
Kemudian mereka pun memutuskan untuk tidur lebih awal agar bisa mencoba beberapa kesenangan di sana. Tapi pada saat jam masih menunjukan pukul 02:30 pagi, Reza terbangun karena mendengar suara perempuan yang bernyanyi lagu pengantar tidur.
"Nina.. bobok... nina bobok... kalau tidak bobok... di gigit nyamuk..."
Suara dari lagu itu terdengar sangat jelas. Apalagi yang membuatnya semakin mengerikan adalah lagu tersebut di iringi alat musik gamelan yang samar samar, suara dari perempuan itu sangat merdu tapi sekaligus menakutkan seakan akan bisa membuat yang mendengarnya akan di timpa bahaya.
"Siapa yang menyanyikan lagu ini malam malam? seperti sudah tidak memiliki pekerjaan lain saja" Ujar Reza kesal.
Reza pun kemudian langsung keluar dari kamar dan memeriksa dari mana asal dari suara tersebut. Saat ia sudah keluar, suara itu semakin keras dan jelas.
"Baiklah, ku rasa orang yang menyanyikan lagu ini di sekitar sini" Ujar Reza dalam hatinya.
Semakin ia berjalan, lagu itu semakin keras dan jelas. Tapi saat Reza berada di kamar terakhir atau kamar 20, lagu itu seketika menjadi samar samar.
"Kenapa lagu ini? tidak mungkin kan jika ada yang bisa berpindah tempat secepat itu?" Ujar Reza heran.
Tanpa mempedulikan apa pun yang ada di sekitarnya, Reza pun langsung memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya dan berniat untuk kembali tidur di kamar mereka. Tapi langkah Reza langsung berhenti ketika lagu tersebut terdengar jelas di kamar 04 atau kamar mereka.
"Kenapa mereka memutar lagu itu? apakah dia tidak tau jika ini masih waktu untuk tidur?" Ujar Reza kesal.
Kemudian tanpa rasa takut, Reza pun langsung membuka pintu dan saat ia melihat ke dalam, lagu itu langsung menghilang seolah olah orang yang menyanyikan lagu itu di telan oleh bumi.
"Aneh, kenapa lagu ini hilang?"
"Reza?"
"Astaga!!.... Evan kenapa kamu mengagetkan aku seperti itu?" Kesal Reza.
"Kamu sendiri kenapa masih belum tidur?" Tanya Evan.
"Tidak apa apa, tadi aku hanya ingin mencari udara segar" Ujar Reza.
__ADS_1
"Dari jam 02:30 sampai jam 4 pagi?" Tanya Evan heran.
"Apa!? sekarang sudah jam 4?" Tanya Reza teheran heran.
"Iya" Jawab Evan.
"Tunggu kenapa kamu tau jika aku terbangun di pukul 02:30?" Tanya Reza heran.
"Tadi aku bangun karena orang tua ku tadi menelepon dan mengatakan jika uang bulanan ku sudah di transfer" Ujar Evan sambil menunjukkan riwayat telepon nya.
"Di sini tertulis telepon mu berakhir di pukul 03:00. Jadi kenapa kamu belum tidur setelah telepon berakhir?" Tanya Reza.
"Kamu tau kan jika aku kalo sudah bangun tidak bisa tidur lagi" Ujar Evan.
"Kalo begitu knapa kamu bisa di luar?" Sepertinya Reza memiliki begitu banyak pertanyaan.
"Astaga kamu kenapa memiliki banyak pertanyaan? tadi aku ke kamar mandi untuk buang air kecil" Ujar Evan.
"Apakah kami tidak tidur Evan?" Tanya Reza.
"Tidak, aku ingin lanjut membaca buku ku saja" Jawab Evan.
"Apakah kamu yakin? kamu tadi tidur hanya sebentar loh" Ujar Reza.
"Tidak apa apa, nanti aku juga akan tertidur jika sudah mengantuk atau jika mataku sudah lelah aku akan mencoba tidur kembali" Jawab Evan.
Reza pun hanya tersenyum dan kembali melihat ke ponselnya. Di ponselnya terlihat benerapa berita mengenai kasus kapal yang kehilangan kontak di beberapa perairan. Tidak di ketahui secara pasti, tapi sebelum kapal mengalami putus kontak, semua kapal sudah di pastikan dalam keadaan yang baik.
"Nina.. bobo... nina bobok... kalau tidak bobok... di gigit nyamuk..."
Tiba tiba lagu itu kembali muncul. Bukan hanya Reza, Evan juga mendengar lagu itu dan lagu itu sangat jelas terdengar di kamar mereka. Karena hal itu, mereka pun mencoba mencari tahu di mana asal lagu itu muncul.
__ADS_1
"Reza apakah kamu mendengar lagu itu? dari mana asalnya?" Tanya Evan ketakutan.
"Entahlah, tapi lebih baik kita mencari tahu" Ujar Reza.
Akhirnya mereka berdua pun bersama sama pergi keluar dan mencoba mencari tahu dari mana asal lagu tersebut. Tapi hasilnya malah nihil, lagu itu terdengar di mana mana bahkan sampai di luar vila penginapan sekalipun.
"R-reza ku rasa akan lebih baik jika kita kembali ke kamar" Ujar Evan ketakutan.
"Baiklah, kurasa memang ide bagus. Mungkin ini hanya ulah orang jail" Jawab Reza.
Saat mereka sudah berada di depan kamar, lagu itu malah semakin keras dari pada sebelumnya dan membuat Evan sedikit ragu membuka pintu itu.
"R-reza, kamu saja yang membuka pintu nya. Aku takut" Ujar Evan.
Karena permintaan dari Evan, mereka pun langsung membuka kamar dan mereka melihat sebuah kotak musik yang terbuka dan sedang memutar lagu nina bobo. Tapi bukankah kotak musik hanya memunculkan nada? tapi kenapa ini berbeda?
"Ternyata hanya kotak musik" Ujar Evan lega.
Evan pun langsung menutup kotak musik tersebut dan meletakkannya di meja yang ada di sana, Evan pun juga berencana memberikan kotak musik itu ke penjaga penginapan nantinya untuk di kembalikan ke pemiliknya.
"Ehh Evan, bukankah akan lebih bagus jika kita memberikan kotak musik itu sekarang? atau tidak kita letakkan saja di depan vila. Aku tidak nyaman dengan kotak musik itu" Ujar Reza yang sedikit curiga dengan kotak musik itu.
"Baiklah, kamu tunggu saja di sini. Aku akan meletakkan kotak musik ini di meja yang ada di depan vila, tidak akan lama kok. Mungkin hanya beberapa menit saja" Jawab Evan sambil menutup pintu.
"Entah apa yang sebenarnya terjadi, kurasa malam ini memang cukup aneh. Atau hanya perasaan ku saja?" Ujar Reza dalam hatinya.
Kemudian Reza pun kembali memainkan ponsel nya. Beberapa saat kemudian Evan pun kembali dan langsung membaca buku miliknya. Reza pun hanya diam dan lanjut memperhatikan handphone nya.
Malam yang aneh itu pun mereka berdua habiskan dengan mengurus urusan mereka masing masing. Tapi Reza masih tidak yakin, apakah perempuan yang ia lihat berada di belakang Raihan, lagu nina bobok, dan kotak musik yang tiba tiba muncul di kamar mereka itu berhubungan. Tapi Reza tetap berusaha berpikir positif dan berharap jika tidak ada hal buruk yang mendatangi mereka di pulau atau pun penginapan itu.
To be contiune >>>
__ADS_1