
Reza pun memutuskan untuk tetap berbaring saja selama beberapa menit agar terlihat sedang sungguh tidur. Waktu pun terus berjalan dan secara tidak sadar Reza malah ketiduran dan saat membuka mata dan melihat ke arah jam, ia pun terkejutlah karena sudah pukul 3 sore.
"Hoaamm... Astaga! aku ketiduran! sudah pukuk berapa ini!?" Ujar Reza yang menyadari ia tidak sengaja ketiduran saat ingin berpura pura tidur.
"Jam tiga sore!? sepertinya aku memang ketiduran. Lebih baik aku mengecek keluar." Ujar Reza yang langsung segera keluar tanpa basa basi lagi.
"Akhirnya kamu bangun juga Reza, lama kami menunggu mu." Ujar Evan yang tampak bersiap siap seperti ingin ke suatu tempat.
Melihat Evan yang tengah tampak bersiap siap ke suatu tempat, Reza pun langsung ingat jika Bu Mira dan Pak Sarya akan mengajak mereka pergi jalan jalan agar tidak ada yang dapat mengganggu pekerjaan Pak Akbar dan Bu Winata. Reza pun langsung pura pura tidak tahu dan berbohong jika ia sudah mengetahui semuanya.
"Kenapa kamu tampak bersiap siap ingin ke suatu tempat?" Tanya Reza ke Evan.
"Bu Winata mengatakan akan mengajak kita jalan jalan. Jadi kami bersiap siap terlebih dahulu." Jawab Evan sambil memakai jaket coklat yang sama seperti ia pakai saat mereka berlibur sebelumnya.
Reza pun hanya diam dan tidak menjawab sedikit pun. Tak lama setelah itu Bu Mira pun datang dan menghampiri dirinya untuk memberitahu jika mereka akan segera pergi jalan jalan keluar.
"Akhirnya kanu bangun juga Reza, ayo cepat persiapkan dirimu. Sebentar lagi kita akan pergi jalan jalan." Ujar Bu Mira setelah berjalan menuju Reza. Wajah Bu Mira pun tampak sangat santai seperti tidak ada apa apa.
Melihat wajah palsu itu, Reza pun merasa sedikit tidak nyaman karena ia seperti berada di sebuah panggung pertunjukan drama yang membuatnya juga harus berakting.
"Baik, aku akan bersiap siap." Jawab Reza yang memasang sengum palsu.
Reza pun langsung segera masuk ke dalam kamar dan bersiap siap di sana. Di luar Bu Mira tampak tersenyum mengira jika ia telah berjasil mengajak mereka semua jalan jalan agar bisa mengalihkan perhatian mereka dari Bu Winata dan Pak Akbar. Setelah selesai bersiap siap, Reza pun langsung segera keluar untuk bersama teman temannya. Kemudian sorenya, mereka pun langsung segera bersiap pergi dan di sana tampak Evan heran kenapa Pak Akbar dan Bu Winata tidak ikut.
"Kenapa Pak Akbar dan Bu Winata tidak ikut?" Tanya Evan heran.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Evan, Bu Winata pun terpaksa membuat alasan lain yang tampaknya tidak terlalu bagus karena ia tidak menduga akan ada yang menanyakan hal itu.
"Kenapa Pak Akbar dan Bu Winata tidak ikut?" Tanya Evan heran.
"Ehh... mereka harus pergi ke tempat lain. J-jadi mereka tidak bisa ikut." Bohong Bu Mira agar rencana mereka tidak terungkap.
Evan yang tidak tahu apa apa pun hanya bisa percaya dengan perkataan Bu Mira. Saat semuanya telah masuk ke dalam mobil, mereka pun langsung segera pergi dari sana. Di saat yang sama tampak Paman Reza sudah pulang dari pekerjaannya dan memasuki Rumah Reda yang tampak sudah rapi dan tidak berantakan lagi.
Di tengah perjalanan tampak Reza yang awalnya sedang memainkan ponselnya, tiba tiba saja menatap ke kaca dalam mobil. Pak Sarya yang melihat itu pun tau pasti jika Reza memintanya untuk segera kembali. Beberapa menit pun telah berlalu dan suasana dalam mobil sangat hening tanpa ada suara sedikitpun.
"Nanti malam kalian ingin makan apa?" Tanya Bu Mira memecahkan keheningan di sana.
Entah mengapa, tidak ada yang menjawab pertanyaan itu dan karena tidak ada yang mencoba menjawab suasana pun kembali canggung dan hening.
Srrrrrttt!!!
Mendengar itu Pak Sarya pun refleks menginjak rem dan membuat mereka semua terkejut. Meski begitu, bukan itu yang harus Bu Mira dan Pak Sarya permasalahan. Yang membuat mereka heran adalah mengapa Evan juga bisa tahu rahasia mereka.
"Maaf aku akan lanjut menjalankan mobilnya." Ujar Pak Saya kembali mengemudikan mobil tersebut.
"Apa maksudmu?" Tanya Bu Mira yang mulai panik.
"Reza sudah memberitahu kami. Apakah kalian menganggap jika ini bukan masalah kami juga?" Tanya Evan yang juga ragu ragu untuk mengatakan itu.
"Reza? tapi bagaimana bisa?" Tanya Bu Mira heran.
__ADS_1
Reza pun langsung segera menceritakan kejadian semalam saat ia mendengarkan semuanya. Bu Mira pun juga tampak tidak bisa memberi alasan lagi sebab semuanya termasuk Prayan dan Jessi tampak sudah tahu.
"Jika Reza sudah tahu, bagaimana kalian juga bisa mengetahui itu semua?" Tanya Bu Mira heran.
Reza pun langsung segera menunjukkan ponsel miliknya yang berisi ada banyak rentetan chat yang sepertinya baru saja ia kirim. Dari sana Bu Mira pun sudah tahu sejak kapan mereka sudah mengetahui semua itu.
Tak lama setelah itu mobil pun kembali berhenti di tengah jalan. Bu Nira pun tampak heran dan bertanya kepada Pak Sarya.
"Kemapa berhenti? apakah bensinnya habis?" Tanya Bu Mira.
"Kita akan kembali." Jawab Pak Sarya sambil mencoba memutar balik.
"Apa!? apakah kamu ingin anak anak dalam bahaya!?" Tanya Bu Mira yang tidak setuju dengan keputusan yang di ambil oleh Pak Akbar.
"Dulu aku sudah membuat kesalahan dengan tidak membantu Reza ketika orangtua beserta adiknya meninggalkan nya. Dengan bodoh aku menyetujui keputusan pamannya untuk meninggalkan Reza di sekolah berasrama itu dan hanya memberikannya uang untuk kehidupan sehari hari. Jika ini bisa membantu Reza dan membuat semuanya lebih baik.... aku harap keputusan ku tidak salah." Ujar Pak Sarya yang tampak sudah membulatkan tekatnya untuk membantu Reza.
"Tapi apakah kamu sudah memikirkan konsekuensinya!?" Bu Mira pun tampak mulai marah marah dan tetap tidak setuju jika harus melibatkan Reza dengan lainnya.
"Lebih baik kita serahkan saja pada mereka. Aku tidak tahu akan bagaimana akhirnya, tapi aku yakin jika semua akan baik baik saja. Lagi pula ini adalah masalah keluarga Reza sendiri dan kita tidak bisa mengingkari itu." Jawab Pak Sarya.
"Hahh... sepertinya tidak ada cara untuk membujuk kalian lagi. Aku akan ikut. Tapi janji pada ku, jika terjadi sesuatu pada mereka semua, maka kamu harus bertanggung jawab." Ujar Bu Mira yang hatinya tampak di luluhkan oleh perkataan Pak Sarya.
Pak Sarya pun tampak sangat lega ketika melihat Bu Mira juga setuju. Mungkin itu terlihat seperti di paksa. Tapi dalam hatinya, Bu Mira sangat ingin membantu anak dari mendiang sahabatnya itu.
To be contiune >>>
__ADS_1