
"Kemana mereka? seharusnya mereka sudah kembali" Ujar Reza yang masih belum mendapati kembalinya Raihan, Evan dan Selly.
Beberapa saat kemudian tiba tiba Reza mendengar suara alat musik, mungkin sedang ada pertunjukan di sana dan alat musik yang ia dengar seperti suara gamelan. Tapi Reza tidak terlalu takut pada hal itu karena di sana memang ada gamelan setaunya.
"Ku rasa ada yang iseng dan memainkan gamelan, sudahlah lupakan saja" Ujar Reza tidak peduli.
"Reza!! Tolong aku!!" Tiba tiba Reza mendengar suara Raihan yang meminta tolong.
Tentu Reza langsung terkejut dan langsung berbalik melihat ke pintu gerbang area masuk. Tentu saja kita sudah tau kenapa Raihan berlari meminta tolong seperti di kejar setan. Reza pun langsung mencoba memeriksa keluar, dan yang ia dapati adalah Raihan yang langsung berlari dan bersembunyi di belakang nya.
"Raihan? ada apa? kenapa wajah mu seperti baru saja melihat hantu?" Tanya Reza heran.
"Kamu lihat saja!" Ujar Raihan sambil menunjuk ke arah Evan dan Selly yang sudah kelihatan ingin membunuh Raihan.
"Biar ku tebak, mereka tau kan?" Tanya Reza sambil memalingkan kepalanya.
"Bukan.." Jawab Raihan ketakutan.
"Tau apa?" Tanya Selly yang masih kesal.
"Ohhh, tadi Raihan mengirimkan foto kalian berdua yang sedang berpelukan" Ujar Reza dengan santainya.
"Kenapa kamu memberitahu mereka!" Kesal Raihan.
"Ohhh... jadi itu..." Seperti nya Selly semakin ingin memberikan Raihan sebuah pelajaran yang tak akan pernah Raihan lupakan.
Melihat Selly dan Evan yang sudah sangat kesal dengan Raihan, Reza pun juga bisa merasakan hawa mengerikan dari kedua temannya dan memutuskan untuk tidak ikut campur.
"Senang mengenang mu Raihan, semoga kamu di berikan kesabaran..." Ujar Reza.
"Raihan, ambil kunci ini. Aku dan Selly akan mempunyai waktu dengan Raihan" Ujar Evan sambil melemparkan kunci kamar penginapan nomor 04 kepada Reza.
"Baikkah, selamat tinggal Raihan" Reza pun langsung meninggalkan mereka bertiga dan langsung mengambil semua tas dan bawaan mereka ke kamar.
__ADS_1
"Reza, jangan tinggalkan aku" Raihan pun langsung berlari menyusul Reza, tapi....
"Eits... siapa yang mengatakan jika kamu boleh pergi?...." Ujar Selly sambil memegang pundak Raihan.
Tentu saja sudah bisa di tebak, Raihan akhirnya di berikan sebuah balasan dari Selly dan Evan dan tentu Raihan tidak akan pernah melupakan kejadian tersebut dalam hidupnya. Sementara itu, saat Raihan sedang di beri pelajar oleh Evan dan Selly, Reza langsung pergi menuju kamar nomor 04. Dan saat Reza ingin membuka pintu, terlihat orang yang tinggal di sebelah dan orang lainnya yang ada di sana sedang berbisik membicarakan sesuatu.
"Apa yang mereka bisikkan? sudahlah, lupakan saja. Untuk apa aku mempedulikan semua itu?" Ujar Reza tidak peduli.
Saat pintu kamar nomor 04 di buka, terlihat keadaan kamar cukup rapi. Tapi sayangnya sedikit berdebu. Reza pun langsung meletakkan barang barang milik mereka di samping penyu dan segera membersihkan kamar tersebut dengan menggunakan sapu yang sudah di sediakan di sana.
"Astaga, berdebu sekali tempat ini" Ujar Reza yang terkejut melihat keadaan kamar tersebut.
Saat sedang membersihkan kamar, Reza menemukan sebuah kain merah yang kelihatannya cukup cantik. Selain menemukan sebuah kain, terlihat ada beberapa gelang kaki dan pakaian tari yang cukup cantik.
"Semua benda ini milik siapa? mungkin akan ku simpan di dalam laci dalam lemari ini saja" Ujar Reza sambil meletakan semua benda itu ke dalam laci di lemari.
"Oh iya, ngomong ngomong bagaimana keadaan Raihan? mungkin saat mereka kembali aku akan mebelikan mereka minuman. Mereka pasti akan kelelahan setelah bertengkar" Ujar Reza sambil terus menyapu.
Setelah menyapu dan membersihkan beberapa debu yang ada di mana mana, kamar tersebut terlihat sangat bersih dan terlihat lebih baik dari pada keadaannya yang sebelumnya.
"Kalian sudah selesai bertengkar nya?" Tanya Reza.
"Iya, sekarang Raihan sedang duduk di depan vila" Ujar Selly yang langsung masuk ke dalam.
"Kalian duduk saja dulu. Aku akan membawakan minuman ke kalian berdua" Ujar Reza sambil berjalan keluar kamar.
Selagi Reza keluar, Evan merasa jika suhu di sana semakin menurun dan dingin. Awalnya ia berpikir jika itu normal karena letak vila yang mereka tempati itu sedikit berada di dataran tinggi, tapi ia langsung merasakan jika itu tidak normal karena ia juga merinding di tengah hawa dingin itu.
"Kenapa di sini dingin sekali sih?" Tanya Evan.
"Apa? dingin dari mana? jelas jelas di sini agak pengap" Ujar Selly.
"Sungguh? ku rasa aku hanya berkhayal" Ujar Evan sambil sedikit murung.
__ADS_1
Tiba tiba Raihan pun langsung masuk ke dalam kamar dengan wajah seperti baru saja bertemu dengan hantu.
"Ada apa Raihan? apakah masih ingin mendapatkan pelajaran dari kami?" Ujar Selly.
Raihan pun hanya diam dan tidak membalas perkataan Selly, wajah Raihan yang awalnya murung pun langsung duduk melamun tidak jelas. Selly dan Evan pun hanya mengabaikan hal itu dan kembali pada urusan mereka sendiri. Tak lama kemudian Reza pun datang sambil membawakan minuman untuk mereka semua.
"Ini dia minuman yang aku..."
Tiba tiba wajah Reza langsung berubah menjadi wajah kaget saat melihat seorang perempuan dengan pakaian penari tradisional serba merah yang sedang seperti mengikat Raihan dengan sebuah benang yang muncul dari langit langit kamar.
Reza yang terkejut melihat itu pun langsung meletakkan minuman mereka ke sebuah meja dan langsung mengambil sebuah cutter dan mengarahkannya ke Raihan dan dengan segera memotong semua benang yang diikat ke Raihan.
"Reza! apa yang kamu lakukan?!" Tanya Evan yang terkejut melihat perilaku Reza tadi.
"Aku akan kembali..." Ujar perempuan tersebut sambil menghilang secara perlahan.
"Ti-tidak, tadi ada sesuatu yang mengganggu ku..." Ujar Reza sambil menurunkan cutter itu dan meletakkan nya kembali ke meja.
"Reza? kenapa kamu meninggalkan ku tadi?!" Kesal Raihan.
"Ehh maaf" Jawab Reza sambil memberikan minuman kepada mereka semua.
"Ngomong ngomong bagaimana aku bisa berada di sini?" Tanya Raihan keheranan.
"Jangan mengada ngada deh. Jelas jelas kami melihat mu masuk ke dalam sini" Ujar Selly.
"Sungguh? aku saja tidak tahu kamar kita nomor berapa" Ujar Raihan.
"Kamu bercanda nya gak lucu deh, mau ku beri pelajaran lagi?" Ujar Selly mengancam Raihan.
"T-tidak, aku tidak ingin mendapatkan itu lagi" Ujar Raihan ketakutan.
Mereka semua pun langsung tertawa karena melihat tingkah laku Raihan yang sangat lucu. Tapi di tengah tawa itu, Reza yang awalnya ikut tertawa langsung berhenti tertawa dan masih memikirkan hal yang ia lihat sebelumnya.
__ADS_1
To be contiune >>>