
Dengan segera Pelayan itu pun langsung segera berlari menuju Kamar Orangtua Reza. Terlihat Reza yang sudah terduduk dengan wajah yang sangat takut dan hanya bisa bernafas terengah engah karena tidak bisa bernafas dengan lancar.
"Reza ada apa!?" Tanya pelayan itu dengan panik.
Reza hanya terlihat takut dan bernafas tidak teratur. Tak lama kemudian Mira pun langsung datang dan langsung menanyakan kepada Reza apa yang terjadi.
"Ada apa Reza!? kenapa kamu berteriak?" Tanya Mira yang langsung berdiri di samping Pelayan Rumah itu.
Sama seperti sebelumnya Reza hanya bernafas tidak teratur dan tidak mempedulikan sekitar. Karena penasaran, Mira pun langsung segera mengintip masuk ke dalam Kamar Kedua Orangtua Reza dan ekspresi yang sama pun langsung segera muncul di wajah Mira.
"Ambulans! cepat panggil ambulans! telepon polisi juga!" Ujar Mira panik.
"Untuk apa?" Tanya Pelayan itu keheranan.
"Lakukan saja!" Ujar Mira.
Pelayan rumah itu pun langsung segera memanggil ambulans dan juga polisi.
"Sebenarnya apa alasan darurat yang membuat kita harus memanggil mereka?" Tanya Pelayan itu.
"Kamu jangan banyak tanya, sekarang jangan izinkan siapapun mendekati kamar ini! aku akan membawa Reza turun!" Ujar Mira yang masih panik setengah mati.
__ADS_1
Pelayan itu pun langsung segera memeriksa ke dalam kamar dan kemudian ia melihay jika kedua orangtua Reza sudah berada di keadaan tubuh yang terpisah dan juga di sekitar leher Ayah Reza terdapat bekas kulit yang terlihat sengaja di lepas secara paksa. Ibu Reza juga mengalami hal yang sama yang membuat keduanya mati karena kehabisan darah. Selain itu Rena juga terlihat tergantung dengan sebuah benda yang menangcap di perutnya.
"T-tidak mungkin!..." Pelayan itu pun langsung segera mengunci kamar itu dan langsung terlihat sama takutnya dengan Reza.
Sementara itu, Mira langsung segera menggendong Reza dan segera membawa Reza turun ke bawah. Wajah Reza masih terlihat syok dan juga masih bernafas tidak teratur. Hal itu pun langsung menjadi pusat perhatian di rumah itu. Semua orang yang masih belum tau apa apa tampak memberikan banyak pertanyaan pada Reza, yang di mana Reda kini berada di posisi yang tidak tepat untuk menjawab semua itu.
Berbagai investigasi pun langsung di lakukan ketika anggota kepolisian datang. Satu satunya orang yang di curigai adalah Rena sendiri karena hanya dialah yang masuk ke dalam kamar itu selain kedua orangtuanya. Tapi semua itu juga masih berujung ke jalan buntu karena sangat tidak mungkin anak yang seumuran Rena bisa melakukan hal yang seperti itu dan juga bisa mengakhiri hidupnya.
Selama satu bulan penuh Reza tidak berbicara sepatah katapun. Selain itu, Reza juga kerap kali memeluk boneka Tasya milik Adiknya dan mengatakan jika itu adalah Adiknya sendiri. Sampai kemudian terjadi sesuatu yang juga menjadi alasan Reza tidak tinggal di rumah itu. Pada saat itu Reza dan Pamannya beserta Pelayan di rumah itu tengah makan bersama. Tapi sayangnya, suasana Rumah yang besar itu sangatlah sepi seperti rumah kosong tak berpenghuni.
"Reza sudah satu bulan kamu tidak berbicara, berbicaralah sedikit agar kami tidak terlalu khawatir." Ujar Pelayan itu yang sedikit sedih.
"Sudah tidak perlu kamu hiarukan, mungkin dia hanya belum bisa menerima kejadian itu." Ujar Paman Reza.
"Maaf atas kelancangan ku, tapi kurasa tuan tidak boleh mempedulikan Reza. Di setiap kali Reza membutuhkan seseorang, kamu selalu hilang entah kemana. Dan asal tuan tau, saya juga curiga jika tuan merupakan dalang dari semua ini." Ujar Pelayan itu tegas.
"Dari mana kamu bisa yakin seperti itu? kamera CCTV di rumah kita langsung rusak ketika Adikku dan istrinya masuk ke dalam kamar dan kembali semula saat Rena masuk. Setelah itu, tidak ada yang masuk maupun keluar lagi. Sangat tidak mungkin jika aku yang melakukan nya karena aku juga tidak berada di sana kala itu." Ujat Paman Reza yang juga dengan nada tenang tapu juga sedikit menunjukkan perlawanan.
Dan mulailah perdebatan yang minim suara dari kedua pria itu. Reza pun langsung segera menyelesaikan makanannya dan langsung segera pergi dari sana serta meletakkan boneka Tasya milik Rena kembali ke kamar milik Rena layaknya Rena masih hidup.
Tak lama setelah itu, kursi dan meja di sana langsung bergerak dan juga semua barang tampak berserakan dengan sendirinya di sana. Angin kencang pun mulai berembus dari dalam rumah dan juga lampu di sana mulai berkedap kedip. Pelayan dan Paman Reza pun langsung segera berlari ke luar karena merasa takut san juga bahaya.
__ADS_1
"Tunggu di mana Reza?" Tanya pelayan itu yang sudah berada di luar bersama Paman Reza.
Tiba tiba terasa ada tarikan dari pakaian Pelayan itu dan ternyata itu adalah Reza. Entah dari mana dan kapan Reza keluar, semua itu masih menjadi misteri dan juga sama juga dengan kasus kematian kedua orangtua Reza dan juga Rena masih menjadi misteri dan masih tidak bisa diungkap.
Reza pun langsung di sekolahkan di sekolah yang ia sama dengan saat ia remaja dan berpisah dengan semua yang ia kenal karena agar keamanan nya tetap terjaga dan juga semuanya takut jika Reza akan terluka jika semua barang di sana terlempar dengan sendirinya lagi. Selama beberapa tahun ia di rawat oleh Pelayan yang kerap kali datang untuk berkunjung. Dan juga karena kejadian barang barang yang bergerak secara tidak beraturan itu, Paman Reza meminta seorang ahli supranatural untuk tinggal di rumah itu dengan istrinya. Reza juga mulai membawa boneka Tasya dan menyembunyikannya di belakang kos. Dan juga tentu saja Ibu kos itu juga tahu semua itu karena ia juga ikut datang ke acara ulang tahun Reza karena di undang oleh Ibu Reza.
Kembali ke masa kini, Reza tampak menceritakan smeua kisah itu sampai makan malam berakhir dan kini mereka semua sedang berada di ruang tamu.
"... jadi seperti itulah ceritanya dan pria yang ada di sana itu adalah Pak Akbar yang tinggal di rumah ini untuk berjaga jaga jika ada kejadian yang sama lagi." Ujar Reza.
"Berat sekali, sampai sampai membuat ku tdiak bisa berkata kata." Gumam Selly yang telah mendengar beberapa kisah milik Reza.
"Jadi apakah boneka itu memang adik mu?" Tanya Raihan yang masih belum cukup paham semua kisah Reza.
"Pak Akbar mengatakan jika memang boneka itu berisikan adikku Rena, tapi hanya saja... Rena yang ini lebih kejam dan juga tidak berperikemanusiaan." Ujar Reza.
"Apa maksudmu?" Tanya Selly heran.
"Jika tidak di taburi garam di sekitarnya, Rena akan keluar dari boneka itu dan membunuh orang di sekitarnya. Ini memang sulit di percaya, tapi itulah yang terjadi." Ujar Reza.
To be contiune >>>
__ADS_1