Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Misteri Bunuh Diri - Episode 66


__ADS_3

"Kenapa di sini kosong sekali?" Tanya Pak Akbar heran.


"Aku tidak suka tempat sepi seperti ini. Lebih baik kita cepat mencari tahu asal suara itu dan kembali." Ujar Reza yang terlihat khawatir.


Mereka pun langsung segera memasuki Rumah itu, kecuali Selly yang hanya berdiri di depan pintu dengan wajah yang merasa khawatir akan sesuatu di dalam.


"Selly! apakah kamu tidak ingin masuk?" Tanya Evan.


"T-tidak!... aku akan menunggu di sini saja." Ujar Selly dengan wajah pucat.


"Baiklah." Jawab Evan sebelum pergi memeriksa Rumah itu bersama Raihan dan Reza.


Saat menelusuri tempat itu, terasa hawa dingin yang bukan hanya terasa di kulit, tapi membuat mereka merasa tidak nyaman.


"Kenapa suhu di sini sedikit dingin?" Tanya Evan sambil merasa sedikit merinding.


"Jangan berisik, perasaan sedikit merasa tidak enak." Ujar Reza sambil terus berjalan menelusuri lorong rumah yang akan membawa mereka ke halaman belakang.


Saat mereka berada di depan pintu Halaman Belakang, terasa hawa dingin itu semakin membuat mereka tidak nyaman. Meski sudah merasakan itu, Reza pun langsung segera membuka pintu dan terlihat banyak orang yang terduduk di sebuah ayunan.


"Maaf Pak, apakah Bapak bisa menceritakan apa yang terjadi? tadi kami mendengar suara teriakan." Ujar Reza yang merasa lega karena bisa bertemu dengan salah satu dari Pekerja yang di sewa Pak Sarya.


Meski sudah di berikan pertanyaan oleh Reza, orang itu masih saja tidak menjawab. Reza pun langsung segera mencoba memeriksa pria tersebut. Saat ingin menepuk pundak pria itu, tiba tiba dengan sendirinya kepala pria itu terjatuh dengan sendirinya.


"Apa apaan ini!?... bagaimana bisa dia mati seperti ini!?..." Tanya Reza sambil terkejut dengan wajah tidak percaya.


"Reza." Secara tiba tiba Evan langsung memanggil nama Reza.


"Ada apa!?" Tanya Reza sambil memeriksa mayat pria itu.

__ADS_1


"Ku rasa kamu harus melihat ini." Ujar Evan sambil terus melihat ke arah dinding di atas pintu masuk.


Saat Reza berbalik, terlihat tiga pekerja lainnya yang tampak sudah tergantung layaknya boneka. Reza yang melihat itu pun langsung terkejut dan langsung memanggil Pak Akbar dan lainnya.


"Kenapa kamu memanggil kami Reza?" Tanya Pak Akbar.


"Kesini dan lihatlah." Ujar Reza sambil terus memperhatikan dinding diatas pintu masuk Halaman Belakang.


Pak Akbar pun langsung segera menghampiri Reza dan melihat ke arah dinding diatas pintu masuk Halaman Belakang. Wajah Pak Akbar pun sama seperti yang lainnya ketika melihat itu semua. Kaget dan terkejut tentu saja akan menjadi ekspresi yang mereka keluarkan ketika melihat itu semua.


"Ahhhh!! semuanya cepat ke sini!" Tiba tiba saja Selly langsung berteriak dan mengejutkan mereka semua.


Evan dan lainnya pun langsung segera pergi menuju ke arah Pintu Depan dan terlihat Selly sudah berada di tengah jalan sambil memandang bagian atas Rumah itu dengan wajah ketakutan.


"Ada apa Selly!? kenapa kamu berteriak!?" Tanya Evan dengan perasaan kaget.


"Kalian cepat hentikan pria itu!" Ujar Selly sambil menunjuk bagian atas Rumah.


"Hei! apa yang ingin kamu lakukan!? cepat kamu turun!" Ujar Pak Akbar panik.


"Apa lagi yang kamu lakukan!? cepat naik ke Kamar Tamu dan hentikan dia!" Ujar Bu Winata yang langsung meminta Pak Akbar untuk segera menyelamatkan Pekerja itu.


Saat Pak Akbar kembali masuk dan berusaha ke Kamar Tamu, Pekerja itu pun langsung mengeluarkan sebuah pisau dari kantongnya dan melukai lehernya sendiri. Sesudah melakukan itu, tampak Darah kekuar dari sayatan tersebut.


Dengan wajah datar pekerja itu langsung menjatuhkan dirinya dan karena lehernya sudah terpotong setengah, saat jatuh kepala pekerja itu pun lepas dari tubuhnya jarena tali yang mengikat di lehernya. Seakan keberuntungan tidak memihak pekerja itu. Sesudah pekerja itu melompat, Pak Akbar tampak sudah tiba dan tidak berhasil menangkap Pekerja malang itu.


Tetangga dan orang orang yang menyaksikan itu pun hanya bisa menonton dan merasakan perasaan yang sama, yaitu merinding dan takut. Ambulan dan Polisi pun mulai datang untuk mengurus mayat tersebut. Selagi Pak Sarya dan Pak Akbar memberikan keterangan, Evan dan lainnya memutuskan untuk berada di Rumah Bu Mira saja.


"Untuk sementara kalian jangan keluar dulu. Pak Akbar dan Pak Sarya sedang mengurus semuanya." Ujar Bu Mira.

__ADS_1


Bu Mira pun mulai duduk di sofa yang ada di sana. Jessi pun langsung segera pergi menuju ke arah Kamar bersama dengan Selly untuk membicarakan sesuatu. Di dalam Kamar, Jessi pun mulai melontarkan beberapa pertanyaan.


"Selly, kenapa kamu bersikap aneh baru baru Ini?" Tanya Jessi.


"Entahlah, aku merasa jika ada sesuatu yang mengerikan di dalam Rumah itu. Sesuatu... yang membuat ku ketakutan ketika memikirkannya." Ujar Selly dengan wajah takut bukan main.


Di saat Selly menceritakan semuanya ke Jessi, di Ruang Tamu, tampak Evan yang merasa herab mengapa mereka memanggil Polisi, padahal mereka masih di cari karena kejadian di Kos Reza sebelumnya.


"Kenapa kita harus memanggil polisi? bukankah mereka masih mencurigai kita?" Tanya Evan heran.


"Kita tidak ada pilihan lain. Jika tidak di telepon, apa yang harus kita jelaskan?" Ujar Reza sambil mengintip keadaan di luar melalui jendela.


"Tapi siapa sebenarnya dalang di balik ini semua? tentu saja ini bukan bunuh diri biasa." Ujar Evan yang merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Aku juga merasa begitu. Tapi Aku juga masih belum tau siapa yang melakukannya." Ujar Reza.


Evan, Reza dan lainnya pun tampak mulai membahas siapa yang melakukan itu semua. Tapi bukannya berhasil menjawab pertanyaan mereka, yang ada malah semakin banyak pertanyaan yang mereka dapatkan. Melihat hal itu, Bu Winata pun mulai merasa jika kini merupakan waktu yang tepat baginya untuk menjelaskan sesuatu ke Reza dan lainnya.


"Jika seperti ini, aku tidak memiliki pilihan lain lagi selain menjelaskan semuanya." Gumam Bu Winata dalam hatinya.


"Semuanya, ku rasa ini adalah waktu yang tepat untuk aku menceritakan semuanya." Ujar Bu Winata sambil mulai menghampiri mereka semua.


"Menjelaskan semuanya? apa maksud Ibu?" Tanya Evan heran.


"Sebenarnya alasan Aku dan Suami ku bisa tinggal di Rumah itu adalah karena kami di panggil oleh Paman Reza." Ujar Bu Mira.


"Di panggil oleh Paman? apa maksud Ibu?" Tanya Reza yang tidak bisa memahami semua itu.


"Boneka yang sedang berada di Rumah itu bukanlah Rena. Tapi sesuatu yang sangat mengerikan." Ujar Bu Winata dengan wajah yang sangat serius dan tidak main main.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2