Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Masa Lalu Reza (Bagian 4) - Episode 49


__ADS_3

Beberapa hari pun mulai terlewati dan kini sudah saatnya lah hari ulang tahun Reza. Tapi dari ulang tahun inilah kenangan terburuknya terbentuk, kita tidak akan tahu apa itu sampai Reza sendiri yang menceritakannya. Selain itu sehari sebelum Reza berulang tahun, tepatnya di malam hari, orang tua Reza bertengkar lagi.


Prraankkk!!


"Tuan! tenangkan diri mu!" Ujat pelayan itu sambil menahan Ayah Reza yabg baru saja memecahkan sebuah botol kaca.


"Sudah Rahmir! jangan lakukan itu!" Di sana juga ada seorang perempuan yang merupakan tetangga mereka dan juga sekaligus orangtua dari Jessi dan juga Prayan.


Kali ini pertengkaran antara kedua suami istri itu sangatlah mengerikan karena ada banyak pecahan beling dan barang barang lainnya yang berserak dan rusak. Satu satunya orang yang selalu tidak ada dalam kejadian itu hanyalah Paman Reza, tapi hal itu mungkin saja normal karena mengingat Paman Reza selalu pulang larut karena pekerjaannya.


"Reza kamu tidak apa apa kan?" Tanya Jessi.


"Hmpp!" Ujar Reza yang mengangguk.


Sebenarnya umur antara Reza dan Jessi itu berbeda 2 tahun. Tapi karena alasan terlambat mulai sekolah dan sebagainya, hal itu membuat Reza dan Jessi menjadi di kelas yang sama. Selain itu, Prayan dan Rena juga ada di Kamar Reza karena juga sedikit takut dengan yang terjadi di luar kamar.


"Kenapa kamu terus memulai pertengkaran ini!?" Tanya Rahmir atau bisa di sebut Ibunya Reza.


"Justru kamu yang memulainya! dari awal kamu selalu membuat ku kesal!" Ujar Ayah Reza.


"KALO BEGITU PERGI SAJA KAMU DARI SINI!" Ujar Ibu Reza.


"Sudah Rahmir! pikirkan nasib Reza dan Rena!" Ujar Tetangga mereka itu.


Dengan keadaan tubuh yang masih di tahan, mereka berdua tampak berkelahi hebat dengan menggunakan mulutnya. Setiap kata kata mutiara, intan, berlian dan kristal yang keluar dari mulut mereka itu membuat mereka sangat marah terhadap satu sama lain. Kurang lebih pertengkaran itu berlangsung sampai tengah malam, dan di saat yang sama mereka bisa mencapai kesepakatan yang sangat di harapkan oleh semua orang yang ada di sana.


"Baiklah, sekarang sudah malam. Lebih baik Tuan dan Nyonya tidur, biar kami yang mengurus semua ini." Ujar Pelayan itu.


"Tidak perlu repot repot, biar kami berdua saja." Ujar Ibu Andre yang merasa tidak enak.


"Sudah tidak perlu berbicara banyak lagi, sekarang kalian kembali saja ke kamar kalian dan serahkan ini kepada kami saja." Ujar Tetangga mereka itu.

__ADS_1


Akhirnya kedua pasangan Suami Istri itu kembali ke kamar mereka seperti tidak terjadi apa apa. Reza dan Rena juga sudah tidur jadi semua tampak sangat sunyi dan juga damai.


"Akhirnya damai sekali." Ujar Tetangga mereka yang kewalahan melerai.


"Ibu apakah kita sudah boleh pulang? Prayan sudah mengantuk sekali." Ujar Jessi.


"Sungguh? baiklah kalian tidur saja di kamar Rena. Ibu masih harus membersihkan semua ini." Ujar Tetangga mereka.


Jessi dan Prayan pun langsung segera memasuki kamar milik Rena dan tidur di sana. Ketika semuanya tengah tidur, Tetangga dan Pelayan mereka tampak tengah serius membicarakan pertengkaran kedua orangtua Reza yang sudah cukup berlebihan.


"Apakah mereka setiap hari seperti ini?" Tanya Tetangga itu.


"Sudah beberapa minggu dalam bulan ini Nona." Ujar Pelayan itu.


"Jangan terlalu formal, panggil saja aku Mira." Ujar Tetangga itu.


"Aku merasa jika ada yang tidak beres sekarang. Tuan hanya tidak menjawab karena tidak di panggil, dan karena itu Nyonya menjadi marah besar. Lama kelamaan mereka bertengkar untuk hal yang sangat sepeleh. Apalagi ini selalu terjadi di malam hari, sehingga aku merasa sedikit aneh." Ujar Pelayan itu.


"Mungkin kamu bisa memanggil Akbar, mungkin dia bisa membantu kita." Ujar Mira.


"Iya Rahmir juga tidak pernah mudah marah seperti itu. Ngomong ngomong di mana Pamannya Reza?" Tanya Mira.


"Dia mengatakan akan menginap di sebuah hotel untuk satu malam karena jalan pulang sangat macet." Ujar Pelayan itu.


"Kunci mereka bertengkar memang selalu karena Reza, Tapi kunci mereka tidak bertengkar tadi juga karena masih memikirkan bagaimana nasib Reza nantinya." Ujar Mira.


"Iya, ku rasa semuanya akan baik baik saja selagi Reza masih ada." Ujar Pelayan itu.


"Ngomong ngomong kamu terlihat formal kepada semuanya, tapi kamu membuat pengecualian ke Reza. Kenapa?" Tanya Mira.


"Salah satu alasannya karena dia mirip dengan seseorang." Ujar Pelayan itu.

__ADS_1


"Siapa? apakah maksud mu..." Mira pun terlihat seperti memberikan kode ucapan.


"Iya, memang dia." Jawab Pelayan itu.


"Baguslah, ngomong ngomong hari ini suami ku juga pulang larut. Apakah aku boleh menginap di sini juga? aku tidak ingin membuat Jessi dan Prayan terbangun." Ujar Mira.


Akhirnya malam itu sudah berlalu. Semua orang pun langsung segera tidur untuk beristirahat dari malam yang melelahkan itu. Reza dan Rena terlihat sangatlah nyenyak. Tak lama kemudian, seseorang datang dan memasuki kamar pelayan di rumah itu.


Kreeekkk!!...


Orang itu pun langsung segera menghampiri pinggiran kasur Pelayan rumah itu dan membangunkan nya dengan sedikit menggoyangkan tubuh pelayan itu.


"Reza? kamu belum tidur?" Tanya pelayan itu.


Ternyata orang yang masuk ke dalam Kamar dari sang Pelayan hanyalah Reza. Wajah Reza terlihat sedikit takut.


"Kenapa kamu ke sini?" Tanya Pelayan itu.


"Bibi tidak bisa membuat ku tidur." Ujar Reza.


Entah siapa Bibi yang ia maksud, tapi yang pasti itulah yang membuat Reza tidak bisa tidur. Karena tidak tega melihat Reza seperti itu, Pelayan itu pun setuju untuk menemani Reza di kamarnya malam itu juga. Mereka pun langsung berpindah kamar dan Reza pun juga langsung segera berbaring di kasur miliknya.


"Reza, apakah kamu tidak masalah jika aku sedikit bertanya?" Tanya Pelayan itu.


"Boleh saja." Jawab Reza.


Pelayan itu pun langsung segera mengambil sebuah tempat duduk atau kursi dan segera duduk di sana dan memberikan beberapa pertanyaan ke Reza.


"Baiklah apakah kamu bisa menceritakan siapa Bibi yang kamu maksud?" Tanya Pelayan itu.


Sama seperti sebelumnya, Reza pun kembali tidak menjawab dan hanya memasukkan kepalanya ke dalam selimut. Ternyata mau sampai di tanya berkali kali pun, Reza tetap tidak ingin menjawab. Padahal pernyataan lain di jawan olehnya.

__ADS_1


Kemudian agar Reza bisa cepat tidur, Pelayan itu pun langsung membacakan sebuah dongen sebelum tidur. Tapi secara tidak di sadari, Pelayan itu pun langsung tertidur ketika tengah membacakan cerita. Begitu juga dengan Reza yang sudah tertidur lelap 5 menit yang lalu. Tapi ketika mereka semua telah tertidur nyenyak, ada sesuatu di depan rumah mereka yang tampak seperti perempuan dengan rambut yang sedikit keriting dan juga terurai berantakan.


To be contiune >>>


__ADS_2