
Akhirnya setelah beberapa hari beristirahat, mereka pun akhirnya kembali ke pelabuhan tempat mereka pergi sebelumnya.
"Akhirnya kita kembali, lain kali kita berlibur nya jangan jauh jauh deh." Ujar Raihan.
"Iya dan aku tidak mau mendapatkan sesuatu dengan harga yang tidak wajar. Tiket kapal murah itu sangat menipu." Ujar Evan.
"Setidaknya kita sekarang sudah pulang, sekarang aku mau makan bika ambon dulu!" Dengan cepat Selly pun langsung pergi dan membeli! bika ambon untuk dirinya sendiri.
"Aku rasa dia itu tidak normal, apakah perutnya itu tidak pernah penuh?" Ujar Raihan.
"Entahlah, tapi aku tidak mau mentraktir nya. Bisa bisa dompet ku akan di peras nya sampai tetesan terakhir." Ujar Reza.
Akhirnya mereka pun langsung berjalan ke Halte terdekat dan mulai menunggu bus yang akan menjemput mereka. Sekitar 15 menit menunggu, akhirnya bus itu pun datang dan Selly tak kunjung kembali.
"Apakah kita harus menunggunya?" Tanya Raihan.
"Tinggal kan saja dia, nanti dia juga pulang sendiri." Ujar Reza.
Akhirnya mereka pun langsung segera masuk ke dalam bus itu. Dan meninggalkan Selly begitu saja. Di perjalanan mereka tampak melakukan hal yang biasa mereka lakukan jika sedang di dalam kendaraan. Evan dengan bukunya, Raihan yang mendengar lagu dengan headphone nya, dan tidak lupa Reza yang sedang membuka sosial media dengan ponselnya.
"Semuanya lihat! aku mendapatkan diskon untuk bika ambon ini!" Ujar Selly sambil berjalan di Halte yang ada di dekat pelabuhan.
Selly pun langsung di buat heran karena di Halte bus tidak ada siapapun. Selly pun langsung menyadari jika dia di tinggal oleh mereka semua.
"Lihat saja pembalasan ku nanti!..." Ujar Selly sambil memasang wajah yang sama saat ia dan Evan ingin memberikan Raihan pelajar di Pulau Sujapa.
Akhirnya bus mereka pun sampai di Halte dekat kos milik Reza. Selain mereka yang sudah lelah, hari pun juga sudah mulai menjelang sore.
"Akhirnya kita sampai juga." Ujar Raihan sambil meregangkan kedua tangannya.
"Dia akan sampai sebentar lagi." Ujar Reza.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera kembali ke dalam kos milik Reza. Tapi terlihat banyak orang yang berkumpul di sana dan terlihat sedang membicarakan sesuatu.
"Kenapa di sana ribut ribut sekali?" Tanya Reza heran.
"Entahlah, lebih baik kita memeriksanya." Ujar Evan.
Mereka berdua pun langsung segera pergi di sana. Sesampainya di sana, tercium bau yang sangat aneh dari arah dalam kos. Reza pun langsung menanyakan kepada mereka apa yang telah terjadi.
__ADS_1
"Kenapa kalian berkumpul di sini?" Tanya Reza.
"Akhirnya kamu kembali nak, ku rasa hal itu sudah terjadi." Ujar Ibu kos.
"Hal itu? apa maksud ku?" Tanya Reza yang masih belum paham.
Ibu kos pun langsung membisikkan sesuatu ke telinga Reza. Setelah mendengar hal itu, wajah Reza langsung tanpak panik dan langsung segera membuka pintu kos dan masuk ke dalam dengan terburu buru.
"Reza tunggu!" Ujar Evan sambil menyusul Reza.
Tiba tiba ibu kos pun langsung menghalangi semua orang untuk masuk dan meminta agar semuanya pergi. Tapi bukan namanya orang jika tidak kepo pada hal yang tidak mereka ketahui.
"Di mana kamu!" Ujar Reza.
"Sudah pulang?..." Tiba tiba dari arah dapur, Reza merasakan hawa yang mengerikan. Lebih mengerikan dari pada dendam Farma.
"Ahhhhh!!" Tiba tiba terdengar suara Reza berteriak kencang.
Semua orang yang awalnya mau mendekat pun langsung segera berhenti maju dan hanya terdiam saja ketika mendengar suara teriakan Reza yang sangat keras itu.
"Reza!" Ujar Evan yang langsung segera masuk dan di ikuti oleh Raihan.
Saat masuk ke dalam Evan dan Raihan langsung di buat kaget oleh Reza yang sudah tidak sadarkan diri. Tapi di mulut Reza ada sebuah cairan bewarna ungu pekat yang terlihat sangat menjijikkan.
Bakk!!
Pintu pun langsung tertutup dan terlihat seseorang membawa sebuah mangkuk kecil dan juga sebuah sendok.
"Siapa kamu!?" Ujar Raihan.
"Urus dia dulu..." Ujar perempuan itu.
"Ahhhhh!!" Tiba tiba entah dari mana, kaki Raihan langsung di tarik masuk ke dalam kamar Reza dan Evan pun hanya bisa terdiam karena ketakutan.
"Sekarang... gi-li-ran.. mu..." Ujar perempuan itu mendekati wajah Evan.
Mulut Evan pun langsung di masukan sesuatu dan seketika. Evan langsung merasakan rasa pahit yang luar biasa dan sakin tidak enaknya, Evan langsung pingsan di tempat.
"Apakah menurut mu ini tidak berlebihan?" Tanya seseorang yang langsung membukakan lampu.
__ADS_1
"Itu balasan untuk mereka karena meninggalkan ku di Halte bus." Ternyata tidak lain dan tidak bukan yang melakukan itu adalah Selly.
"Menurut ku ini terlalu kejam." Ujar seseorang keluar dari pintu kamar Reza.
"Sudahlah kalian berdua terlalu melebih lebihkan." Ujar Selly dengan santai.
"Baiklah Gina kamu kamu masukan Reza ke kamarnya, Ira kamu masukan Evan dan Raihan ke kamar yang ada di samping kamar Reza." Ujar Selly kembali.
Setelah melakukan itu semua, mereka pun langsung segera keluar dari los Reza dengan santai dan mengarang sedikit cerita. Mereka pun langsung kembali ke kos milik mereka yang berada tepat di samping los milik Reza.
"Kenapa kamu harus melibatkan kami dalam rencana tidak memanusiawi mu ini?" Ujar Gina.
"Sudahlah, kalian jangan khawatir." Ujar Selly.
"Kami tidak khawatir pada kamu, kami khawatir pada diri kami." Ujar Ira.
"Sudah kalian jangan bicarakan masalah ini lagi dan aku akan memberika kalian kue bika ambon. Bagaimana? setuju?" Ujar Selly membuat perjanjian pada Gina dan Ira.
Karena mereka berdua juga maniak makanan seperti Selly, mereka berdua pun langsung menerima penawaran itu dan menghabiskan malam mereka sambil makan kue bika ambon.
"Ngomong ngomong bagaimana liburan mu?" Tanya Gina.
"Kamu pasti tidak ingin mengetahui nya." Ujar Selly yang mengingat saat saat Farma meneror mereka.
"Ayolah, beritahu kami." Ujar Gina.
"Sudah jangan banyak bertanya, dia pasti menghabiskan banyak waktu dengan Evan." Ujar Ira.
"Apa maksud mu?" Ujar Selly dengan wajah canggung nya.
Ira pun langsung menunjukkan foto ia sedang memeluk Evan saat di Pulau Sujapa. Selly pun langsung tersedak dan terkejut herab mengapa foto itu bisa ada berada pada Ira.
"Dari mana kamu mendapatkan itu!?" Ujar Selly yang berniat mengambil ponsel milik Ira.
"Rahasia." Ira pun langsung menutup ponselnya dan membiarkan Selly mengambil nya.
"Apa kata sandi nya?" Ujar Selly.
"Kamu dari tau saja sendiri." Ujar Ira sambil memasang wajah tidak pedulinya.
__ADS_1
Mungkin itu yang namanya karma. Kini Selly menghabiskan malamnya dengan perasaan kesal dan terus berniat menghapus foto itu.
To be contiune>>>