Desa Benang Merah

Desa Benang Merah
Saat yang di tunggu tunggu - Episode 17


__ADS_3

Keesokan pagi nya, cuaca kelihatan sudah lebih tenang dan nanti sore mereka akan sampai di pulau yang akan mereka kunjungi. Dan salah satu kabar baik lainnya, gelombang laut di sana juga sudah hilang sehingga mabuk laut nya Evan sudah tidak ada. Kemudian mereka pun langsung memutuskan untuk ke luar dan bersantai menikmati pemandangan laut.


"Semalam badainya cukup parah ya, lihat saja di sini cukup berantakan. Ngomong ngomong di mana Evan sekarang?" Tanya Reza.


"Dia di kamar bersama Selly, mereka mengatakan jika masih ingin tidur. Mungkin gara gara gelombang laut semalam ia tidak bisa tidur karena terus ingin muntah" Ujar Raihan.


"Sepertinya lain kali kita jangan menggunakan kapal lagi, jika Evan terus muntah aku takut itu akan mengganggu perutnya" Ujat Reza.


Sementara itu di kamar, terlihat Evan yang masih tidur. Tapi yang tidak tidur saat itu hanya Selly, mata Selly terlihat sangat hitam dengan kantong mata yang besar.


"Ayo Selly, cepat tidur...." Ujar Selly pada dirinya sendiri.


"Gara gara Evan terus muntah aku malah tidak bisa tidur, dia sangat berisik sekali" Kesal Selly.


Kemudian Evan pun langsung terbangun dari tidur nya dan ia langsung di kejukan dengan Selly yang sedang terbaring mengantuk menghadap ke dinding.


"Selly? kamu masih tidur?" Tanya Evan.


"Bukan masih tidur tapi belum tidur" Jawab Selly sambil berbalik ke arah Evan.


"Astaga kenapa mata mu hitam seperti itu?" Tanya Evan.


"Ini karena kamu, semalam kamu muntah terus. Suara muntah mu berisik sekali sampai membuat ku tidak bisa tidur" Jawab Selly.


"Ehhh..!? kenapa jadi salah aku? aku kan tidak tahu jika aku ternyata mabuk laut" Ujar Evan.


"Sudahlah, lebih baik kamu pergi saja. Aku ingin tidur" Ujar Selly.


"Iya iya aku pergi" Jawab Evan sambil berjalan menuju pintu keluar.


"Akhirnya dia perli juga, sekarang aku bisa tidur dengan tenang" Ujar Selly sambil memejamkan matanya.


Tak lama kemudian karena suara laut, Selly menjadi mengantuk dan di tambah dengan rasa kantuk yang sangat susah di tahan, ia langsung tertidur dalam hitungan menit. Waktu pun berlalu sangat cepat sampai mereka tidak sadar jika sudah siang.


Siang itu semuanya sudah terlihat baik baik saja. Evan sudah tidak mabuk laut dan Selly juga sudah tidur cukup, tapi masalah lain pun langsung menimpa Reza. Secara tiba tiba ada yang menelepon Reza dan membuat Reza terlihat sangat panik.


"Apa!? bagaimana bisa hal itu terjadi!? sudah ku peringatkan jangan ada yang membuka nya, apakah dia masih ada di dalam?" Tanya Reza sambil terlihat sangat panik dan penuh keringat.


"I-iya...dia masih ada di dalam, aku juga sudah meminta semuanya juga untuk pergi dari sana " Ujar seseorang yang ada di telepon Reza.

__ADS_1


"Ada apa dengan Reza? kenapa dia sangat panik seperti itu?" Tanya Selly.


"Entahlah, tapi sepertinya itu adalah masalah yang serius" Ujar Evan.


"Baiklah, ingat jangan sampai lemari kaca itu terbuka. Jika pintu nya terbuka lagi, lakukan hal yang sama juga" Ujar Reza yang kemudian langsung menutup teleponnya.


"Ada apa Reza? kenapa kamu terlihat sangat panik?" Tanya Raihan.


"Tidak apa apa, semua baik baik saja. Kalian jangan khawatirkan aku, ngomong ngomong apakah kalian ingin minum? akan aku ambilkan nanti" Ujar Reza mengalihkan pembicaraan.


"Kurasa tidak perlu, aku bisa mengambilnya sendiri. Tapi cepat katakan kenapa kamu terlihat panik?" Tanya Evan.


"Tidak apa apa, ini hanya masalah kecil" Jawab Reza.


"Apakah kamu yakin?" Tanya Selly.


"Tenang saja, semuanya baik baik saja. Kalian tidak perlu khawatir" Ujar Reza.


Reza pun langsung mengajak Raihan dan Selly untuk bersantai. Evan yang melihat kelakuan aneh Reza pun langsung merasa jika Reza menyembunyikan sesuatu yang penting dan hal itu sudah pasti tidak akan Reza beri tahu hal itu meski Evan memohon kepada nya.


Evan pun langsung mengikuti mereka dan bersantai bersama. Di sana mereka membicarakan begitu banyak hal yang menyenangkan seperti apa yang akan mereka lakukan selanjutnya dan saat sudah sampai di pulau. Wajah Reza pun juga sudah kelihatan tidak panik lagi.


"Jika tidak salah di sana juga ada vila penginapan, nanti kita menginap saja di sana" Ujar Evan.


"Apakah kami yakin?" Tanya Reza.


"Tentu saja aku yakin, lagi pula saudara ku juga pernah mengisap di sana dan dia mengatakan jika Vila Penginapan di sana sangat bagus" Ujar Evan.


"Baiklah, tapi apakah biaya menginap di sana mahal?" Tanya Reza.


"Kata saudara ku sih murah" Jawan Evan.


"Semuanya aku ingin mengambil minuman dulu. Kalian jangan biarkan orang lain duduk di tempat ku ya" Ujar Selly yang kemudian pergi meninggalkan mereka.


"Oh iya apakah kalian tau jika pulau yang akan kita kunjungi itu memiliki sebuah urban legend yang sangat mengerikan?" Tanya Raihan.


"Urban legend?" Tanya Evan heran.


"Iya konon katanya dulu ada desa di pulau itu dan..."

__ADS_1


Bonk!


"Aduh!... siapa yang memukul kepala ku?" Tanya Raihan kesaktian.


"Aku memangnya kenapa? masalah? kamu kan tau jika kita akan ke sana, kenapa kamu menceritakan hal mengerikan seperti itu?" Ujar Selly kesal.


Krrrtttttt!!...


"Astaga!" Teriak Raihan.


"Berisik! kalian mau diam atau tidak? nanti ku setrum baru tau" Ujar Evan sambil menunjukkan stuntgun miliknya yang selalu ia simpan untuk berjaga jaga.


"Kamu jangan bermain dengan alat itu, bisa?" Kesal Selly.


"Kenapa? kalian ribut sekali soalnya" Ujar Evan sambil menaikkan nada suaranya.


"Ya kan tidak perlu sampai seperti itu juga" Ujar Selly.


"Sekarang kenapa kalian yang berisik?" Kesal Raihan.


"Selly yang duluan" Ujar Evan.


"Enak saja Evan tuh" Ujar Selly sambil menunjuk Evan.


"Kalian berdua sama saja" Ujar Raihan.


"Apa!?" Teriak Evan dan Selly bersaman.


"Kenapa aku bisa berteman dengan mereka bertiga?" Gumam Reza dalam hatinya.


Kemudian terjadi lah perdebatan antara mereka bertiga. Reza pun hanya bisa diam dan menyimak di tengah semua kejadian itu. Dan tak lam kemudian di tengah semua keributan itu, Reza sudah bisa melihat sebuah gundukan kecil di tengah laut. Yang bisa jadi itu adalah Pulau Sujapa yang akan mereka kunjungi.


"Kalian semua diam dulu, lihat kita sudah akan sampai" Ujar Reza.


"Apa!?" Ujar Evan kaget.


"Iya, lihat saja di sana" Ujar Reza sambil menunjuk ke arah Pulau Sujapa.


Mereka semua pun mulai melihat Pulau Sujapa sudah berada di depan mata dan lama kelamaan semakin besar yang menandakan bahwa mereka semakin mendekat. Mereka pun langsung kembali ke kamar mereka untuk mengemas semua yang ada dan bersiap untuk menginjakkan kaki di sana.

__ADS_1


To be contiune >>>


__ADS_2