Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Penyelidikan (Bagian 1) - Episode 24


__ADS_3

"Kenapa kami harus terlibat?" Tanya Raihan.


"Sudah, kamu jangan banyak bicara. Lihat saja Evan, dia saja diam" Ujar Reza sambil menunjuk ke Evan yang sedang memasang wajah lelah dan menyesal.


"Ku rasa Evan juga tidak ingin terlibat" Ujar Raihan melihat wajah Evan.


"Baiklah, aku ingin tidur saja. Lagi pula aku kan hanya membujuk Kartika" Ujar Selly sambil mulai berbaring di kasur kecil.


"Jangan tidur dulu, jika ada ada yang berubah kan bisa kita bahas" Ujar Reza.


"Sudah, nanti besok pagi kalian beritahu aku saja" Ujar Selly tidak peduli.


Reza yang sudah tidak tahan pun mulai menyeret Selly ke lantai dan memaksanya untuk ikuy berdiskusi. Apalagi Kakek Dangrau mengatakan jika Kartika itu sedikit keras kepala.


"Iya iya aku ikut, tapi jangan seret aku" Ujar Selly kesal.


"Baiklah, aku sudah mencari tahu sebelumnya dan sudah bertanya sedikit kepada Kakek Dangrau. Calon Suami pertama Kartika itu di temukan meninggal dengan keadaan patah leher di sawah tempat Kakek Dangrau bekerja, kemudian Calon Suami kedua di temukan mati di hutan dengan selingkuhannya. Jadi kita bagi saja dalam 2 kelompok, aku akan memeriksa di sawah dan dan kalian berdua memeriksa di hutan" Ujar Reza.


"Lho? kenapa harus kami berdua yang di hutan?" Tanya Raihan.


"Sebelumnya Kakek Dangarau juga meminta bantuan kepada ku untuk membantunya bertani di dekat sawah ia bekerja, karena untuk menikahkan putri nya itu kan juga perlu banyak uang" Ujar Reza.


"Tapi kamu kan tau di hutan itu sedikit gelap, kami tidak mungkin berani" Ujar Raihan mencari alasan agar tidak ikut mencari tahu.


"Ambil lah senter, atau alat lainnya. lagi pula kan kamu tidak sendiri" Ujar Reza.


"Jadi aku harus melakukan apa?" Tanya Selly.

__ADS_1


"Kamu cari saja kesenangan dengan Kartika, seperti memasak atau sebagainya. Nanti lama kelamaan kamu yakinkan saja dia, tapi jangan sampai dia tahu rencana kita ini" Ujar Reza dengan santainya.


"Itu saja?" Tanya Selly keheranan.


"Iya, memangya kenapa?" Tanya Reza.


"Jika seperti itu, lebih baik aku tidur sekarang saja" Ujar Selly kesal.


Mereka pun langsung memutuskan untuk segera tidur agar tidak telat bangun. Raihan, Evan dan Reza pun tidur di tikar yang ada di lantai, sedangkan Kakek Dangrau tidur di kamar putrinya. Malam itu suara nyanyian jangkrik menemani mereka, seakan akan memberikan lagu pengantar tidur. Mereka pun langsung bisa tertidur nyenyak.


Di tengah malam, terdengar suara orang yang berjalan jalan di luar kamar. Suara yang dengar adalah gelang kaki yang bergemerincik. Terdengar dari suara gemerinciknya yang berpola, membuat suasana semakin mengerikan.


Evan yang awalnya tidur pun langsung terjaga karena mendengar suara yang mengganggu itu. Kala itu Evan hanya bisa menutup matanya dan berdoa memohon agar siapa pun yang berada di luar itu tidak masuk ke kamar mereka. Selain itu suata jangkrik yang awalnya tenang dan santai langsung menjadi berisik dan terus berbunyi. Sehingga membuat Evan semkain ketakutan, Evan pun juga teringat perkataan Kakek Dangarau sebelum mereka tidur.


"Oh iya... jika kalian mendengar langkah kaki, abaikan saja. Biasanya Kartika memang suka tidur berjalan"


"Kenapa malam ini sangat menakutkan? aku sangat tidak nyaman, ku mohon cepat berakhir agar aku bisa tidur nyenyak" Ujar Evan dalam hatinya.


Kreeeekkkkk....


Tiba tiba terdengar suara pintu yang terbuka perlahan. Hal itu pun langsung membuat Evan sedikit takut karena ia tau jika apapun yang sedang berjalan, pasti mulai masuk ke dalam kamar mereka.


"Pintunya terbuka? jangan jangan dia masuk ke dalam sini..." Ujar Evan khawatir dan ketakutan.


Creekkk!.. creekkk!.. creekkk!..


Selain suara gelang kaki, Evan juga mendengar suara seseorang yang bernafas terengah engah. Tapi tidak seperti suara orang kelelahan, suara itu malah lebih seperti sesuatu yang bukan dari dunia mereka. Untuk saat itu pun Evan lewati malam dengan kengerian dan rasa takut yang seolah olah membunuhnya.

__ADS_1


Tungg... tungg... tunggg... tungg...


Tiba tiba dintengah ketakutan Evan, terdengar sebuah alat musik pukul yang berbunyi. Dari suaranya Evan tau jika alat musik itu dari besi atau benda metal padat lainnya. Tiba tiba suara gelang kaki itu kembali muncul, tapi itu terasa menjauh.


Kreeeekk....


"Apakah dia sudah pergi?" Tanya Evan dalam hatinya.


Pintu pun kembali tertutup dan akhirnya Evan bisa tidur dengan tenang lagi. Tapi suara alat musik itu tidak berhenti berbunyi, karena suara alat musik itu Evan pun agak kesulitan tidur, tapi akhirnya ia bisa tidur.


Keesokan harinya, mereka pun sudah bangun dan mulai bersiap untuk memulai yang mereka rencanakan sebelumnya. Saat Evan terbangun, terlihat Reza yang sudah tidak ada dan Evan pun langsung berpikir jika Reza sudah membantu Kakek Dangrau. Selain itu Selly dan Raihan juga masih tertidur pulas. Sehingga Evan pun memutuskan untuk bersiap siap terlebih dahulu.


"Ternyata Reza bangunnya pagi sekali. Baiklah, aku akan mandi sebentar dan akan pergi bersama Raihan ke hutan untuk mencari tahu" Ujar Evan yang baru bangun.


Evan pun langsung mengambil baju miliknya yang ada di tas dan segera mandi. Saat menuju kamar mandi, terlihat ada secaru surat yang ada di atas meja makan. Mungkin surat itu di tulis oleh Kakek Dangrau untuk mereka semua yang masih tertidur.


[Kakek dan teman mu sedang berada di ladang. Jadi kakek sudah meminta Kartika untuk memasakkan makanan untuk kalian semua, jika kalian tidak bisa membujuk Kartika, itu tidak apa jangan terlalu memaksakan diri kalian, dia juga memang sulit untuk di bujuk. Lagi pula dia berhak untuk memilih jalannya sendiri ] Begitulah isi surat yang di berikan oleh kakek Dangrau untuk mereka semua.


Kreeekkk...


"Kamu sudah bangun? maaf semalam aku tidak memperkenalkan diri dan langsung masuk ke kamar. Kalian semua pasti sedikit kaget" Ujar Kartika yang baru keluar dari kamarnya.


"Tidak apa apa, jangan terlalu di pikirkan" Jawab Evan.


Melihat Kartika yang baru bangun, Evan pun langsung mengingat setiap kejadian tengah malam sebelumnya, kejadian itu saja sudah tentu cukup menyiksa Evan kala itu. Ia pun langsung segera berjalan ke kamar mandi dan tidak ingun mengingat semua kejadian yang mengerikan itu. Tapi itu memang Kartika yang tidur berjalan, apakah Kartika memakai gelang kaki?


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2