Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Pulang Atau Tinggal? (Bagian 2) - Episode 82


__ADS_3

Di saat kedua manusia itu tengah berperang, Reza terlihat sedang mencoba membereskan barang barang yang ada di Kamar Prayan. Entah mengapa suara Selly dan Raihan masih terdengar sangat jelas dan juga keras di sana. Karena hal itu Reza sedikit mulai terganggu dengan keributan yang mereka berdua berbuat.


"Kenapa mereka pagi pagi sudah berperang? apakah mereka lupa jika ini rumah orang lain?" Gumam Reza yang tidak tahan dengan keributan lagi yang di buat Selly dan Raihan.


"Jangan lari kamu! cepat tarik kata kata mu! " Suara Selly pun mulai terdengar kembali dan juga membuat Reza hanya bisa diam dan tidak mau mempedulikan itu semua.


"Hahh... mereka tidak akan diam sepertinya. Lebih baik aku membiarkan mereka saja. Jika aku memarahi mereka, itu hanya akan membuang tenaga ku saja." Ujar Reza sambil membereskan barang barang yang berserakan.


Ding dong!


Tiba tiba saja suara bel pintu pun mulai berbunyi dan membuat Jessi dan Raihan seketika diam. Reza juga langsung berhenti membereskan kamar untuk sementara karena merasa heran kenapa semua menjadi sepi.


"Akbar tolong periksa siapa yang menekan bel pintu! aku sedang memasak di dapur!" Seru Bu Mira dari arah Dapur.


Mendengar itu Pak Akbar pun langsung segera membuka pintu dan alangkah terkejutnya karena orang yang menekan bel pintu tidak lain dan tidak bukan adalah Paman Reza.


"Apakah Reza ada? aku ingin berbicara dengannya." Ucap Paman Reza yang tidak memberi salam sedikit pun.


Ketika Paman Reza ingin masuk, Pak Akbar langsung menghalanginya agar tidak bisa masuk. Melihat hal itu entah mengapa Paman Reza pun sedikit terlihat marah.


"Apa masalah mu?" Tanya Paman Reza dengan nada yang mulai menaik.


"Apa ini!? tidak memberi salam atau sebagainya dan langsung masuk setelah bertanya mengenai Reza. Sebenarnya apa mau mu?" Tanya Pak Akbar yang sejak awal tidak suka melihat Paman Reza sudah ada di sana.


"Aku hanya ingin bertemu dengan keponakanku. Itu bukan urusanmu, jadi jangan halangi aku." Ucap Paman Reza yang kembali ingin masuk ke dalam Rumah.


Pak Akbar yang belum mengetahui maksud sebenarnya orang itu datang ke sana pun langsung menarik kera baju Paman Reza. Paman Reza pun langsung mendorong Pak Akbar menuju pintu dan memintanya untuk tidak mengganggunya saat ini.


"Sudah ku bilang jangan ganggu aku!" Seru Paman Reza sambil mendorong Pak Akbar menuju pintu.

__ADS_1


"Apa mau mu!? katakan dulu!" Pak Akbar pun langsung segera mendorong kembali Paman Reza.


Pertengkaran pun mulai di mulai. Selly dan Raihan yang memang ada di sana pun hanya bisa menonton dan tidak melakukan apapun. Tak lama kemudian, Bu Winata pun muncul dari arah dapur dan terkejut melihat suaminya sudah bertengkar dengan orang lain.


"Siapa yang datang? maaf tadi aku sedang membantu sedikit di dapur. A-akbar!? apa yang kamu lakukan!?" Bu Winata pun langsung segera berlari ke arah pintu dan berusaha melerai mereka berdua.


"Jangan ganggu aku Winata! orang ini sudah melewati kesabaran ku!" Ucap Pak Akbar yang meminta Bu Winata untuk berhenti.


Plakk!


Entah sengaja atau tidak, tangan Paman Reza langsung mendarat di pipi Bu Winata dan dari suaranya terdengar sangat keras.


"Akkhh!" Seru Bu Winata sambil memegang pipinya yang sudah sakit.


"Kamu sudah keterlaluan!" Ucap Pak Akbar yang mulai menyudutkan Paman Reza ke pintu.


Keadaan pun semakin tidak terkendali dan karena tidak tahan, Bu Winata langsung berteriak meminta mereka semua untuk diam dan berhenti.


Teriakan Bu Winata pun terdengar sangat keras sampai seisi Rumah dapat mendengarnya. Di Dapur, Bu Mira tampak terkejut mendengar teriakan itu dan memutuskan untuk berhenti memasak dan melihat apa yang sebenarnya sudah terjadi.


"Bukankah itu suara Winata? kenapa dia berteriak sekencang itu?" Tanya Bu Mira yang merasa khawatir.


"Entah, lebih baik kita memeriksanya. Matikan semua kompor cepat." Ucap Pak Sarya yang sama khawatirnya juga dengan Bu Mira.


Kita Pak Sarya dan Bu Mira pergi ke Ruang Tamu, terlihat Prayan dan Jessi juga keluar untuk menonton apa yang baru saja terjadi.


"Kamy pun juga sama! apa yang kamu lalukan di sini!? apakah belum cukup mengusir kami dan juga keponakan mu sendiri dari Rumah itu!?" Kini Bu Winata pun tampak lebih marah dari pada Pak Akbar sebelumnya.


Tetangga tetangga mereka pun juga sudah mulai keluar Rumah. Ada yang pura pura berkumpul dan bergosip, ada yang berpura pura memperbaiki mobil, bahkan ada yang pura pura menyapu jalan yang memang sudah bersih. Kini yang menonton pun sudah banyak sehingga membuat Paman Reza sedikit merasa malu.

__ADS_1


"Apakah kamu bisa diam!? aku hanya ingin bertemu dengan Keponakan ku!" Ucap Pak Akbar yang langsung masuk ke dalam.


"Jangan pergi kamu! kita masih belum selesai!" Ucap Bu Winata yang langsung menarik kera Baju Pak Akbar.


"Heii apa yang kamu lakukan!?" Tanya Pak Akbar yang tidak menyukai cara Bu Winata memperlakukan dirinya.


"Kenapa di sini berisik sekali?" Tanya Reza yang baru saja keluar dari Kamar Prayan.


"Pergi kalian. Mengganggu saja." Ucap Paman Reza yang menyingkirkan tangan Bu Mira dari kera bajunya.


Ia pun langsung berjalan menuju Reza dan tampak Pak Akbar dan lainnya memasang wajah benci padanya.


"Kenapa Paman datang ke sini? bukankah kamu sudah mengusir kami." Ucap Reza yang sudah tidak terlalu menerima Pamannya lagi.


"R-reza, aku tidak megusir kalian. Tapi bolehkah aku meminta ke kamu satu permintaan?" Tanya Paman Reza sambil mulai membungkuk untuk menjajarkan tingginya dengan Reza.


"Apa itu?" Tanya Reza.


"Bisakah kamu pergi? jangan ke sini lagi. Semenjak kamu datang, masalah terus datang." Ucapan Paman Reza yang terlalu menuju ke inti itu pun sedikit membuat Reza terkejut. Ia awalnya mengira jika Pamannya meminta dirinya untuk kembali, tapi ternyata sebaliknya.


"Apakah kamu memiliki hati!? bagaimana bisa kamu berbicara seperti itu!?" Pak Sarya pun langsung segera menarik Paman Reza dan berniat mengusirnya dari Rumah itu.


Tapi sebelum itu terjadi, ia langsung meminta Pak Sarya untuk tidak menyentuhnya karena ia nisa melakukan semua itu sendiri.


"Jangan sentuh aku! aku bisa pergi sendiri dari sini." Ucap Paman Reza.


"Bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti itu pada Reza!?" Tanya Bu Mira yang juga sudah mulai tidak menyukai sikap Paman Reza.


"Aku adalah keluarga satu satunya. Jadi akulah yang berhak memutuskan semua ini." Jawab Paman Reza yang tampak mulai merasa jika ia lah yang memimpin.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2