
Sorenya, Raihan dan Evan tak kunjung pulang. Padahal mereka seharusnya tidak sampai selarut itu. Selly pun mulai sedikit khawatir dengan Evan dan Raihan yang belum pulang dan berencana untuk mencari tahu.
"Kenapa teman mu masih belum pulang?" Tanya Kartika.
"Entahlah, tapi mungkin aku akan menyusul mereka ke hutan. Untuk berjaga jaga aku akan membawa kembang api" Ujar Selly.
"Jangan!!" Ujar Kartika sambil memegang erat tangan Selly.
"Apa? kenapa?" Tanya Selly.
"Di hutan itu- Ehh maksud ku ini sudah sore jadi tidak bagus ke hutan di saat seperti ini, nanti kita minta bantuan warga lain saja" Ujar Kartika.
"Ayah pulang.." Ujar Kakek Dangrau sambil masuk ke dalam rumah.
"Ayah? tunggu ya aku ambilkan air dulu" Ujar Kartika.
"Aduh.. ternyata bertani itu tidak semudah kelihatannya" Reza pun juga masuk tapi berkeringat dan selain itu baju nya juga di penuhi lumpur.
"Kenapa baju mu kotor sekali?" Tanya Selly.
"Tadi dia tidak sengaja terpeleset dan jatuh ke lumpur" Ujar Kakek Dangrau.
Reza pun langsung bersandar di pintu karena sudah terlalu kelelahan. Di ikuti dengan sinar matahari di sore hari, wajah Reza sedikit terkena cahaya dari matahari dan membuat Selly sedikit bersikap aneh.
"Ini minumannya" Ujar Kartika yang meletakkan 2 buah gelas di meja.
Reza pun langsung mengambil minumannya, saat Reza meminum minuman yang di buat oleh Kartika, wajah Selly langsung memerah bagai tomat.
"Selly, ada apa dengan wajah mu?" Tanya Reza.
"Ti-tidak apa apa" Ujar Selly.
Di saat yang sama, Selly langsung mimisan dan mengeluarkan cukup banyak darah di hidung nya. Kartika pun langsung terkejut melihat itu dan memberitahu Selly.
"Kenapa di wajah mu banyak darah? apakah kamu sakit?" Tanya Kartika.
"Darah? tapi dari mana?" Selly pun langsung mengusap wajahnya.
"A-aku akan ke kamar dulu!" Ujar Selly sambil menutup hidungnya dan berlari ke kamar.
__ADS_1
"Apakah dia akan baik baik saja?" Tanya Kartika.
"Tenang saja, dia memang perempuan yang aneh" Ujar Reza yang kelihatan biasa saja ketika melihat Selly mimisan dan mengeluarkan banyak darah dari hidungnya.
"Apakah kedua teman mu akan pulang? ini sudah sore" Ujar Kartika.
"Mereka belum pulang?" Tanya Reza heran.
"Be-belum" Jawab Kartika yang terkejut melihat Reza juga tidak mengetahui di mana Evan dan Raihan.
"Tenang saja, mereka pasti akan pulang. Mungkin mereka hanya sedikit penasaran dengan isi hutan di sini" Ujar Kakek Dangrau.
Reza pun langsung kembali beristirahat. Setelah beberapa menit, Reza merasa gerah dan ia pun memutuskan untuk mandi dan mengganti bajunya yang terkena lumpur tadi. Tapi saat Reza membuka pintu kamar, Selalu malah menolak membuka pintu dan tidak mengizinkan Reza masuk.
"Ada apa Selly? cepat biarkan aku masuk" Ujar Reza memohon.
"Tidak! kamu mandi dan ganti baju dulu!" Ujar Selly berteriak dari kamar.
"Buka dulu pintunya, kan baju ku ada di kamar" Ujar Reza.
Selly pun langsung membuka pintu sedikit dan langsung melempar pakaian Reza keluar. Setelah itu, Selly langsung menutup pintu rapat rapat dan tidak mengizinkan Reza masuk.
"Entah apa yang merasuki perempuan itu" Ujar Reza sambil mengambil pakaian nya yang tercecer di lantai.
"Anak anak yang lucu, andai setiap hari seperti ini. Kartika jadi terlihat lebih bahagia juga, tapi setelah dia menikah... dia akan pergi, aku harap di saat sebelum dia pergi.. aku bisa melihat susana seperti ini lebih lama lagi" Ujar Kakek Dangau dalam hatinya.
"Ayah? kamu menangis?" Tanya Kartika.
"Menangis? ti-tidak, ayah hanya kelilipan debu" Ujar Kakek Dangrau.
Reza pun akhirnya keluar dari kamar mandi dan sudah kembali bersih. Selain itu, Reza juga sudah membersihkan lumpur di baju nya yang sebelumnya.
"Apakah Evan dan Raihan sudah pulang?" Tanya Reza.
"Belum, ini sudah pukul 6. Tapi aku tidak melihat tanda kepulangan mereka" Ujar Kartika.
"Itu aneh, seharusnya mereka tidak lama. Mungkin aku akan mengirim pesan singkat ke mereka" Ujar Reza.
Reza pun langsung masuk ke dalam kamarnya, dan terlihat Selly sedang menonton film sambil memakai headset sehingga ia tidak menyadari jika Reza masuk ke dalam kamar. Setelah mengambil ponselnya, Reza pun langsung mengirimkan beberapa pesan singkat ke Evan.
__ADS_1
[Reza : Evan, kenapa kamu kenapa belum pulang? kami sangat khawatir di sini ]
[Evan : Maaf Reza, aku dan Raihan tadi mengelilingi hutan dan ternyata sudah selarut ini, kami sedang dalam perjalanan ]
[Reza : Apakah kamu yakin tidak ingin di antar? aku cukup khawatir dengan kalian ]
[Evan : Tidak perlu khawatir, kami akan baik baik saja ]
[Reza : Baiklah, tapi jika kalian tersesat beritahu aku dan luncurkan kembang api agar kami tau di mana kalian sekarang ]
[Evan : Baik ]
Reza pun langsung mematikan ponselnya setelah pesan terakhir dari Evan. Tapi wajah Reza terlihat khawatir dan tidak tenang setelah itu.
"Bagaimana? apa yang mereka katakan?" Tanya Kartika.
"Entahlah, tapi Evan mengatakan jika mereka akan segera kembali" Ujar Reza sambil memasukkan ponselnya ke saku celana miliknya.
Waktu pun berjalan cepat. Hari pun juga sudah malam dan Evan dan Raihan juga tak kunjung pulang Reza yang sudah sangat khawatir pun sudah tidak bisa bersabar lagi karena ini sudah sangat larut.
"Aku mungkin akan mencari mereka, ini sudah terlalu larut" Ujar Reza.
"Ke hutan itu? malam malam seperti ini?" Kartika pun terkejut mendengar hal itu.
"Mereka sepertinya dalam masalah" Ujar Reza sambil mengambil beberapa barang persiapan sebelum pergi keluar.
"Jangan keluar nak, di luar sudah gelap. Tidak aman jika kamu keluar malam malam seperti ini" Ujar Kakek Dangrau.
Entah apa yang membuat Kartika dan Kakek Dangrau khawatir, tapi kelihatannya mereka berdua sangat tidak setuju jika ada yang keluar selarut itu. Apalagi di kala itu sudah pukul 9 malam. Tapi Reza tidak mempedulikan hal itu dan Reza pun langsung membuka pintu. Di saat itu juga, muncul Evan dan Raihan dengan keadaan berantakan seakan akan habis di kejar setan.
"Evan? Raihan? kalian kenapa lama sekali?" Tanya Reza sambil membawa mereka masuk.
"Kami sedikit tersesat" Ujar Evan.
"Dari kapan?" tanya Reza.
"Dari pukul 10 pagi sepertinya" Ujar Evan.
"Dari 10 pagi? bagaimana bisa kalian tersesat sampai seperti itu?" Tanya Kartika.
__ADS_1
"Jadi seperti ini ceritanya..." Evan pun mulai menceritakan kejadian saat mereka tersesat tadi.
To. be contiune >>>