
Di saat Evan dan Raihan sedang melakukan sesuatu, Selly terlihat masih tertidur dan seluruh kos nya masih gelap karena belum ada satupun yang sudah bangun.
"Kakak.... kakak... bangun..."
"Apa sih!? siapa yang berisik itu!?" Ujar Selly dengan kesal.
"Ada apa Selly? kenapa kamu berisik seperti itu?" Tanya Gina.
"Tadi siapa yang memanggil ku kakak? emang aku punya adik?" Ujar Selly.
"Ngapain pula aku mau punya kakak seperti mu? yang ada nanti aku di jadikan pembantu oleh mu.? Ujar Guna dengan sindiran halusnya.
"Sudahlah lupakan saja. Ini sudah pukul berapa?" Tanya Selly.
"Pukul tiga belas lewat tiga puluh menit." Jawab Gina.
"Sudah siang? baiklah kamu bangunkan dulu Ira, aku akan menyiapkan makanan untuk kita." Ujar Selly.
Terlihat bagian ruang tamu cukup gelap. Hanya ada sedikit cahaya yang masuk, itu pun bahkan berasal dari lubang ventilasi di kos itu. Karena masih merasa mengantuk, Selly pun memutuskan untuk segera membersihkan wajahnya di kamar mandi.
Splash!...
Selly pun mulai membasahi wajahnya. Saat ingin keluar dari kamar mandi, terlihat lubang toilet yang ada di sana seolah olah tersumbat oleh suatu dan mengeluarkan air.
"Apakah ada yang membuang sesuatu di toilet lagi?" Ujar Selly.
Tiba tiba terlihat sesuatu yang bewarna hitam dan mengambang di atas toilet itu. Sarah pun masih biasa saja dan memutuskan untuk tetap tenang dan memutuskan untuk memeriksanya.
"Tenang saja Selly, bisa saja itu adalah sisa sampah anorganik." Ujar Selly berpikir positif.
Saat akan di dekati, tiba tiba benda itu semakin naik dan hampir keluar dari toilet. Tercium bau aneh dari arah benda itu dan juga Selly langsung merasa sedikit takut melihat benda itu.
"Ka... kak..." Tiba tiba saat benda itu berputar, terlihat wajah anak anak yang sangat mengenaskan.
"AHHH!!!" Selly pun langsung menutup pintu toilet dan menguncinya.
Suara teriakan Selly pun langsung terdengar sampai ke dalam kos milik Reza.
"Suara apa itu?" Ujar Evan heran.
"Tenang saja, itu mungkin hanya kucing." Ujar Tahan sambil membuka beberapa kotak yang berisi kamera pengintai.
Sementara itu di kos Selly, terlihat Gina dan Ira yang langsung segera keluar dari kamar mereka dengan wajah khawatir.
"Ada apa!?" Ujar Gina terkejut mendengar suara teriakan Selly.
"T-tidak ada apa apa, h-hanya tikus. Iya hanya tikus." Ujar Selly dengan tersenyum pucat.
__ADS_1
"Yakin? kami biasanya tidak takut tikus." Ujar Gina.
"Tikusnya besar." Ujar Selly membuat alasan.
"Tikusnya besar? aku jadi penasaran, biar aku periksa dulu." Ujar Gina.
"Jangan!" Ujar Selly sambil memegang tangan Gina dengan erat.
"Selly l-lepaskan, sakit nih." Gina pun langsung segera menarik kembali tangannya dari genggaman Selly.
Gina pun dengan segera membuka pintu kamar mandi itu. Selly pun langsung segera mentup matanya dengan tangan miliknya. Saat Gina sudah membuka seluruh pintu, tidak ada apapun.
"Mana tikusnya? tidak ada tikus di sini." Ujar Gina sambil menunjukkan kamar mandi yang kosong.
"Ku rasa aku hanya salah lihat." Ujar Selly mencari alasan.
Setelah mengetahui jika Selly salah lihat, Gina pun langsung segera pergi dan duduk di sebuah sofa sambil membaca majalah. Sementara itu di dapur, Selly sedang memasak untuk makan sarapan mereka yang kesiangan.
"Bagaimana aku bisa salah lihat? jelas jelas ada sesuatu di toilet." Ujar Selly sambil memasak.
Brakkk!! Bamm!!! Bukkk!!
"SELLYYY!!!!" Tiba tiba terdengar suara Ira yang berteriak sangat kencang.
Selly pun langsung segera menuju ke ruang tamu dan memeriksa keadaan Ira dan Gina. Saat ia sudah di ruang tamu, terlihat perabotan semuanya sangat berantakan seperti baru terjadi gempa.
"Selly! cepat bantu aku! Ira terjebak di sini!" Ujar Gina sambil mencoba melepaskan tirai jendela yang membungkus Ira.
"Bagaimana bisa dia terbungkus seperti ini!?" Ujar Selly panik.
"Aku tidak tahu, tadi dia seperti terlempar dan tirai ini langsung membungkusnya." Ujar Gina.
"Mpphhh! mpphhh! tuoalong!!!" Ira pun langsung berteriak dan memberontak. Terdengar suaranya yang kurang jelas membuat Selly dan Gina semakin panik.
"Ayo main kak..." Tiba tiba saja terdengar suara sayup sayup seorang anak anak yang berbicara.
Di saat yang sama kain tirai itu langsung mengeluarkan darah yang sangat banyak. Di lihat dari tempat munculnya, darah itu keluar dari mata dan mulut Ira.
"Mppphhh!!......" Ira pun langsung tidak bergerak lagi setelah beberapa saat.
"Apa yang terjadi padanya?" Ujar Selly ketakutan dan panik.
Brakkk!! Bamm!!! Bukkk!!
Tiba tiba semua benda yang ada di sana langsung bergerak sendiri dan ada juga yang terlempar ke arah yang tidak menentu.
"Kita harus pergi dari sini!" Ujar Selly sambil menarik tangan Gina ke dalam kamar.
__ADS_1
Di dalam kamar terdengar suara benda benda yang terlempar di ruang tamu. Kemudian langsung terpikirkan mengapa mereka tidak pergi lewat pintu saja.
"Seharusnya kita ke pintu keluar." Ujar Selly sambil menepuk kepalanya.
"Hoekkk!!" Tiba tiba saja Gina merasa mual dan memuntahkan sesuatu.
"Gina!? kamu baik baik saja kan?" Ujar Selly.
"Hoekkk!!" Tiba tiba saja muncul banyak belatung dan ulat dari muntahan itu.
Gina pun terus muntah secara perlahan sampai sampai yang keluar bukan muntahan lagi, melainkan darah dan beberapa benda yang terlihat seperti organ.
"G-gina..." Selly pun langsung mulai mendekatkati temannya.
"Per.... gi...." Ujar Gina lemas.
"Hoeekkk!!" Gina pun langsung memuntahkan banyak benda sampai sampai membuatnya sudah tidak bernyawa lagi.
Dengan cepat Selly pun langsung segera pergi keluar dan terlihat keadaan di ruang tamu yang sudah berantakan dan tidak teratur lagi. Dengan segera Selly pun langsung segera membuka pintu tapi anehnya pintu itu tak bisa terbuka meski tidak terkunci.
"Kenapa pintu ini tidak mau terbuka!?" Ujar Selalu ketakutan sambil mengedor gedor pintu.
TOK!! TOK!! TOK!!
"Reza!! Evan!! siapapun!! buka pintunya!!!" Sellu pun langsung terus mengetuk pintu itu.
Kreekk!.. kreekk!... krekkk!!...
"S-siapa itu!?" Ujar Selly sambil berbalik ke belakang.
Tiba tiba dari arah kamar mandi, muncul anak perempuan yang berpakaian serba putih dan bersimbahkan darah. Anak itu pun langsung berjalan perlahan lahan mendekati Selly.
"Siapa kamu!?" Ujar Selly panik.
"Kakak... kakak... aku mau main dengan kakak..." Ujar anak itu.
Anak itu pun langsung berhenti berjalan dan melihat ke arah Selly. Melihat wajah nya yang sangat menakutkan, kaki Selly pun langsung lemas karena takut.
"Kakak!!!" Anak itu pun langsung mengarahkan kedua tangannya ke arah Selly dan langsung mendekat dengan cepat. Seolah olah terbang.
"AHHHHH!!!"
Saat Selly membuka matanya terlihat Reza, Evan, Raihan, Gina, Ira dan Ibu kos dengan wajah khawatir.
"Hanya mimpi?..." Selly pun langsung terbaring lega karena itu semua hanya mimpi.
To be contiune >>>
__ADS_1