
Untuk menghilangkan rasa bosan, mereka pun langsung memainkan permainan truth or dare dengan menggunakan batu, gunting, kertas. Dan alhasil Evan lah yang kalah jadi dia harus menerima pertanyaan aneh dan tantangan aneh dari teman temannya. Tentu saja hal itu akan terjadi karena wajah teman temannya sudah kelihatan tidak meyakinkan apalagi Selly yang langsung tertawa keras setelah mengetahui Evan yang kalah.
"Hahahahah... kesempatan bagus, biar aku saja yang melakukan ini. Jadi Evan kamu pilih yang mana? truth atau dare?" Tanya Sinta dengan suara tidak sabar.
"Jika kamu akan lebih bagus truth aja, aku masih ingin memiliki harga diri. Jika aku pilih dare kamu pasti akan menyuruh ku melakukan hal aneh seperti menggoda tembok atau bersorak di tengah keramaian" Jawab Evan dengan wajah kesal.
"Awww... tumbal proyek kecil kita sedang kesal, awet lucunya..." Selly pun langsung mengganggu Evan dengan mencubit pipinya.
"Ishhh! sudah cepat saja, kamu lama sekali" Jawab Evan sambil menyingkirkan tangan Selly.
Raihan dan Reza pun hanya bisa menahan diri untuk tidak memarahi Selly yang terus mengganggu Evan, mereka terlihat cukup kesal dan menahan diri untuk tidak melakukan hal yang akan membuat Selly berpikir dua kali sebelum mengerjai Evan.
"Baiklah, apa rahasia terbesar mu?" Tanya Selly.
"Rahasia terbesar ku?!" Evan pun langsung terkejut mendengar hal itu.
"Iya" Jawab Selly singkat.
"Ughhh! baiklah, rahasia terbesar ku adalah aku selalu membawa stungun kemana pun agar jika ada yang mengancam bisa ku setrum" Ujar Evan yang kemudian langsung mengeluarkan stungun miliknya.
Krrrrtttt!!!!!
"Ehhhh! hati hati dengan benda itu!" Selly pun langsung mundur saat Evan menodongkan stungun tersebut padanya.
"Bagaimana? apakah sudah cukup?" Tanya Evan.
"Yang lebih besar lah... kalo stungun mah dah biasa" Ujar Selly.
"Ku setrum baru tau" Jawab Evan kesal.
"Ayo cepat" Ujar Selly.
"Iya iya, sabar sedikit bisa?" Evan pun langsung menyimpan kembali stungun miliknya.
"Rahasia terbesar ku adalah, aku suka memelihara hewan seperti Kecoa Laba Laba dan ada juga Iguana. Intinya hewan yang aneh lah, selain itu aku juga takut gelap dan tidak suka dengan boneka berbentuk manusia" Ujar Evan sambil tersipu malu.
__ADS_1
"Kamu takut dengan boneka berbentuk manusia?... Hahahahahahha" Selly pun langsung tertawa terbahak bahak saat mendengar semua pengakuan Evan tadi.
Dan seperti biasa karma memang akan selalu ada, kini Selly lah yang harus menerima giliran untuk di kerjai. Wajah Selly yang awalnya senang malah langsung berubah menjadi khawatir saat mendapati bahwa dirinya kalah dalam batu, gunting, kertas.
"Baiklah kali ini aku saja yang memberikan pilihan" Ujar Reza.
"Hufff... untung saja Reza, kalo Evan sepertinya bakal sulit" Ujar Evan dalam hatinya.
"Baiklah Selly kamu pilih mana? truth atau dare?" Tanya Reza.
"Dare saja deh" Jawab Selly.
"Tungguh dulu!... Reza apakah aku boleh memutuskan tantangan apa yang akan di pilih Selly?" Tanya Evan.
"Apa!? gawat jika Reza setuju habislah aku" Ujar Evan dalam hatinya.
Melihat Selly yang langsung khawatir, Reza pun ingin Selly mendapatkan balasan dari perilaku nya terhadap Evan. Dan setelah beberapa saat bertatapan dan saling memberikan kode dengan Raihan, Reza pun menyetujui hal tersebut.
"Baiklah kamu boleh melakukannya" Jawab Reza.
"Baiklah langsung saja keintinya, aku ingin kamu bersorak di area makan" Ujar Evan yang sudah kesal dan akhirnya bisa membalaskan perbuatan Selly kepada nya sebelumnya.
Selly pun langsung berpasrah dan segera menyiapkan mentalnya untuk melakukan hal memalukan seperti itu, beberapa saat kemudian setelah ia melakukan sorakan yang baginya cukup memalukan. Ia pun terus berada di kamar dan tidak ingin keluar karena malu. Padahal sebenarnya ia melakukan penampilan yang sangat bagus sampai mendapatkan tepuk tangan dari semua orang.
Saat mereka masuk ke dalam kamar, mereka pun mengganti tempat duduk di bagian kosong yang terletak diantara kedua kasur tingkat mereka. Di sana Selly duduk dengan Reza karena tidak ingin bersama Evan.
"Baiklah sekarang kita lanjutkan saja ya permainan kita" Ujar Reza.
"Tidak, aku tidak mau..." Ujar Selly yang trauma dengan kejadian di lantai makan.
"Sudah, penampilan mu bagus lho" Ujar Evan menghibur Selly.
"Pokoknya gak!" Teriak Selly.
Tepat setelah Selly berteriak, tiba tiba ada ombak yang mengenai kapal mereka dan alhasil mereka sedikit mengalami guncangan dan karena guncangan itu, tas milik Evan langsung jatuh menuju Reza dan Selly. Melihat tas miliknya yang mulai jatuh, Evan pun segera berdiri dan menendang tas itu menuju pintu masuk.
__ADS_1
"Kalian baik baik saja?" Tanya Evan khawatir.
"I-iya kami baik baik saja" Ujar Selly.
"Permisi, di sini kapten kalian yang sedang berbicara, sepertinya kita akan melewati awan badai hari ini, jadi semuanya di harapkan jangan meletakan barang barang di atas bagian kasur dan jangan ada yang keluar ke balkon "
Tiba tiba terdapat pengumuman dari speaker yang berasal dari kapten kapal, dan mereka pun nilai khawatir karena untuk malam ini mereka akan melewati awan badai.
"Ku rasa akan lebih bagus jika kita semua tidur di bawah saja" Ujar Reza.
"Iya kurasa seperti itu akan lebih aman" Ujar Raihan.
"Tidak, jika tidak salah di kasur bagian atas bisa di letakan batangan besi agar kita tidak jatuh. Seharusnya itu ada di bawah kasur, coba kamu cari" Ujar Evan.
Kemudian Raihan pun segera memeriksa bagian bawah kasur dan ternyata memang benar, ada dua buah batang besi yang terletak di bagian bawah kasur. kemudian Reza pun juga segera mengambil batangan besi itu dan di letakan di kasur bagian atas.
Terlihat gelombang air semakin kencang dan membuat kapal sedikit terombang ambing. Dan sama seperti sebelumnya mabuk Evan pun akhirnya kambuh lagi.
"Evan apakah kamu bisa tahan mabuk laut mu untuk malam ini saja? aku tidak nyaman melihat kamu muntah terus" Ujar Selly.
"Ti- Hoeeekkk!! dak..." Jawab Evan.
"Astaga apakah ada yang bisa menidurkan nya?" Ujar Selly kesal.
"Sudahlah Selly, kamu terlalu melebih lebihkan" Ujar Reza yang sudah bersiap untuk tidur.
"Tapi jika muntahan nya terkena aku kan itu tidak bangus" Jawab Selly.
"Sudah sudah, gini aja. Aku tidur di atas, Evan di bawah" Jawab Reza.
"Nah... kalo seperti itu kan bisa tenang aku" Selly pun langsung segera naik ke kasurnya dan mulai berusaha tidur.
"Evan jika kamu ingin minyak angin itu ada di tas ku ya" Ujar Raihan sambil menunjuk ke arah tasnya.
Dan malam itu pun mereka lewati dengan badai, kapal yang terombang ambing, suara petir, angin kencang, dan tidak lupa dengan suara muntah Evan yang terus menemani mereka.
__ADS_1
To be contiune >>>