Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Kebetulan yang membingungkan - Episode 4


__ADS_3

"Siapa itu Evan?" Tanya Raihan heran.


"Nanti kalian juga akan tahu" Jawan Evan sambil berjalan santai.


"Woi! Evan! Cepat aku sedang buru buru nih!" Ujar Orang tersebut sambil berdiri di pagar kos.


"Iya sabar" Jawab Evan sambil memakai sandalnya.


"Siapa yang ada di luar?" Tanya Raihan heran sambil mengintip melihat keluar jendela.


"Baiklah jadi totalnya hanya 500 ribu ya" Ujar Evan sambil mengambil sebuah amplop.


"Baiklah sekarang saya pergi dulu ya" Ujar Orang tersebut sambil naik ke motornya.


"Siapa itu Evan?" Tanya Raihan heran sambil bersandar di dekat pintu.


"Itu hanya sepupu ku yang kebetulan ada di sini, hari ini dia akan kembali pulang ke rumah ku" Ujar Evan sambil masuk ke dalam kos.


Kemudian di ruang tamu Evan meletakkan amplop tersebut ke meja dan di amplop tersebut bertuliskan Pulau Sujapa. Raihan pun heran dengan nama pulau itu, ia merasa bahwa pernah mendengar nama itu.


Pulau Sujapa.... aku rasa pernah mendengar nama itu, tapi di mana ya?" Tanya Raihan heran.


"Ayo Reza ke sini" Ujar Evan sambil menarik tangan Reza.


"Ada apa Evan? jangan tarik tarik seperti itu dong" Kesal Reza yang tangannya di tarik terus oleh Evan.


Kemudian Evan pun langsung di bawa ke meja Ruang Tamu, di meja itu Reza heran dengan amplop itu dan menanyakan ke Evan apa isi dari amplop tipis tersebut.


"Apa isi amplop ini?" Tanya Reza heran.


"Coba kamu buka saja" Jawab Evan santai.


Reza pun langsung membuka amplop tersebut secara perlahan lahan dan saat ia memeriksa isi dari amplop tersebut, teryata isinya adalah 2 buah tiket yang Reza sendiri tidak tau tiket apa itu.


"Tiket apa ini?" Tanya Reza heran.

__ADS_1


"Ini adalah tiket liburan di Pulau Sujapa, di pulau itu katanya tempat yang cocok untuk di jadikan tempat wisata. Dan saat ku periksa semalam ternyata harga tiket nya sangat murah jadi aku belikan 2 saja. Satu untuk mu, satunya lagi kamu berikan saja ke teman mu" Jawab Evan sambil menunjuk kedua tiket liburan tersebut.


"Jika begitu aku berikan saja satunya untuk mu, lagi pula kamu yang memberikan tiket ini untukku. Jadi kamu pantas mendapatkannya" Jawab Reza.


"Ehhh? tidak perlu, lagi pula ini sebagai permintaan maaf ku untuk yang semalam" Jawab Evan.


"Semalam? memangnya semalan ada apa?" Tanya Reza heran.


"Ehhh ada deh.." Jawab Evan sambil mengingat wajah menakutkan Reza ketika sedang kesal atau marah.


Karena mendengar percakapan mereka yang sedikit berisik, Selly pun langsung keluar dari dapur dan memutuskan untuk melanjutkan makan nya nanti.


"Ada apa ini? kenapa kalian ribut sekali?" Tanya Selly heran


"Tidak ada apa apa Sel, ini hanya Evan yang memberikan tiket liburan" Jawab Reza sambil menunjukan kedua tiket tersebut.


"Ehh? tiket itu..." Melihat tiket tersebut, Selly pun langsung pergi mengambil tasnya yang ada di kos miliknya, untungnya letak kos Selalu tepat di sebelah kos Reza. Sehingga tidak memerlukan banyak waktu.


"Ada apa dengan Selly?" Tanya Raihan.


Tak lama kemudian Selly pun langsung kembali sambil membawa tas miliknya, kemudian Selly langsung membongkar tas miliknya dan akhirnya ia menemukan tiket yang temannya berikan. Dan betapa terkejutnya Selly ketika melihat bahwa tiket yang di miliki Reza dan ia berikan itu sama.


"Kamu dapat dari mana kedua tiket itu?" Tanya Reza heran.


"Ehhh semalam teman ku yang memberikan tiket ini ke aku dan kebetulan jumlahnya ada 2 jadi aku berencana mengajak kita berdua liburan" Jawab Selly.


"Lho? sekarang apa yang harus kita lakukan?" Tanya Reza heran.


"Jika di tambah dengan milik Selly totalnya ada empat, artinya kita bisa liburan bersama dong. Kita kan berempat" Jawab Raihan senang.


"Ehhhh? tapi tidak boleh seperti itu, ini kan liburan antara aku dan Reza" Ujar Selly protes.


"Sudahlah Sell, setidaknya kita bisa liburan bersama" Jawab Reza sambil mengambil satu tiket dari tangan Selly dan memberikannya ke Raihan. Kemudian ia pun juga memberikan salah satu tiket miliknya ke Evan. Sehingga dengan seperti ini semuanya akan bisa liburan bersama.


"Ngomong ngomong kenapa kamu memberikan tiket liburan untuk Reza?" Tanya Selly ke Evan.

__ADS_1


"Ehhh.. mungkin Raihan akan memberitahukan mu hal Itu" Ujar Evan sambil memberikan kode ke Raihan.


"I-iya nanti akan ku ceritakan di luar" Jawab Raihan gugup.


"Memangnya apa yang membuat Evan sampai membelikan Reza tiket?" Tanya Selly heran.


"Mungkin saja itu karena semalam Reza marah padanya, jadi sebagai gantinya ia memberikan tiket liburan untuk dia dan satu temannya. Tapi bagaimana kamu mendapatkan tiket yang sama?" Tanya Raihan heran.


"Semalam teman ku memberikan aku tiket ini, mereka berniat jika aku dan Reza bisa bermesraan. Tapi ternyata hasilnya seperti ini" Ujar Selly sambil memakan sebuah permen yang ia simpan di kantong baju nya.


Sementara itu di dalam, Evan dan Reza pun mengemas barang barang mereka masing masing. Saat sedang membereskan barang miliknya, Evan tanpa sengaja menemukan sebuah foto kenangannya bersama orang tuanya. Di foto itu tampak bahwa Evan merupakan anak satu satunya, tapi sayangnya orang tuanya tidak memiliki banyak waktu dengannya. Karena mengingat masa masa bahagia bersama orang tuanya, air mata nya Evan pun langsung jatuh dari matanya dan mengenai foto tersebut.


Tok... tok.. tok..


"Evan? apakah aku boleh masuk?" Tanya Raihan.


"Iya silakan saja" Jawab Evan sambil menghilangkan air mata nya.


Raihan pun langsung masuk ke dalam kamar milik nya dan Evan. Di sana ia melihat Evan dengan wajah yang seakan sehabis menangis, karena tidak tega bertanya, Raihan pun hanya mengambil komputer miliknya dan membawanya keluar.


"Pulau Sujapa ya... ku rasa aku akan mencarinya di sini" Ujar Raihan sambil membuka laptop miliknya.


Raihan pun langsung segera mencari tahu tentang pulau tersebut, dari kapan di jadikan wahana wisata. Sampai kenapa harga dari tiket liburan nya sangat murah. Karena terlalu penasaran Raihan pun sampai tidak sadar jika hari sudah mulai sore dan matahari juga mulai tenggelam. Evan pun langsung mengingatkan Raihan untuk mandi agar tidak bau.


"Raihan apa yang sedang kau cari?" Tanya Evan heran.


"Bukan apa apa, lagi pula ini juga tidak terlalu penting" Jawab Raihan sambil mengetik di keyboard laptop nya.


"Baiklah tapi jangan lupa mempersiapkan barang barang mu ya, besok siang kita akan berangkat" Ujar Evan sambil masuk ke kamarnya.


"Baik" Jawab Raihan.


Tak lama kemudian saat tengah fokus mencari tahu, Tiba tiba laptop Raihan kehabisan daya. Oleh karena itu ia pun terpaksa mengecas laptopnya dan kemudian ia juga menyusun pakaian nya


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2