perkataan Evan. Tapi ia hanya tidak ingin menjawab pertanyaan tersebut karena beberapa alasan.
"Mengapa Reza tidak menjawab pertanyaan ku?" Gumam Evan dalam hatinya.
Evan pun tidak menghiraukan hal tersebut dan langsung berbalik ke arah jendela bus yang terletak di arah sampingnya. Dari arah jendela Evan hanya melihat bangunan yang mereka lewati. Tapi sayangnya saat melihat ke arah handphone nya, Evan melihat bahwa sebentar lagi mereka akan terlambat.
"Reza ini sudah 09:30, apakah kita akan terlambat?" Tanya Evan khawatir.
"Tenang saja, kita tidak akan terlambat" Jawab Reza santai.
Sementara itu di belakang mereka, Raihan dan Selly kelihatannya sedang sibuk dengan urusannya masing masing. Raihan sedang mendengar lagu dan Selly sedang membawa buku miliknya.
__ADS_1
Tapi tanpa sengaja tangan Selly tersangkut di kabel Headphone milik Raihan dan membuat kepala Raihan menjadi tertarik. Raihan kun kesal karena Selly mengganggu nya, padahal itu hanya sebuah kecelakaan. Apakah akan terjadi pertengkaran antara mereka berdua?
To be contiune >>>