Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Pagi Hari Yang Penuh Suara - Episode 54


__ADS_3

Sementara itu, Reza pun langsung segera pergi ke Kamar Tamu untuk membangunkan Raihan dan juga Selly. Saat Reza membuka pintu kamar, mereka berdua masih terlihat tertidur dengan sangat pulas.


"Astaga, mereka ingin tidur sampai kapan?" Ujar Reza sambil melihat kedua temannya itu.


Reza pun langsung segera membuka lampu dan juga menarik selimut Raihan dengan sangat kasar. Selain itu seperti biasa karena kasur di sana hanya ada 1, maka Evan dan Raihan harus mengalah untuk yang kesekian kalinya dan membiarkan Selly menguasai kasur itu.


"Reza, apakah kamu bisa mematikan lampunya, ini silau sekali." Ujar Raihan yang matanya tidak bisa menahan cahaya sesilau itu saat bangun.


"Tidak. Nanti jika ku matikan, bisa bisa kamu tidur lagi." Ujar Reza.


"Iya aku bangun. Tapi apakah kamu bisa menutup lampunya?" Tanya Raihan dengan mata yang masih tertutup.


"Kamu jika ingin mengelabui ku jangan seperti ini. Mana ada orang yang sudah bangun tapi matanya masih tertutup seperti kamu." Ujar Reza.


Setelah beberapa menit Reza memaksa Raihan untuk bangun, akhirnya Raihan pun langsung menyerah dan bangun dari tidurnya. Setelah Raihan bangun, kini giliran Selly untuk di bangunkan. Tapi tentu saja dengan cara yang berbeda.


"Sekarang bagaimana kita membangunkan Selly?" Tanya Raihan.


"Tenang saja, aku sudah pernah menghadapi masalah ini sebelumnya." Ujar Reza.


Reza pun langsung segera berjalan dengan santai ke arah kasur seperti sangat mudah untuk membangunkan Selly.


"Selly ayo bangun." Ujar Reza sambil menggoyangkan tubuh Selly.


"Iya, 5 menit lagi." Ujar Selly.


"Kata keramat itu muncul lagi, pasti setelah mengatakan 5 menit, pasti bangunnya 5 jam lagi." Keluh Raihan.


"Kamu diam saja dulu, biarkan aku yang menangani ini." Ujar Reza.


"Seperti melakukan ritual saja." Ujar Raihan.


Reza pun tidak mempedulikan apa pun yang di katakan Raihan dan kembali berusaha membangunkan Selly.


"Sel cepat bangun." Ujar Reza.


"Iya 5 menit lagi." Jawab Selly.

__ADS_1


"Sel, hari ini hujan. Di bawah ada mie instan, pakai kuah dan telur 5 buah." Ujar Reza.


Dalam sekejap mata Selly pun langsung terbuka dan dengan segera ia langsung beranjak dari kasurnya.


Brukk!!!!


Sebelum Selly bisa berlari ke bawah dan mencari mie instan yang sebenarnya tidak ada, Reza langsung menahan kaki Selly dengan kakinya dan membuat Selly tersandung dan jatuh tepat di lantai yang keras. Suara itu pun bahkan bisa terdengar sampai lantai bawah.


"Suara apa itu?" Tanya Pak Akbar yang dari tadi sedang menyeduh kopi miliknya.


"Tenang itu hanya suara pagi yang biasa terdengar." Ujar Evan yang baru selesai mencuci wajahnya.


Sementara itu di kamar, Raihan sedikit terkejut karena biasanya memerlukan waktu lama untuk membangunkan Selly. Biasanya Selly tidak akan bisa di bangukan kecuali ia sendiri yang bangun. Tapi ketika Selly sudah bangun, ia akan kesusahan tidur nantinya. Sejauh ini yang tidak bisa membuatnya tidur hanyalah saat mereka ingin ke pulau Sujapa dan Evan mengalami mabuk laut yang cukup berat.


"Kenapa kamu melakukan itu!? kamu tau kan jika itu berbahaya." Ujar Selly yang kesal di bangunkan dengan cara yang cukup berbahaya dan tak tanggung tanggung.


"Habisnya kamu tidak bangun sih, lain kali jika di suruh bangun jangan bergumam tidak jelas." Ujar Reza tidak peduli dengan Selly.


"Pfftt!.." Raihan pun hanya bisa menahan tawanya melihat keadaan Selly yang sangat membuat tidak bisa menahan tawa.


"Apa ketawa ketawa seperti itu!? mau ku jatuhkan dari tangga!?" Ujar Selly yang tidak suka di tertawai.


Selly dan Raihan pun langsung segera turun ke bawah dan melihat Evan yang tampak baru saja selesai mencuci wajahnya.


"Evan apakah kamu tau di mana wastafelnya?" Tanya Raihan.


"Untuk apa?" Tanya Evan.


"Untuk di makan! ya sudah jelas kita ingin mencuci wajah." Ujar Selly yang kesal kesal dengan pertanyaan Evan.


"Ada di dapur." Ujar Evan.


"Dapurnya ada si mana?" Tanya Raihan.


"Belok saja ke kanan kemudian maju di sana nanti ada beberapa jalan lainnya kamu ke kiri, ke kanan, ke kiri, ke kanan lagi dan kemudian nanti kalian akan berada di ruang baca nanti kalian pergi saja ke rak urutan ke 13 nanti ada pintu di sisi kirinya nanti kalian masuk saja dan jalan terus saja. Dan jika kalian beruntung kalian akan menemukan bagian dapur." Ujar Evan.


"Baiklah semoga saja kami mengingat nya." Ujar Raihan dengan wajah tak percaya.

__ADS_1


"Hanya bercanda, dapur ada di pintu dekat ruang makan." Ujar Evan.


"Jangan bercanda mana yang betul!?" Tanya Selly kesal.


"Kamu masuk saja ke pintu dekat ruang makan." Ujar Evan.


Raihan dan Selly pun langsung segera pergi untuk mencuci wajah mereka. Sementara itu, Evan baru saja menyadari jika Pak Akbar dan Istrinya sudah tidak berada di ruang tamu itu. Yang ada hanyalah Paman Reza.


"Kira kira ada di mana pria yang bernama Akbat itu? perasaan dia ada di sini bersama istrinya." Ujar Evan sambil kebingungan.


"Evan! apakah kamu bisa membantu ku untuk membereskan kamar ini!?" Ujar Reza dari kamar tamu.


"Baik! aku akan segera datang!" Jawab Evan.


Evan pun langsung segera membantu Reza untuk merapikan kamar tamu itu. Dan ternyata keadaan kamar itu terlihat sedikit memprihatinkan karena terlihat sangat berantakan di bagian kasur dan tidak lain dan tidak bukan itu adalah barang barang milik Selly yang tergeletak berantakan di kasur itu.


"Bagaimana bisa perempuan itu tidur di kasur yang seperti ini?" Ujar Evan yang melihat ada banyak benda seperti sisir, flasdish dan barang barang lainnya.


"Lain kali kita biarkan dia tidur di luar saja bagaimana?" Tanya Reza.


"Bisa bisa yang ada kita yang akan di bantai." Ujar Evan.


"Lebih baik kita membereskan ini, kasihan nanti jika orang lain yang membersihkan nya." Ujar Reza.


Orang lain yang di maksud oleh Reza tentu saja yang tidak lain dan tidak bukan adalah Pelayan rumah itu. Sejak kecil meski memiliki Pelayan di rumah, Reza selalu di minta untuk membereskan kamarnya sendiri karena dia sendiri sama berantakannya dengan Selly sewaktu masih kecil. Sementara itu di tempat lain....


"Kenapa telinga ku panas ya? mungkin hanya perasaan ku saja." Ujar Pelayan Rumah itu.


"Tuan, mobilnya sudah siap. Apakah Tuan ingin berangkat sekarang?" Tanya Pelayan itu.


"Baiklah, kamu jaga Reza dan lainnya dan jangan biarkan mereka membuka kamar Rena." Ujar Paman Reza.


"Kenapa Tuan?" Tanya Pelayan itu.


"Akbar dan Istrinya sedang melakukan itu, jadi jangan di ganggu." Jawab Paman Reza.


"Baik Tuan, saya paham." Ujar Pelayan itu.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2