Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Di mana selly? - Episode 19


__ADS_3



"Apakah kamu yakin jika ini jalannya Evan? kelihatannya kita akan tersesat" Ujar Selly yang sedikit phobia terhadap gelap.



"Evan...?" Tiba tiba Selly pun berhenti dan menghadap ke atah belakang karena sedikit heran mengapa Evan tidak menjawab pertanyaan nya.



"Teman teman?... kalian di mana?... jangan bercanda dong, gak seru nih" Ujar Selly ketakutan.



"Lebih baik aku memberi pesan ke mereka" Ujar Selly sambil mengeluarkan teleponnya.



\[Selly : Reza kalian di mana? aku takut di sini sangat gelap.\]



~~~ *Beberapa saat setelahnya* ~~~



Mereka pun langsung berjalan menuju seorang bapak yang menjaga pintu masuk ke area penginapan untuk bertanya apakah Selly memang sungguh sudah masuk atau belum.



"Maaf pak apakah kamu melihat seorang perempuan yang ikut bersama kami masuk ke sini?" Tanya Evan.



"Kalian berlima yang baru saja masuk ke sini tadi kan?" Tanya Satpam tersebut.



"Ehhh, iya pak" Jawab Evan.



"Ohh.. sepertinya ada salah satu perempuan yang berjalan terus, aku mengira jika dia ingin berkeliling. Jadi aku biarkan" Ujar Satpam tersebut.



"Baiklah, sekarang kamu tanya pada Selly di mana dia, aku dan Evan akan pergi mencari Selly. Jika dia sudah memberitahu di mana dia berada, segera kabari kami" Ujar Raihan.



Kemudian tanpa basa basi Evan dan Raihan pun segera pergi ke sana, Reza pun segera bertanya kepada Selly di mana dia sebenarnya. Dengan segera ia pun langsung mengirimkan pesan kepada Selly melalui ponselnya.



*Tingg*!...



"Apakah Reza membalas pesan ku?" Tanya Selly.



\[Reza : Kamu ada di mana? kami sudah sampai di buka penginapan lho.\]



\[Selly : Apa!? kalian kenapa meninggalkan ku? cepat jemput aku sekarang juga.\]



\[Reza : Evan dan Raihan sedang mencari mu, kamu ada di mana?\]



\[Selly : Aku tidak tahu, di sini sangat gelap\]



\[Reza : Apakah ada hal yang membuat tempat mu berada berbeda dari sebelumnya?\]



\[Selly : Iya ada, lampu lentera yang ada di sini itu memiliki corak seorang penari yang di ikat. Corak itu terdapat di setiap sisi lentera itu. Sebelumnya kan memiliki corak sebuah candi, di sini sudah berbeda.\]



\[Reza : Baiklah, kamu tunggu di situ. Jangan kemana mana, aku akan segera memberitahu Evan dan Raihan\]



Sementara itu, Evan dan Raihan kelelahan dalam mencari Selly. Itu mungkin saja, karena mereka terus berlari tadinya. Evan pun mulai heran mengapa Selly bisa sampai terpisah dari mereka. Apalagi sampai tidak menyadari jika mereka sudah sampai.



"Di mana Selly sebenarnya?" Tanya Evan heran sambil kelelahan.


__ADS_1


*Tingg*...!



"Evan cepat periksa, apakah itu Reza? jika iya dia panti sudah mendapatkan informasi di mana Selly" Ujar Raihan terus meminta untuk Evan memeriksa ponsel miliknya.



"B-baik" Jawab Evan.



Evan pun langsung mengeluarkan ponsel miliknya dan seperti yang di harapkan, itu memang Reza yang sudah mengirimkan pesan mengenai di mana Selly berada kepada mereka.



"Bagaimana?" Tanya Raihan.



"Iya ini memang Reza" Jawab Evan.



"Yaudah cepat balas" Gigih Raihan.



\[Reza : Evan aku sudah mendapatkan informasi di mana Selly sekarang.\]



\[Evan : Sungguh!? dimana dia sekarang?\]



\[Reza : Dia mengatakan tidak tahu di mana dia berada, tapi dia memberitahu sesuatu yang membuat tempat ia berada saat ini berbeda\]



\[Evan : Kalo begitu cepat katakan\]



\[Reza : Dia mengatakan jika lampu lentera yang ada di sana itu memiliki corak seorang penari yang di ikat. Corak itu terdapat di setiap sisi lentera itu. Sebelumnya kan memiliki corak sebuah candi, di sana sudah berbeda\]



\[Evan : Baiklah, aku dan Raihan akan segera mencarinya\]



"Bagaimana? apakah Reza tau di mana Selly berada?" Tanya Raihan.




"Sekarang kita harus bagaimana?" Tanya Raihan.



"Sekarang kita harus segera mencari lampu lentera yang memiliki corak seorang penari yang di ikat di setiap sisi lentera itu" Ujar Evan.



"Yaudah cepat kita pergi" Ujar Raihan.



"Baik" Jawab Evan.



Akhirnya mereka berdua pun langsung berlari mencari Selly. Tapi sayangnya, mereka tetap tidak menemukan sebuah lentera dengan corak seorang penari yang di ikat di setiap sisi lentera itu.



"Di mana lentera yang Selly katakan?" Tanya Evan yang mulai kehabisan stamina.



"Entahlah, lebih baik kita bertanya pada Reza" Ujar Raihan.



"Tunggu, lihat ke sana" Ujar Evan.



Tiba tiba di ujung, Evan melihat sebuah cahaya terang yang berkedap kedip dan yang pertama kali terlintas di pikirannya adalah Selly yang memberikan tanda agar mereka tau di mana lokasinya.



"Bisa jadi itu Selly, ayo cepat Evan kita ke sana" Ujar Raihan.



Sementara itu, Selly memang sedang memainkan flashlight ponsel miliknya dan berharap jika Evan dan Raihan segera bisa menemukan mereka.

__ADS_1



"Ayolah, semoga dengan cara ini mereka bisa menemukan ku. Lagi pula kenapa mereka tega sekali meninggalkan ku?" Kesal Selly sambil terus memainkan flashlight ponselnya.



"Selly! apakah kamu di sana!?" Teriak Evan sambil berlari.



"Evan? akhirnya mereka datang juga, Iya! aku di sini!" Ujar Selly girang.



Evan dan Raihan pun langsung berlari cepat ketika mendengar suara Selly. Dengan cepat Selly pun langsung berlari dan secara tanpa sengaja ia juga memeluk Evan sambil menangis ketakutan.



"Ehh, Selly..." Evan yang ingin meminta Selly untuk melepaskan nya pun langsung mengurungkan niatnya ketika melihat Selly menangis ketakutan.



Mungkin jika ia tidak sendiri, ia pasti tidak terlalu takut. Tapi karena sendiri ia pasti sangatlah ketakutan, dan apalagi Selly juga sangat takut pada gelap. Entah mengapa Selly sekaan akan ingin memberitahu Evan jika ia sangat ketakutan dan ingin seseorang memeluknya untuk saat itu juga.



"Sudah Selly, tenang. Sekarang kami sudah menemukan mu, jadi tidak perlu takut lagi" Evan yang tidak tega melihat Selly yang menangis pun mulai memeluk Selly secara perlahan dan mulai menenangkan Selly saat itu juga.



Raihan pun juga mengirimkan beberapa pesan singkat kepada Reza agar ia tidak perlu khawatir lagi dan bisa tenang.



\[Raihan : Reza, sekarang Selly sudah di temukan\]



\[Reza : Sungguh? baguslah\]



\[Raihan : Hei Reza, apakah kamu ingin tau apa yang ku lihat saat ini?\]



\[Reza : Apa itu?\]



Raihan pun mulai jail dan mengirimkan foto Selly yang sedang memeluk Evan. Setelah mengirimkan foto tersebut, Reza pun mulai tersenyum dan menahan tawa ketika melihat foto tersebut.



\[Reza : Lebih baik kamu berhati hati, jika mereka berdua tahu. Kamu akan dalam masalah\]



\[Raihan : Tenang mereka tidak akan mengetahui hal tersebut\]



"Cieee, ada yang mulai suka nih" Ujar Raihan untuk mengganggu momen tersebut.



"Tutup mulut mu!" Jawab Selly dan Evan kompak.



"Wah.. sudah kompak saja, kapan jadian nya?" Raihan pun semakin menjadi jadi dan mulai semakin jail.



*Kreekk! Kreekk*!



"Jadi kamu masih tidak mau berhenti?" Ujar Selly sambil tersenyum dan kelihatannya tangannya juga mulai gatal untuk memukuli Raihan habis habisan.



"Ku rasa dia ingin tidur cepat hari ini" Evan pun juga mulai mengeluarkan stungun miliknya.



"K-kalian berdua tenang dulu, lagi pula kalian memang cocok" Ujar Raihan sambil ketakutan.



"Iya dan kamu cocok dengan pembalasan ini" Ujar Selly.



Tanpa basa basi Raihan pun segera lari dan juga diikuti oleh Evan dan Selly yang mulai bersiap siap untuk menghajar Raihan habis habisan.



"Ke sini kamu Raihan!" Ujar Selly dan Evan kompak lagi. Raihan pasti akan tamat setelah ini dan tidak ingin berurusan dengan mereka berdua.

__ADS_1



To be contiune \>\>\>


__ADS_2