
Sementara itu, Evan sedang membawa koper miliknya ke dalam kamar mereka. Karena kasur di kamar itu hanya muat untuk dua orang, maka dua diantara mereka harus tidur di bawah lantai dan duanya lagi harus tidur di kasur yang empuk dan nyaman itu. Saat Evan memasuki kamar tersebut, belum sehari mereka tinggal di hotel itu, tapi Selly sudah membuat seluruh kamar tersebut berantakan dan kacau sampai sampai membuat mata Evan menjadi tidak tahan dengan hal tersebut.
"Selly? kamu kok ada di kasur? nanti kita akan membahas masalah kasur ini nanti. Untuk sekarang letakkan semua barang mu ke dalam tas mi, jangan berserakan di kasur seperti itu dong" Ujar Evan sambil membereskan semua barang milik Selly yang ada di kasur tersebut.
"Hmp.. hmpp! hmp.. hmmp!" Ujar Selly degan mulutnya yang di penuhi oleh roti yang ia bawa.
"Apa yang kamu ucapkan Selly? jika ingin berbicara, kamu jangan dengan mulut penuh. Nanti tersedak" Ujar Evan menasihati temannya yang gemar makan tersebut.
"Iya nanti akan ku bersihkan! jika kita perlu dari sini nanti staf hotel juga akan membersihkan tempat ini!" Jawab Sellu sambil sedikit menaikkan suaranya.
"Ternyata perempuan ini taunya hanya bermalas malasan dan makan" Ujar Evan dalam hatinya.
Selly terlihat sangat nyaman dengan sebuah selimut yang ada di punggungnya dan juga sebuah roti yang ada di dekatnya. Tapi yang paling utama baginya adalah tablet miliknya yang sedang memutar sebuah film.
"Sudahlah, kamu pergilah sekarang. Aku akan memberikan tempat ini dulu" Ujat Evan sambil menarik selimut yang di pakai Selly.
"Iya iya! aku pergi, kamu jangan kasar seperti itu ke perempuan dong" Ujar Selly sambil membawa semua roti dan tablet miliknya keluar kamar.
"Padahal dia yang membuat tempat ini kotor, kenapa dia malah memarahi ku?" Ujar Evan kesal dalam hatinya.
Dari mulai menyapu dan membersihkan remah roti yang ada di kasur, semuanya Evan lakukan sendirian. Evan pun semakin kesal ketika melihat bungkusan roti yang sudah kosonh masih tergeletak di kamar tersebut.
"Kenapa dia tidak membuang semua bungkus roti ini? apakah dia tidak takut di gigit semut?" Evan pun langsung membuang semua bungkusan roti itu ke dalam tong sampah dan kemudian ia juga langsung membuang semua remah roti yang ia temukan ke dalam tong sampah.
Di luar terlihat Raihan dan Selly yang sedang menonton bersama, meski sudah di panggil berkali kali, mereka berdua tetap saja tidak menjawab panggilan tersebut. Kira kira apa yang mereka tonton sampai seserius itu?
"Apa yang kalian tonton sampai seserius itu? ngomong ngomong Reza di mana?" Tanya Evan sambil melihat sekitar.
"Reza sedang berada di luar, katanya akan bertanya ke staf hotel mengenai DVD yang kami temukan" Jawab Raihan sambil menonton bersama Selly.
"DVD?" Tanya Evan heran.
__ADS_1
"Iya saat ia masuk dan ingin membereskan ruangan ini sedikit, ia menemukan beberapa kaset DVD. Karena penasaran dia pergi ke bawah untuk mencari tahu" Jawab Raihan.
"Baiklah mungkin aku akan mengajak nya untuk membahas masalah kasur nanti, ngomong ngomong apa yang kalian tonton?" Tanya Evan untuk kedua kalinya.
"Happy ghost" Jawab Selly sambil menonton film tersebut.
"Apa?" Tanya Evan tidak mendengar judul dari film tersebut.
"Happy ghost!" Jawab Selly menaikkan suaranya.
"Astaga kamu tidak perlu berteriak begitu" Jawab Evan sambil meraba telinganya.
"Apakah itu film horor?" Tanya Evan.
"Bukan, malahan ini seperti film komedi bagi ku" Jawab Selly tanpa melihat wajah Evan.
"Selly, jika seseorang berbicara dengan mu, kamu lihat wajahnya dong. Biar nanti bisa paham apa yang sedang di bicarakan" Jawab Evan sambil mencari muka untuk Selly.
"Baiklah, lagi pula aku juga sedang tidak memiliki waktu" Jawab Evan sambil duduk di sebelah Selalu agar bisa menonton.
Akhirnya mereka pun langsung menonton film tersebut bersama sama, sampai mereka lupa jika hari sudah mulai melewati pukul 12. Tapi sayangnya Reza tak kunjung datang, kira kira apa yang Reza lakukan sampai selama itu?
Tok tok tok...
"Baik aku datang!" Jawab Evan yang mendengar jika pintu kamar milik mereka di ketuk ketuk.
Saat melihat ke lubang kecil yang ada si bawah papan nomor kamar mereka, Evan melihat ternyata itu hanyalah Reza yang membawa beberapa kaset DVD film yang ia temukan di bawah TV yang ada di ruang tamu hotel tersebut.
"Reza? dari mana saja kamu?" Tanya Evan sambil menarik buang muka ke Reza.
"Aku tadi ke bawah untuk menanyakan sesuatu staf hotel yang ada di situ" Ujar Reza santai.
__ADS_1
"Memangnya apa yang kamu tanyakan?" Tanya Evan penasaran.
"Sudahkah tenang saja, oh iya apakah kalian ingin menonton film?" Tanya Reza sambil menjukan sebuah plastik yang berisikan DVD film yang ia dapatkan di bawah tadi.
"Tergantung jika filmnya tidak bagus, tapi film seperti apa itu?" Tanya Evan penasaran.
"Ada banyak sih, bagaimana jika kita menonton ini saja?" Ujar Reza sambil memeriksa plastik yang ia bawa dari bawah untuk menampung seluruh DVD yang ada.
"Film apa itu? apakah ini horor? " Tanya Evan penasaran.
"Memangnya kenapa? apakah kamu ingin menonton film horor? nanti kamu takut dengan hantunya lho" Ujar Reza ke Evan.
"Oh iya ngomong ngomong soal hantu, kenapa rata rata hantu itu perempuan ya?" Tanya Evan polos.
"Tidak juga sih, ada yang laki laki juga. Contohnya, hantu tuyul, babi ngepet dll" Jawab Reza sambil duduk di sebelah Evan.
"Bau Hantu juga bermacam macam, ada yang wangi. Ada yang bau, ada yang beraroma melati..." Sebelum Reza menyelesaikan perkataannya, tiba tiba tercium bau yang kurang mengenakkan.
"Ini kenapa baunya seperti kumbang busuk ya?" Tanya Evan heran. Lama kelamaan bau itu semakin tercium saat hidung Evan semakin dekat ke Selly. Ternyata bukan hanya Evan, Raihan dan Reza juga mencium aroma yang sama.
"Jangan jangan hantu di sini marah karena kita omongin" Ujar Raihan ketakutan.
"Hussshh! udah udah! ini rambut ku! belum keramas 3 hari!" Ujat Selly kesal.
"tiga hari? bagaimana kamu bisa bertahan? baunya busuk sekali" Ujar Evan tidak tahan bau tersebut.
"Sudahlah tidak sebau itu juga. Kamu terlalu berlebihan, sudahlah aku ingin mandi dulu" Jawab Selly sambil menutup tablet nya.
Kemudian sambil menunggu Selly selesai mandi. Reza, Raihan dan Evan pun mencoba memutar salah satu film yang di bawa Reza bawa dari bawah. Beberapa waktu berlalu, dan film yang mereka tonton pun sudah akan habis. Tapi sayangnya di tengah film lampu malah mati.
"Yahh... lampunya mati" Jawab Evan kesal.
__ADS_1
To be contiune >>>