
"Kenapa kamu? apakah kamu masih kesal ketika kita di marahi Reza? kan itu ide mu, kenapa aku yang di salahkan?" Begitulah reaksi Raihan ketika Headphone nya tidak sengaja tersangkut di tangan Selly.
"Ada apa? aku sedang membaca buku nih" Jawab Selly sambil memperlihatkan buku miliknya.
"Bukan itu, tangan mu masalahnya" Ketika Selly menunjukan bukunya, kepala Raihan pun semakin tertarik.
"Masalah apa?" Tanya Selly heran.
"Tangan mu menyangkut di kabel Headphone ku" Ujar Raihan sambil mencabut Headphone itu dari kedua telinganya.
"Kalo seperti itu kamu tidak perlu marah marah, kan kamu bisa mengatakannya ke aku" Ujar Selly yang kemudian melepaskan tangannya dari kabel yang tersangkut.
"Kalian bisa diam tidak?" Ujar Reza sambil menatap tajam mereka berdua.
Raihan dan Selly pun hanya bisa terdiam takut melihat tatapan Reza yang seperti akan? membunuh mereka. Sedangkan Evan yang aduduk di samping Reza hanya bisa tersenyum kurang yakin sambil melihat kelakuan Selly dan Reza.
"Sepertinya aku harus menjaga ucapan ku ketika berada di dekat Reza" Ujar Evan dalam hatinya.
Untungnya tidak ada kemacetan selama perjalanan, semuanya berjalan baik baik saja. Tapi mereka lupa jika karena saat Reza melontarkan kata kata caci maki taman safari ke Raihan dan Selly, waktu mereka terkuras beberapa menit sehingga mereka sama sekali tidak sadar jika bus yang mereka naiki itu 30 menit di luat jadwal.
Saat sampai di pelabuhan mereka melihat ada banyak kapal. Dari yang besar dan kecil semua ada di sana, tapi sayangnya mereka telat beberapa menit sehingga mereka terpaksa ketinggalan kapal yang seharusnya membawa mereka semua ke Pulau Sujapa.
"Bagaimana ini? kita sudah telat" Ujar Selly panik.
"Hmm seingat ku sih 3 hari lagi akan ada keberangkatan. Tapi masalahnya apakah tiket kita akan belaku 3 hari lagi?" Ujar Evan kurang yakin.
"Jadi harus bagaimana sekarang?" Tanya Raihan heran.
"Sepertinya kita tidak memiliki cara lain selain membatalkan liburan ini" Ujar Reza yang kemudian pergi mencari tempat duduk.
"Ehh? Reza tungguh dulu!" Ujar Selly yang kemudian mengejar Reza.
"Sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Raihan bingung.
"Entahlah, mungkin yang Reza katakan ada benarnya juga. Kita harus membatalkan liburan ini" Ujar Evan kecewa yang kemudian meninggalkan Raihan sendiri di sana.
__ADS_1
"Sungguh?" Raihan pun masih tidak mempercayai hal tersebut.
"Aduh kenapa jadi seperti ini? padahal aku sudah sudah payah mempersiapkan liburan ini untuk Reza, apalagi karena ada Selly dan Raihan seharusnya akan semakin seru. Tapi malah jadi seperti ini" Evan pun menjadi kesal karena liburan mereka terpaksa di tunda.
Evan pun masih tidak kehilangan harapan. Ia pun langsung pergi ke tempat resepsionis yang ada di pelabuhan itu dab mencari tahu apakah ia bisa menukarkan tiket miliknya dan juga milik teman temannya.
"Baiklah selanjutnya" Ujar wanita yang sedang menjaga tempat resepsionis tersebut.
"Maaf bu apakah tiket milik saja ini bisa di tukar dengan perjalanan berikutnya yang bertepatan 3 hari lagi?" Tanya Evan ke wanita penjaga resepsionis tersebut.
"Bisa saja, tapi asalkan tujuannya tetap sama dan akan di kenakan tarif tambahan sebesar 50 ribu. Satu hal lagi, untuk sebagai bukti akan di perlukan tiket yang ingin di tukar" Ujar wanita tersebut sambil menunjukan tiket 3 perjalanan 3 hari berikutnya.
"Baik bu terima kasih" Evan pun langsung menemui Reza dan lainnya untuk mengambil tiket mereka semua agar bisa di tukarkan.
"Semuanya bolehkah ku pinjam tiket kalian semua?" Tanya Evan sambil mengulurkan tangannya.
"Tentu saja, memangnya akan kamu apakah? lagi pula tiket tiket itu tidak bisa di pakai lagi" Ujar Raihan pasrah.
Evan pun langsung menemui wanita penjaga resepsionis tadi dan langsung memberikan semua tiket tersebut kepada nya untuk di tukarkan. Setelah di tukarkan Evan pun langsung kembali sambil membawa tiket yang masih belaku.
"Jadi seperti ini, saya menukarkan semua tiket milik kita ke resepsionis untuk di tukarkan menjadi tiket yang bisa di pakai. Jadi kita bisa tetap berlibur" Jawab Evan.
"Jadi ini kapan kita perginya?" Tanya Reza.
"3 hari lagi setauku" Evan pun langsung mengambil koper miliknya dan mulai berjalan.
"Baiklah agar tidak membuang buang waktu lagi, lebih baik kita tinggal di hotel dekat sini saja bagaimana? akan ku carikan hotel yang murah" Ujar Raihan sambil mengecek handphone nya.
"Ok, mungkin itu akan lebih bagus. Aku akan menelepon seseorang terlebih dahulu ya" Ujar Reza yang membuka handphone nya dan mulai menelepon seseorang.
"Iya ada apa? " Tanya orang yang sedang di telepon Reza.
"ku rasa aku akan lebih lama keluar, jadi jagalah rumah itu sampai aku kembali ya"
"Tunggu, apa? Tapi kenapa? " Tanya orang tersebut heran.
__ADS_1
"Tenang saja, aku tidak akan bahaya jika aku tidak ada selama 2 atau 3 minggu" Jawab Reza.
"Tapi bagaimana jika..."
"Sudah tenang saja"
Reza pun langsung tidak mempedulikan pertanyaan tersebut dan langsung menutup telepon mikiknya. Kemudian mereka pun memutuskan untuk bersiap siap pergi dari sana dan segera pergi ke hotel yang di pesan oleh Raihan tadinya.
"Bagaimana Reza apakah kamu siap untuk pergi? aku sudah memesan taxi online untuk kita semua, 5 menit lagi taxi kita akan datang" Ujar Raihan.
"Iya aku sudah siap" Jawab Reza santai.
"Baiklah, kami akan menunggu di sana, jadi jika kamu ingin melakukan sesuatu lakukan saja. Tapi jangan sampai lewat 5 menit ya" Ujar Raihan.
"Baiklah tenang saja" Ujar Reza yang kemudian langsung pergi untuk melakukan sesuatu.
Sepertinya Reza harus menelepon beberapa orang lagi, mungkin kah itu keluarnya atau orang lain? Tak lama setelah melakukan beberapa panggilan, Reza secara tiba tiba mendapatkan panggilan yang sama dari orang yang sebelumnya ia telepon pertama kali.
"Lho kenapa dia menelepon ku lagi?" Tanya Reza heran.
"Iya ada apa lagi?" Tanya Reza menjawab panggilan tersebut.
Kemudian Reza pun mendapatkan sebuah panggilan yang membuat ia harus berbicara selama beberapa saat bahkan saat di taxi pun ia masih menerima panggilan tersebut. Mereka pun langsung berangkat ke hotel sore itu juga, berharap tidak ada kemacetan lagi yang mengganggu mereka. Reza pun langsung meminta supir taxi tersebut untuk cepat perginya agar tidak ada kemacetan.
"Baiklah jika seperti itu akan ku kabari lagi nanti" Ujar Reza mengakhiri telepon tersebut.
"Siapa itu Reza?" Tanya Evan penasaran.
"Itu hanya orang yang tinggal di kos kita, tadi pintu kamar mu tidak bisa dibuka. Ngomong ngomong apakah kamu membawa kunci kamar mu?" Tanya Reza bingung.
"Iya, apakah harus ku berikan pada mu saja?" Tanya Evan.
"Tidak perlu mereka sudah mengurus masalah pintu itu" Jawab Reza santai. Tapi Evan merasa bahwa Reza baru saja berbohong karena wajah Reza sangat serius kala itu. Tidak mungkin hanya karena pintu Reza khawatir seperti itu.
To be contiune >>>
__ADS_1