
Evan dan Raihan pun langsung kembali lagi ke hutan yang gelap itu. Tapi untungnya karena hari masih siang, suasana tidak terlalu menakutkan. Tapi meski begitu, Raihan masih saja tampak ketakutan.
"Raihan, apakah kamu bisa tidak menyalakan senternya?" Tanya Evan kesal.
"Ta-tapi kan di sini gelap" Ujar Raihan yang masih memegang senter.
"Gelap dari mana? ini baru pukul sembilan pagi" Ujar Evan sambil terus berjalan.
Buk!!
"Aduh!" Ujar Raihan yang tersandung sesuatu.
Evan yang melihat Raihan tersandung pun langsung berbalik dan berlari menuju Raihan. Raihan kelihatan masih berusaha bangkit dan kemudian duduk di tanah. Evan yang melihat lutut Raihan terluka, ia pun langsung segera mengambil sebuah kotak P3K dari tasnya dan mengobati luka Raihan.
"Apakah kamu baik baik saja?" Tanya Evan sambil segera mengambil sebuah kotak P3K.
"Iya, tapi dari mana kamu mendapatkan kotak itu?" Tanya Raihan.
"Reza yang membawanya, aku mengambil ini dari tasnya. Kurasa tidak masalah aku mengambil nya" Ujar Evan sambil mengambil sebuah plester.
"Akhhh!.. hati hati ini sedikit sakit" Ujar Raihan.
"Makanya, lain kali jalan lihat ke depan" Ujar Evan sambil menepuk luka yang verada di lutut Raihan.
"Aduh!! kamu kenapa sih!? sakit tau!" Ujar Raihan sambil menyingkirkan kepala Evan dari pandangan nya.
"Ngomong ngomong apa yang membuatnya mu tersandung?" Tanya Evan.
"Mungkin akar pohon" Ujar Raihan.
Raihan pun langsung berdiri kembali. Saat Raihan berdiri, Evan yang masih berusaha menggantungkan kotak P3K itu kembali ke jaketnya pun langsung melihat benda yang membuat Raihan tersandung tadi.
"Ehh, Raihan apakah kamu yakin jika yanh membuat mu tersandung itu memang akar pohon?" Tanya Evan.
"Entahlah, aku hanya menebak saja. Apakah memang akar pohon?" Tanya Raihan kembali.
"Kamu harus melihat ini" Ujar Evan.
__ADS_1
Saat Raihan berbalik ke belakang, bukan batu atau pun akar pohon yang membuatnya tersandung. Tapi terlihat ada sebuah gundukan yabg menyerupai sesuatu dan Evan yakin jika ada yang terkubur di situ.
"Benda apa ini?" Tanya Raihan.
"Entahlah, tapi kita harus mengalinya menurut ku" Ujar Evan.
Akhirnya Evan dan Raihan pun langsung segera menggali benda itu dengan menggunakan tangan mereka sendiri. Ternyata tidak semudah kelihatannya, tanah itu begitu keras. Padahal tanah di sekitarnya cukup mudah di gali.
"Ini sebenarnya tanah atau batu? susah sekali untuk di gali" Keluh Raihan.
"Sudah tetap saja mengali" Ujar Evan.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Raihan dan Evan berhasil mengali benda yang membuat Raihan tersandung tadi. Saat berhasil diangkat dari tanah, bentuknya terlihat seperti sebuah hiasan kepala yang bewarna emas.
"Benda apa ini? kelihatannya seperti hiasan kepala" Ujar Raihan.
"Entahlah, tapi kita harus membawa ini kembali dan memperlihatkan ini ke Reza dan lainnya" Ujar Evan.
Sementara itu di desa, Selly kelihatannya sedang mencari banyak cara untuk membujuk dan mengorek sedikit informasi dari Kartika. Tapi kelihatannya ia tidak mendapatkan waktu yang tepat. Kini mereka berdua sedang memotong sayuran untuk makan siang nanti.
"Ngomong ngomong kamu kenapa datang ke pulau ini?" Tanya Kartika.
"Reza? lelaki yang ikut ke sawah bersama ayah?" Tanya Kartika.
"Iya" Jawab Selly.
"Dia pacar mu? atau jangan jangan si berjaket coklat itu?" Tanya Kartika.
"Evan?" Tanya Selly yang berpikir jika yang di maksud oleh Kartika adalah Evan.
"Ahhh.. iya benar, kalo tidak salah namanya Evan" Jawab Kartika.
Kemudian Kartika langsung mengambil ponsel miliknya dan kelihatan sedang mencari sesuatu. Ternyata meski sedikit jarang di ketahui, ternyata teknologi di Pulau Sujapa tidak berbanding jauh dengan di kota.
"Apa yang dia cari?" Tanya Selly heran.
"Foto ini di kirimkan oleh teman si Evan itu, aku lihat kamu dan Evan sangat romantis sekali di foto inu" Ujar Kartika.
__ADS_1
Selly yang melihat foto yang di tunjukan oleh Kartika pun langsung memasang wajah seperti ingin menghajar seseorang. Ternyata foto yang di tujukan oleh Kartika adalah foto yang di ambil oleh Raihan saat Selly sedang memeluk Evan.
"Hapus foto itu sekarang" Ujar Selly sambil memegang sebuah pisau.
"B-baik" Jawab Kartika.
"Nanti lihat saja Raihan, akan ku pastikan kamu akan menyesal nanti" Ujar Selly dalam hatinya.
Kemudian Selly pun langsung teringat akan misinya yang harus membujuk Kartika untuk menikah.
"Oh iya, Kartika" Ujar Selly.
"Iya ada apa?"
"Kenapa kamu sangat tidak ingin menikah kembali?" Tanya Selly.
Kartika pun langsung berhenti memotong sayur dan langsung terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Selly. Selama beberapa saat Kartika tetap diam dan tidak melakukan apapun.
"Ibu ku.. dulu pernah melarang ku untuk menikah sebelum aku mendapatkan pendidikan saat aku masih berumur 7 tahun, selain itu Ibu juga mengatakan akan melindungi ku ketika Ayah sedang marah dan akan melindungi ku dari apapun yang akan berbuat jahat pada ku. Tapi aku keras kepala, aku malah menikah sebelum melakukan pendidikan lanjutan, dan alhasil semua calon suami ku meninggal" Ujar Kartika.
"Jadi, di mana Ibu mu sekarang?" Tanya Selly.
"Dia pergi, dulu dia mengatakan akan kembali saat aku menikah. Tapi aku tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang, kini aku di terima di sebuah kampus. Tapi Ayah tetap ingin aku untuk menikah" Ujar Kartika sambil sedikit mengeluarkan air mata.
"Apakah kamu sudah memberitahu Ayah mu tentang ini?" Tanya Selly.
"Belum, Ibu juga mengatakan jangan memberitahu Ayah soal ini. Tapi jika aku tidak memberikan alasan jelas, Ayah pasti akan tetap menikahkan ku" Ujar Kartika.
"Kamu katakan saja jika kamu ingin melakukan pendidikan lanjutan" Ujar Selly.
"Tidak. Ayah tidak ingin aku pergi jauh, jadi percuma saja" Jawab Kartika.
"Tapi dari dalam hati mu kamu ingin yang mana? melanjutkan pendidikan atau menikah? hanya kamu yang bisa memilih jalan hidup mu, jika kamu memilih jalan yang salah maka habis sudah. Yang namanya menikah itu bukan hanya menyatukan pasangan suami istri, tapi juga memulai kehidupan baru, jadi pikirkan baik baik dan jangan terburu buru ataupun karena pengaruh seseorang" Ujar Selly sambil mulai memotong sayuran.
"Baik, akan saya pikirkan" Jawab Kartika sambil mengusap air matanya.
Kemudian mereka pun kembali mengupas sayuran dan membicarakan hal hal yang di luar menikah. Memang belum banyak informasi yang mereka dapatkan mengenai Kartika ataupun mengenai kematian kedua calon suaminya yang masih menjadi misteri, tapi setidaknya Selly berhasil membujuk Kartika. Kini semua tinggal tergantung pada keputusan Kartika, apakah dia ingin melanjutkan pendidikan atau menikah.
__ADS_1
To be contiune >>>