
Terlihat sudah mulai banyak pekerja konstruksi yang berdatangan karena sebentar lagi semua Kos yang ada di sana akan di renovasi. Selagi semua pekerja itu sibuk melakukan sesuatu seperti mengeluarkan perabotan dan menyimpannya di tempat yang aman, Evan dan lainnya tengah sibuk beres beres dan mempersiapkan koper mereka.
"Baiklah Evan, Raihan, aku sudah memesan mobil jemputan yang akan membawa kita ke tempat tinggal kita yang sementara." Ujar Raihan sambil membawa sebuah kotak kaca dan menutupi kotak itu dengan kain hitam.
"Kotak apa itu?" Tanya Evan.
"Kamu pasti tidak ingin mengetahuinya." Ujar Reza.
"Baiklah jika begitu, tapi kenapa Selly tidak pergi dengan Ira dan Gina?" Tanya Raihan sambil menunjuk Selly yang sedang menunggu di gerbang masuk kos.
"Dia akan ikut dengan kita kali ini." Ujar Reza.
"Apa!? kenapa!?" Jawab Evan dan Raihan kompak.
"Dia tidak memiliki tempat tinggal sementara. Jadi aku menawarkan kepadanya untuk ikut bersama kita." Jawab Reza.
"Semoga saja dia tidak memukul ku lagi." Ujar Raihan sambil berjalan menuju Gerbang Kos.
Shaaaaa!......
Tiba tiba Muncul suara bisikan dari belakang Evan yang seperti memintanya untuk kembali. Evan pun langsung berbalik dan di saat yang bersamaan, angin pun juga ikut bertiup menuju arah yang berlawanan dan mengarah ke arah punggung nya dab melewati tubuhnya.
"Apa itu tadi?" Tanya Evan heran.
"Hoii!! Evan!! cepat!" Ujar Raihan.
"I-iya!!" Jawab Evan yang langsung berlari dab menyusul yang lainnya.
Di Gerbang Kos, terlihat ada banyak orang yang menunggu jemputan mereka dan juga Selly langsung penasaran ketika melihat Reza membawa sebuah kotak kaca besar yang di tutupi dengan kain hitam.
"Apa isi kotak itu?" Tanya Selly ke Evan.
"Entahlah, aku juga belum tau." Jawab Evan.
Selly pun langsung memiliki niat untuk mencari tahu isi kotak tersebut. Selly pun langsung mulai mendekati Reza dan berniat melepaskan kain hitam itu. Tapi sebelum Selly berhasil menyentuh kain itu, Reza langsung berbalik dan langsung memegang tangan Selly dengan sangat kuat. Mata tajam Reza pun mulai terlihat dengan wajah yang seperti seorang pembunuh yang tengah mengelabui mangsanya
"Apa yang ingin kamu lakukan?.." Tanya Reza.
__ADS_1
"Semoga kamu bisa bertahan." Ujar Raihan yang langsung berbicara di belakang Selly.
"Aku akan mendorong mu ke jurang jika bisa." Jawab Selly ke Raihan.
"Apapun yang ingin kamu lakukan? jangan sentuh kotak ini sedikit pun." Ujar Reza.
"Memang apa isi nya?" Tanya Selly yang masih gigih.
"Jika kamu masih ingin tau, akan aku bisikkan." Ujar Reza.
Reza pun langsung membisikkan isi kotak iti ke Selly. Wajah Selly langsung terlihat sedikit kaku dan gugup. Evan dan Raihan pun masih heran dan langsung menanyakan isi kotak itu ke Selly.
"Apa isi kotak itu?" Tanya Evan.
"B-bukan apa apa." Ujar Selly menyembunyikan sesuatu.
Tak lama kemudian, sebuah mobil hitam langsung datang dan mulai mendekati mereka. Jendela mobil itu pun langsung terbuka dan terlihat seorang pria berusia 40 tahun yang sedang mengendarai mobil itu mulai berbicara dengan Reza.
"Baiklah Reza, silakan masuk." Ujar pria itu dengan sopan.
"Baiklah, kalian semua cepat masuk." Ujar Reza.
"Kursi ini untuk apa?" Tanya Raihan heran.
"Jangan pedulikan itu, kamu nikmati saja perjalanan ini." Ujar Reza.
Saat waktu sudah menunjukkan pukul 6 malam, mereka terlihat melewati area yang mirip hutan dan juga lampu jalan di sana juga tidak ada satupun yang menyala.
"Kenapa di sini gelap sekali?" Tanya Raihan heran.
"Di sekitar sini memang sangat gelap sejak dulu, tapi jika di pagi hari tidak terlalu gelap." Jawab Reza yang seperti sudah mengenal tempat itu sejak lama.
"Ngomong ngomong apakah kamu bisa menceritakan kenapa ada boneka di belakang Kos kita?" Tanya Evan..
Kreekkkkekekkrkekkkk!!!
Tiba tiba terdengar suara gemerincing dari arah kotak kaca itu. Sellt yang sudah mengetahui isi kotak itu pun langsung segera menutup mata dan telinganya karena takut.
__ADS_1
"Suara apa yang berasal dari kotak ini? kamu tidak membawa yang aneh aneh kan Reza?" Raihan pun mulai tidak yakin jika isi kotak kaca itu normal.
"Astaga, kenapa kamu sangat ribut?" Ujar Reza sambil membuka kain penutup dari kotak kaca itu.
"Ahhhhh!!!!!!!" Raihan pun langsung berteriak terkejut ketika melihat sesuatu yang ada di dalam kotak itu.
"Maaf jika bisa jangan terlalu bersuara, kita tidak ingin jika ada sesuatu yang datang." Ujar Supir mobil itu.
Kenapa kamu membawa boneka itu!?" Ujar Evan yang terkejut melihat boneka yang seharusnya ada di Gudang Belakang Kos malah ada di mobil itu saat ini.
"Aku tidak mungkin meninggalkan Adikku di sana." Ujar Reza.
"Kurasa ada yang salah dengan pikiran mu. Bagaimana mungkin jika boneka keramik ini Adikmu?" Ujar Raihan.
Tiba tiba saja ada gundukan yang entah muncul dari mana dan membuat mobil itu sedikit terguncang. Alhasil boneka itu langsung tergoncang dan kepalanya langsung menghadap ke arah Raihan dengan sedikit ke bawah.
"Kenapa boneka ini seperti menatap ku?" Ujar Raihan yang merasa tidak nyaman.
"Lebih baik kamu jaga ucapan mu. Aku tidak ingin bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang buruk." Ujar Reza.
"Bagaimana bisa aku diam saja? bentuk boneka ini cukup seram menurut ku." Ujar Raihan.
Bukk!!!
Tiba tiba saja terlihat sebuah pintu gerbang yang tertutup. Karena hal itu, terjadi rem mendadak sehingga membuat kepala Raihan membentur bagian belakang kursi paling depan, yaitu kursi tempat duduk Evan. Sang Supir pun langsung membuka jendela mobil dan mengeluarkan kepalanya dan menunjukkan sebuah kartu dan satpam yang ada di sana pun langsung membuka Pintu Gerbang itu.
"Maaf atas rem mendadak nya. Apakah semuanya baik baik saja?" Tanya Supir itu.
"Iya kami baik baik saja." Jawab Reza.
"Aku rasa ada yang membentur kursi ku." Ujar Evan.
"Aduhh..." Ujar Raihan sambil menggosok kepalanya yang terbentur.
"Sudah ku katakan, jaga ucapan mu." Ujar Reza.
Tiba tiba pandangan Raihan tertuju pada sebuah area perumahan yang kelihatannya di huni oleh orang yang perekonomian nya tinggi. Terlihat banyak rumah besar yang berjejer dan juga lampu jalan yang sangat terang menyinari jalan mereka.
__ADS_1
To be contiune >>>