Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Kemana semuanya pergi? - Episode 12


__ADS_3

Keesokan harinya, Evan kelihatannya mulai terlihat menbaik dan sudah mulai bisa beraktivitas lagi. Pastinya itu merupakan kabar baik untuk Raihan dan lainnya. Saat bangun, kamar mereka terlihat sepi. Di sana hanya ada Evan dan beberapa barang barang milik Reza, Raihan dan Selly.


"Aneh? kenapa di sini sepi sekali? biasanya Selly suka menonton film di sini menggunakan laptop nya" Ujar Evan heran.


Saat Evan keluar, ruang tamu dan dapur terlihat sepi. Evan pun langsung mencoba mencari semua temannya di semua tempat bahkan dia juga neneriksa ke tempat Resepsionis Hotel. Karena sudah kelelahan, Evan pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan berpikir.


"Kemana perginya mereka semua? apakah mereka meninggalkan aku di sini? Ahhh tidak mungkin buktinya barang barang mereka masih di sini, tapi kemana mereka?" Tanya Evan sambil berpikir mencari tahu di mana teman temannya berada.


"Jika tidak salah besok adalah hari kami pergi ke Pulau Sujapa, jadi seharusnya mereka tidak akan pergi ke pelabuhan sekarang. Tapi sekarang mereka ada di mana? apakah aku harus bertanya kembali ke pihak resepsionis?" Gumam Evan pada dirinya sendiri.


Evan pun akhirnya langsung memutuskan untuk segera ke tempat Resepsionis, memang cukup aneh jika ada yang ke Resepsionis pada pukul 06:00 pagi. Tapi ia tidak memiliki pilihan lain selain mencari tahu di tempat Resepsionis.


"Maaf bu apakah ada 2 laki laki yang kira kira setinggi 168cm dan perempuan dengan rambut panjang yang keluar dari hotel ini?" Tanya Evan ke wanita yang menjaga Resepsionis kala itu.


"Maaf tapi sepertinya aku tidak melihat ada yang keluar Hotel sejak tadi" Jawab wanita yang menjaga Resepsionis.


"Baik bu terima kasih" Jawab Evan dan kemudian meninggalkan Resepsionis.


"Jika mereka tidak keluar dari Hotel, apakah mereka masih di sini? tapi di mana?" Gumam Evan heran.


Evan pun memutuskan untuk kembali ke kamar yang mereka pesan dan segera mencari petunjuk mengenai keberadaan teman temannya. Tapi bukannya menemukan sesuatu hasilnya malah nihil dan tidak menuju pada apapun.


"Kemana sih mereka sebenarnya, sudahlah mungkin aku akan mengirimkan pesan pada Reza atau Raihan saja. Bisa jadi mereka bisa memberitahu ku di mana mereka sebenarnya" Evan pun langsung mengambil handphone nya dan segera Mengirimkan pesan pada Raihan dan Reza.


Tapi betapa terkejutnya Evan ketika melihat bahwa ini sudah hari keempat atau hari mereka semua akan pergi ke Pulau Sujapa. Evan pun langsung segera menelepon Reza dan lainnya untuk mencari di mana mereka berada sekarang, jika tidak maka mereka akan terlambat dan semua tiket mereka akan hangus.


"Halo Reza kalian bertiga ada di mana sekarang? ini sudah hari ke empat, kita akan pergi hari ini. Cepat beritahu aku di mana kalian, aku akan sekalian membawa barang barang milik kalian ke pelabuhan" Ujar Evan panik dan sambil mengemas barang barang milik mereka semua.


"Apa yang kamu maksud Evan? bukannya kamu sudah mengatakan jika kita tidak akan pergi? " Tanya Reza heran.

__ADS_1


"Apa! kapan aku mengatakan itu! Reza kamu jangan main main ini tidak lucu" Evan pun langsung di buat heran dengan apa yang di katakan Reza di telepon tadi.


"Tadi pagi.." Tiba tiba suara Reza yang awalnya terdengar seperti sedang menelepon malah berubah menjadi terdengar nyata dab sangat jelas.


Secara Refleks Evan pun langsung berbalik dan mundur beberapa langkah karena kaget. Wajah Reza kala itu terlihat sama seperti saat ia memarahi Raihan dan Selly sebelumnya, tapi kali ini sedikit lebih menakutkan.


"Re-reza sejak kapan kamu ada di situ?" Tanya Evan ketakutan.


"Sejak tadi.." Jawab Raihan yang secara tiba tiba muncul di belakang nya.


"Ahhh!!" Evan pun langsung berteriak terkejut dan langsung mencoba lari karena ketakutan.


Evan pun memutuskan untuk lari ke kamar tidur mereka dan berharap jika di sana aman dan tidak ada keanehan lainnya. Saat ia membuka pintu, muncul Selly sambil membawa sebuah boneka yang kelihatan terbuat dari kayu tapi juga mengkilap seperti keramik.


"Hai Evan... Apakah kamu ingin bermain?"


"T-tidak terima kasih, aku hanya ingin waktu untuk sendiri" Ujar Evan sambil mundur ke belakang.


"Apa apaan ini?" Tanya Evan yang sudah ketakutan setengah mati.


Rupa dari boneka yang ia tabrak kelihatan seperti Reza dan satu lagi yang ada di samping boneka yang ia tabrak memiliki wujud seperti Raihan.


"Khi...hihihihi... kakak... main sama aku mau? "


Tiba tiba ia mendengar suara anak anak yang sama seperti yang ia dengar sebelum meninggalkan kos yang ia dan teman temannya tempati Evan cukup yakin karena suara tawa anak kecil yang ia dengar sebelumnya cukup sama dengan suara yang ia dengar kali ini.


Saat ia berbalik kembali ke arah Selly, yang muncul hanya boneka keramik yang menyerupai nya dan masih memegang sebuah boneka yang di pengang nya sebelumnya. Mata Evan pun semakin tertuju pada boneka kecil tersebut.


"Khahahahahha! kakak menemukan ku! " Evan pun langsung di buat kaget ketika kepala boneka anak kecil itu bergerak dan menggerakkan mulutnya seolah olah hidup.

__ADS_1


"Ahhh!!"


"Ada apa Evan? pagi pagi teriak saja" Ujar Selly yang ada di bawah lantai sedang menonton sesuatu di laptop nya.


"Ha.. ha.. ha... untung hanya mimpi" Ujar Evan sambil bernafas terengah engah.


"Mimpi? mimpi apa?" Tanya Selly.


"Tidak apa apa... aku mungkin akan memeriksa HP ku saja untuk menenangkan diri" Ujar Evan sambil mengambil HP miliknya yang ada di laci di samping kasur yang ia tempati.


Saat ia membuka HP nya terlihat tanggal bahwa itu merupakan hari ke 3 ia berada di hotel itu dan ia juga bersyukur jika itu semua hanyalah mimpi.


"Siapa yang berteriak tadi?" Tanya Raihan dengan tangannya yang masih di perban.


"Tidak apa apa, itu hanya Evan" Jawab Selly santai.


"Raihan" Evan pun langsung memanggil nama Raihan ketika melihat tangannya di perban.


"Iya ada apa?" Tanya Raihan ke Evan.


"Ada apa dengan tangan mu?" Tanya Evan.


"Ehh panjang ceritanya" Ujar Raihan sambil masuk ke dalam.


"Jadi bagaimana keadaan mu? apakah baik baik saja?" Tanya Raihan.


"Ehh iya" Jawab Evan sambil tersenyum.


"Baiklah, bagaimana jika nanti sore kita ke Cafe di samping Hotel? mungkin itu akan membuat mu merasa lebih baik" Ujar Raihan sambil mengambil HP nya.

__ADS_1


"Baiklah boleh saja" Jawab Evan.


To be contiune >>>


__ADS_2