Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Permainan Di Mulai (Bagian 3) - Episode 76


__ADS_3

Sementara itu di dalam Kamar Bu Mira, Pak Akbar dan Jessi tampak lega karena masih bisa selamat. Tapi perasaan lega itu tidak bertahan lama ketika mereka menyadari jika Prayan dan Reza sudah tidak bersama mereka lagi.


"Di mana Reza dan Prayan!?" Tanya Jessi heran karena mendapati mereka berdua sudah tidak ada bersama mereka.


"Tenang saja, mereka aman." Jawab Pak Akbar dengan tenang.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Jessi heran.


"Ketika ada yang gagal, maka suara jam antik akan berbunyi secara tiba tiba." Jawab Pak Akbar.


Sementara itu di dalam Kamar Prayan, Bu Winata, Evan, Raihan dan Selly tampak mendegar suara suara berisik yang keras. Hal itu pun sedikit membuat mereka khawatir karena takut jika ada terjadi sesuatu yang buruk pada kelompok Pak Akbar.


"Suara berisik apa yang ada di luar?" Tanya Evan khawatir dan juga heran.


"Apakah mereka akan baik baik saja?" Lanjut Raihan.


"Tenang mereka akan baik baik saja. Sekarang kita harus ke kamar Jessi." Ucap Bu Winata setelah meniup lilin yang ada di sana.


Secara perlahan mereka pun langsung segera keluar dan aneh dan hebatnya, suasana sudah sangat sepi seperti kuburan dan juga kota mati. Entah harus senang atau tidak, Bu Winata pun langsung segera berjalan ke Kamar yang tidak tepat ada di sebelah mereka. Saat ingin membuka pintu Kamar Jessi, tiba tiba saja Reza berteriak dan meminta mereka untuk pergi menjauh.


"Jangan masuk ke kamar itu!" Teriak Reza dengan sangat keras.


Sebelum bisa berbalik, tiba tiba saja Boneka Pengantin itu sudah mendobrak pintu sampai lepas dari tempatnya. Karena dobrakan itu, Evan dan lainnya menjadi sedikit terpental. Meski tidak berada di dekat pintu. Sialnya Prayan terkena pintu yang terhempas menuju arahnya sehingga membuatnya juga terpental sampai menabrak pintu keluar yang keras.


"Semuanya cepat sembunyi!" Teriak Bu Winata dengan keras.


Evan dan Selly yang terpental bersamaan pun langsung segera kembali kembali ke kamar Prayan untuk bersembunyi, sementara itu Raihan tampak langsung masuk ke dalam ruangan yang dekat dengannya, yaitu Ruang Kamar Bu Mira. Tapi tidak beruntung dengan Prayan, boneka itu langsung segera mengejar dirinya ketika melihat ia yang terkena pintu itu. Menyadari hal itu, Reza pun langsung segera meminta Prayan untuk segera kembali ke lingkaran garam.

__ADS_1


"Prayan! cepat masuk!" Teriak Reza dengan suara yang keras.


Mendengar teriakan Reza, Prayan pun langsung segera sadar dan melihat Boneka Pengantin itu sudah berlari bersiap menerkam dirinya, ia langsung refleks membuka pintu keluar dan keluar menuju halaman rumah karena berpikir jika itu masih bagian dari rumah.


"Hah.. hah.. hah... tadi itu hampir saja." Ujar Prayan lega.


"Prayan! dasar bodoh! cepat masuk!" Teriak Reza yang langsung segera keluar dari lingkaran garam dan menghampiri pintu depan.


"Kenapa?" Tanya Reza.


"Kita tidak boleh keluar dari rumah!" Jawab Reza.


"Halaman Rumah tidak termasuk?" Tanya Prayan yanh tampak sudah mulai ketakutan.


Setelah menyadari jika nasib dirinya sudah akan berakhir, Prayan pun langsung segera berlari masuk ke dalam rumah. Tapi sepertinya nasib berkehendak lain. Baru satu langkah, sebuah kepala boneka langsung terlempar dan mengenai kepala Prayan sampai membuat kepalanya sendiri terpisah dan tergantikan dengan kepala boneka itu. Reza yang melihat itu semua pun tampak hanya bisa membatu dengan darah yang sudah terciprat mengenai badannya. Tak lama kemudian suara jam antik pun langsung segera berbunyi.


"Suara jam ini... semuanya ayo kita keluar." Ujar Pak Akbar yang sudah tahu apa arti dari jam itu.


Ketika keluar, yang mereka dapati hanyalah ruang tamu yang sudah berantakan dan Reza yang sudah berdiri kaku. Pak Akbar pun langsung segera membawa Reza dan Bu Winata ke dalam lingkaran garam dan di saat yang sama, Boneka Pengantin itu sudah menghilang tanpa jejak.


Sementara itu di dunia nyata, tampak terlihat jika keadaan juga sama. Pintu Kamar Bu Mira rusak dan Pintu keluar yang terbuka sendiri.


"Kenapa semuanya menjadi semakin aneh? kenapa semua benda rusak sendiri? aki harap mereka baik baik saja." Ujar Bu Mira yang tampak sedikit ketakutan.


Selain benda benda yang rusak, yang membuat Bu Mira semakin takut adalah kain putih menjadi penutup mata Prayan berubah menjadi merah darah dan juga tubuh prayan yang awalnya berpose duduk manis berubah menjadi seperti pose orang yang tidak sadarkan diri sambil duduk. Kembali ke tempat permainan mengerikan itu terjadi, Pak Akbar tampak merasa jika keputusannya itu sudah salah dengan mengizinkan Reza dan lainnya mengikuti permainan mengerikan itu.


"Sudah ku duga seharusnya aku tidak membiarkan kalian ikut." Ujar Pak Akbar yang tampak frustrasi.

__ADS_1


"Di mana Prayan? bukankah dia ada bersama mu?" Tanya Jessi yang belum tau jika Prayan sudah tidak bermain lagi.


Melihat pakaian Reza yang di penuhi cipratan darah, Jessi pun langsung meminta penjelasan jelas ke Reza dengan wajah takut sambil sedikit merintikkan air mata.


"Reza.. c-cepat katakan di mana dia..." Ujar Jessi sambil memegang pundak Reza.


Reza yang melihat semuanya pun hanya bisa diam dan tidak berani menjawab karena jika saja dia hanya diam di mobil, maka mereka tidak akan bisa bermain dan Prayan akan tidak mengalami kejadian mengerikan itu.


"Percuma saja kamu bertanya." Jawab Reza sambil melepaskan tangan Jessi dari pundaknya.


Jessi pun mulai sedikit akan mulai menangis. Tapi beberapa saat kemudian Pak Akbar pun langsung segera meminta Jessi untuk diam karena akan percuma jika dia hanya menangis.


"Jessi, kamu tidak perlu memangis, Prayan akan baik baik saja, kamu percayalah pada ku." Ujar Pak Akbar dengan wajah bersalah.


Jessi pun langsung hanya diam karena percaya dengan Pak Akbar. Setelah Jessicca selesai menangis, suara petir pun mulai terdengar keras dan seketika wajah Pak Akbar mulai kembali serius.


"Sekarang kalian bersiaplah, beberapa detik lagi makhluk itu akan kembali." Ujar Pak Akbar dengan wajah yang tampak lebih serius.


"Apakah kalian melihat Evan dan Selly?" Tanya Raihan yang menyadari jika Evan dan Selly tidak bersama mereka lagi.


"Semuanya cepat cari mereka! kita tidak boleh terpisah lagi!" Ujar Pak Akbar yang langsung berlari ke lantai dua diikuti dengan Bu Winata.


Ketika Pak Akbar san Bu Wisata naik ke lantai dua, Reza, Raihan dan Jessi seketika melihat seorang perempuan dengan rupa yang sangat mengerikan. Seluruh tubuhnya seperti bercampur dengan sayap serangga dan juga bentuk tubuhnya seperti tidak normal dan bercampur dengan hewan lain.


"Apa apaan makhluk ini?" Gumam Reza yang tidak berani melangkahkan kakinya keluar.


To be contiune >>>

__ADS_1


__ADS_2