Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Masa Lalu Reza (Bagian 1) - Episode 46


__ADS_3

Dengan santai Reza pun langsung duduk di samping pria yang bersama mereka sebelumnya. Di depan Reza terdapat kedua suami istri yang baru saja mereka temui.


"Apalagi yang lain tunggu? ayo duduk." Ujar Reza melihat Evan, Raihan dan Selly yang belum duduk.


Tak lama kemudian pria yang sebelumnya menjadi supir dari mobil yang mereka tumpangi datang sambil membawa beberapa makanan. Tentu saja Evan dan Raihan agak sedikit masih belum terlalu paham dengan semua itu. Tapi seperti biasa, jika sudah ada makanan Selly pasti langsung lupa diri. Selly pun langsung laham menyerbu makanan itu. Pria itu langsung duduk di salah saru kursi di ujung dan memakan makanan yang ia bawa sebelumnya.


"Selly, apakah cara makan mu tidak bisa lebih sopan lagi?" Tanya Raihan yang duduk di samping Selly.


"Kenapa?" Tanya Selly.


"Sudahlah, lupakan saja." Raihan pun mengurungkan niatnya karena ia sudah bisa menebak jika Selly tidak akan mendengarkan.


Terlihat ada 3 buah kursi kosong yang tersisa. Karena merasa bingung dan juga ingin tahu, Evan pun langsung merasa penasaran dan bertanya ke Reza .


"Kenapa 3 kursi di sana kosong?" Tanya Evan.


Setelah Evan menanyakan itu, Reza langsung berhenti makan dan hanya memandang piring miliknya untuk sementara dan langsung menggelengkan kepalanya dan meminya Evan untuk melupakan itu..


"Sudah biarkan saja." Ujar Reza.


Evan pun kembali diam dan langsung melanjutkan makannya. Ternyata waktu makan malam itu sangat lah suram dan senyap tidak seperti yang Evan pikirkan sebelumnya. Karena itu Evan ingin menagih janji Reza sebelumnya yang berisi jika Reza akan menceritakan semua yang terjadi.


"Reza, kamu tadi mengatakan jika ingin menceritakan sesuatu saat makan malam. Kenapa tidak kamu ceritakan sekarang? ini kan sudah makan malam." Ujar Evan sambil menatap biasa Reza.


Reza pun langsung menelan makanannya dan kemudian diam sejenak. Suasana yang sepi pun langsung terbentuk dan membuat semuanya sangat merasa tidak nyaman.


"Akan ku ceritakan." Ujar Reza.


"Kamu tidak perlu menceritakannya jika terpaksa." Ujar Raihan.


"Tidak apa apa, 5 tahun lalu saat aku masih berumur 10 tahun..." Reza pun mulai bercerita.


Pada tanggal 15 di bulan september, Reza masih berada di kelas 3 SD kala itu. Rumah yang ia tempati juga merupakan rumah milik orangtua kandungnya. Kala itu Reza terlihat sedang bermain main dengan adiknya yang masih berumur 7 tahun.


"Kakak! cepat kembalikan boneka ku!" Ujar Adik Reza sambil berlari mengejar Kakaknya yang jail itu.


"Tidak mau! kamu tadi mencoret buku tugas ku!" Ujar Reza yang masih kecil kala itu.

__ADS_1


"Kan kakak yang mengambil boneka ku duluan!" Adik Reza pun langsung


"Reza jangan ganggu adik mu. Nanti jika ibu mu marah ayah tidak bisa melindungi mu." Ujar Ayah Reza dengan wajah senyum sambil membawa sebuah tas kerja.


"Heii, aku tidak semenakutkan itu." Ibunya Reza pun langsung muncul entah dari mana sambil membawakan bekal untuk suaminya.


Melihat ibunya yang langsung muncul secara tiba tiba, Reza pun langsung terkejut dan langsung berhenti seketika. Adiknya yang tidak sempat berhenti pun langsung menabrak Reza.


"I-ibu?" Reza pun langsung berhenti di tempat.


Bukk!!


"Kakak kenapa tiba tiba berhenti?" Ujar Adik Reza sambil mengusap kepalanya yang membentur pinggang Reza.


"Rena? Reza menggangu mu lagi?" Tanya Ibunya Reza.


"T-tidak kok bu." Jawab Reza.


"Tuh kan, Reza saja langsung panik saat kamu muncul." Ujar Ayah Reza.


Ayah Reza pun langsung segera pergi keluar.


"Reza kamu jangan menggangu adik mu. Cepat kembalikan boneka nya Rena. Nanti kalian terlambat ke sekolah lho." Ujar Ibunya Reza.


"Iya bu." Jawab Reza dan Rena kompak.


Mereka berdua pun langsung berlari ke kamar mereka masing masing dan menyusun buku sekolah mereka. Kemudian pria yang sebelumnya bersama Reza dan lainnya di masa kini, merupakan Paman dari Reza. Bibinya Reza sudah meninggal saat usia Reza mencapai 3 tahun, oleh karena itu, Paman Reza saat ini tinggal di rumah itu.


"Bagaimana? apakah mereka berdua bertengkar lagi?" Tanya Paman Reza ke Ayah Reza.


"Iya, mereka tak pernah berhenti melakukan itu. Aku herab bagaimana bisa mereka tidak kelelahan." Ujar Ayah Reza.


Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil untuk pergi bekerja. Terlihat jika supir mobil itu tidak lain dan tidak bukan adalah pelayan setia di rumah itu.


"Ngomong ngomong jika tidak salah 3 hari lagi Reza akan berulang tahun kan?" Tanya Paman Reza.


"Iya, aku masih bingung ingin memberikannya apa." Ujar Ayah Reza.

__ADS_1


"Sama, kalo kue pasti istri mu sudah membuatnya duluan." Ujar Paman Reza.


Sementara itu di rumah...


"Hachii!!! sepertinya ada yang membicarakan ku." Ujar Ibu Reza.


"Bu! kakak mengambil boneka ku!" Ujar Rena yang sudah membawa tas miliknya.


"Lagi?" Tanya Ibu Reza heran.


"Rena ingin membawa bonekanya ke sekolah bu!" Ujar Reza.


"Pantas saja kakak mu mengambil boneka itu. Tidak boleh membawa boneka ke sekolah. Nanti di sita bagaimana?" Ujar Ibu Reza menasihati Rena.


"Tapi kenapa?" Tanya Rena yang masih berumur 7 tahun itu.


Ibu Reza pun langsung berpikir ingin menjawab apa. Karena alasam paling utama ia tidak mengizinkan Rena membawa bonekanya karena tidak ingin boneka itu hilang atau di ambil orang. Karena jika itu terjadi, maka sati rumah akan sedikit repot.


"Itu sudah peraturannya nak." Ujar Ibu Reza.


"Iya deh.." Jawab Rena yang sedikit sedih.


Tak lama kemudian, bus sekolah mereka pun akhirnya tiba. Reza dan Rena pun langsung segera ke sekolah mereka. Selain mereka, ada anak lain yang juga ikutan masuk. Itu adalah Jessi dan Prayan. Mereka berdua merupakan teman Reza sejak kecil dan juga sekaligus teman satu sekolahnya Reza.


"Baiklah karena mereka sudah pergi, mungkin aku akan membeli beberapa bahan bahan untuk pesta ulang tahun Reza yang 3 hari lagi." Ujar Ibu Reza sambil masuk ke dalam Rumah.


Sementara itu di Bus Sekolah, Reza terlihat sedang seru berbicara dengan Prayan temannya itu, sedangkan Rena sedang berbicara dengan Jessi.


"Kakak sebentar lagi akan ulang tahun. Kira kira saya harus memberikannya apa?" Tanya Rena ke Jessi.


"Kenapa kamu tidak mencari benda yang di sukainya saja?" Tanya Jessi.


"Kakak suka banyak hal. Aku tidak mungkin memberikannya sebanyak itu." Ujar Rena.


Sepertinya banyak orang yang berencana memberikan Reza hadiah ulang tahun yang menarik. Dari Teman, Sahabat, Orang Tua, Keluarga dan Adiknya terlihat sangat mempedulikan Reza.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2